Guru Biologi di Sekolah AS Masih Ragu Mengajarkan Evolusi di Kelas

Guru Biologi di Sekolah AS Masih Ragu Mengajarkan Evolusi di Kelas

Mayoritas guru biologi sekolah menengah umum di AS tidak terlalu menekankan peran biologi evolusi, walaupun 40 tahun sejarah pengadilan telah terus menerus mengatakan kalau pengajaran kreasionisme atau desain cerdas melanggar UUD, menurut para ilmuwan politik Penn State. 

Solusinya, menurut mereka, adalah mata kuliah wajib biologi evolusi untuk mahasiswa FKIP Biologi dan penataran berkala untuk menyegarkan para guru yang sudah mengajar.

“Penelitian menyarankan kalau para pendukung evolusi, metode ilmiah dan penalaran sendiri kalah dalam pertarungan di ruang kelas,” tulis Michael Berkman dan Eric Plutzer, para profesor ilmu politik di Penn State, dalam jurnal ilmiah Science.

Para peneliti memeriksa data dari Survey Nasional Guru Biologi Sekolah Menengah yang memuat sampel 926 guru biologi sekolah menengah umum. Mereka menemukan hanya sekitar 28 persen saja dari guru tersebut yang secara konsisten mengimplementasikan rekomendasi Dewan Penelitian Nasional yang menuntut pengajaran tentang bukti-bukti kalau evolusi terjadi, dan rencana pengajaran dengan evolusi sebagai tema penyatu yang menghubungkan topik-topik terpisah dalam biologi.

Sebaliknya, Berkman dan Plutzer menemukan 13 persen guru biologi “secara terang-terangan mengajarkan kreasionisme atau desain cerdas secara positif dengan memakan sedikitnya satu jam pelajaran.” 

Banyak dari guru ini menolak kemungkinan kalau metode ilmiah dapat memberi jawaban mengenai asal usul spesies, dan memandang evolusi dan kreasionisme sebagai sistem keyakinan yang tidak dapat sepenuhnya dibuktikan ataupun disanggah.

Berkman dan Plutzer menyebut sisa guru lainnya sebagai 60 persen yang berhati-hati, yang bukan pendukung kuat biologi evolusi dan juga bukan pendukung nyata alternatif non ilmiah. “Data kami menunjukkan kalau para guru ini dapat dipahami ingin menghindari kontroversi,” kata mereka.

Para peneliti menemukan para guru ini umumnya menggunakan satu atau lebih dari tiga strategi untuk menghindari. Beberapa mengajarkan biologi evolusi seolah ia hanya berlaku pada biologi molekuler, mengabaikan kesempatan memasukkan pemahaman mengenai keanekaragaman hayati dan bukti kalau satu spesies memunculkan spesies lainnya.

Pada strategi kedua, sebagian guru merasionalkan kalau pelajaran evolusi merupakan pelajaran yang ditujukan untuk formalitas semata.

Para guru ini “memberitahu siswa, tidak masalah bila mereka memang ‘beriman’ pada evolusi, sejauh mereka tahu cara menjawab soal,” kata Berkman dan Plutzer.

Akhirnya, banyak guru mengajar para siswa semua posisi, baik yang ilmiah atau bukan, dan membiarkan mereka sendiri yang memutuskan.

Ini patut disayangkan, kata para peneliti, karena “pendekatan ini mengatakan pada siswa kalau konsep-konsep yang kokoh secara ilmiah dapat diperdebatkan dengan cara yang sama seolah kita memperdebatkan pendapat pribadi.”

Berkman dan Plutzer menyimpulkan kalau “kelompok 60 persen ini gagal menjelaskan sifat penalaran (inkuiri) ilmiah, meremehkan otoritas para ilmuwan dan membenarkan argumen kreasionis.” Sebagai hasilnya, “mereka dapat berperan jauh lebih besar dalam menghambat perkembangan sains di Amerika Serikat daripada para pendukung kreasionis.”

Para peneliti menemukan, lebih banyak siswa sekolah menengah yang tertarik dalam mata pelajaran biologi daripada mata pelajaran sains lainnya, dan 25 persen siswa sekolah menengah bahkan mengambilnya sebagai satu-satunya mata pelajaran sains yang mereka pelajari, walaupun pendidikan sains penting dalam negara demokrasi yang bertopang pada masukan warga negaranya pada kebijakan-kebijakan umum berdampak luas namun sangat teknis.

Berkman dan Plutzer mengatakan, negara harus melatih guru biologi dengan lebih baik sehingga dapat dengan percaya diri menerapkan standar tinggi pendidikan sains di masyarakat sekitar. 

Universitas dan Sekolah Tinggi harus mewajibkan mata kuliah umum mengenai evolusi pada semua calon guru biologi, misalnya, dan melanjutkannya dengan kuliah penyegar berjangkauan jauh, sehingga lebih banyak guru biologi yang memeluk biologi evolusioner.

“Dikombinasikan dengan sukses berkelanjutan di ruang pengadilan dan aula pemerintah negara bagian, pendekatan ini menawarkan kesempatan terbaik untuk meningkatkan kesadaran ilmiah generasi masa depan,” simpul mereka.

Related

Science 7048531919236503888

Recent

Hot in week

item