Tips Membuka Usaha Toko Kelontong atau Minimart

Tips Membuka Usaha Toko Kelontong atau Minimart

Usaha retail khususnya mini market kian menjamur. Tak hanya di perkotaan, bahkan merambah ke pelosok daerah. Hal ini karena faktor modernisasi oleh jaringan minimarket berbasis waralaba, terutama dilakukan raksasa ritel Indomaret dan Alfamart yang terus bertambah.

Cepat atau lambat, lahan-lahan di daerah pada gilirannya akan dibangun juga unit-unit minimart baru di bawah bendera duo ritel tadi. Sementara masyarakat terjebak menjadi penonton, ketika mau tak mau zaman semakin modern, serba-praktis, dan serba-kekinian—hal yang nampaknya disadari oleh sebagian orang saja.

Padahal di masing-masing daerah selalu ada kisah sukses minimart lokal dan minimart sekolah yang memberikan perlawanan kecilnya di tengah gempuran ritel waralaba yang menggurita. Alih-alih merelakan peluang dirampas orang, toko-toko kelontong di daerah mesti mengubah layanannya dari tradisional ke modern.

Produk consumer goods seringkali diperoleh outlet dari distributor secara kredit dengan berbagai promo (diskon) menarik. Pembayaran dilakukan jatuh tempo dalam 2 minggu setelah produk laku. Kita seakan-akan dimodali pihak distributor, bahkan mereka membekali inventaris berupa showcase, freezer, rak, hingga hanger produk.

Tinggal kreativitas kita menambahkan berbagai fasilitas menarik, mulai dari halaman parkir yang memadai, layanan pembayaran online, kuota internet, kopi seduh sendiri, menggandeng produk rumahan (UKM) dengan prinsip house brand/product label (HBPL), mini-foodcourt, Pertamini, hingga toilet umum.

Related

Business 4841482004185316460

Recent

item