Mengapa Unggas Modern Tidak Punya Gigi seperti Zaman Dinosaurus?

Mengapa Unggas Modern Tidak Punya Gigi seperti Zaman Dinosaurus?

Unggas yang hidup saat ini bukan satu-satunya kelompok dinosaurus yang berevolusi menjadi tidak bergigi.

Jika kita berbicara hanya tentang kelompok dinosaurus burung, dan tidak membahas dinosaurus non-burung, maka sepanjang riwayat kelompok tersebut, lebih banyak dinosaurus burung yang memiliki gigi ketimbang yang tidak memiliki gigi. Dalam kasus ini, unggas adalah minoritas dalam kelompok dinosaurus burung.

Berdasarkan kladogram di atas, kelompok dinosaurus burung hanya berevolusi menjadi tidak bergigi sebanyak dua kali. Satu, pada Confuciusornis yang sudah punah, dan satu lagi pada kelompok Aves alias unggas. Sisanya memiliki gigi sejati, baik utuh maupun tereduksi.

Jadi keberadaan gigi bukanlah petunjuk yang menunjukkan bahwa unggas adalah bagian dari kelompok dinosaurus.

Dengan demikian, mengapa semua unggas yang hidup saat ini tidak memiliki gigi, tidak seperti dinosaurus burung pada umumnya?

Alasan mengapa unggas berevolusi menjadi tidak bergigi awalnya diduga demi meningkatkan aerodinamisitas unggas ketika terbang. Gigi adalah salah satu bagian tubuh yang lumayan padat, di mana enamelnya saja memiliki massa jenis sebesar 2,6  hingga 3. 

Di lain sisi, massa jenis paruh unggas berkisar antara 0,1 hingga 0,4. Puluhan kali lebih ringan ketimbang gigi. Jadi dengan menghilangkan gigi, unggas akan lebih mudah untuk terbang.

Masalahnya, kita sudah mengetahui bahwa terdapat lebih banyak dinosaurus burung yang bergigi ketimbang dengan yang tidak bergigi. Misalnya adalah Ichthyornis dispar. Mereka punya gigi dan cukup sukses merajai angkasa pada masanya.

Jadi jika keberadaan gigi bukan faktor dalam aktivitas penerbangan, maka tekanan apa yang menyebabkan hilangnya gigi pada unggas? Ternyata, setelah ditelusuri lagi, kemungkinan alasan yang mengakibatkan hilangnya paruh pada unggas adalah durasi pengeraman telur. 

Proses pembentukan gigi adalah proses yang sangat panjang. Karena gigi memerlukan pasokan mineral yang besar untuk membentuk struktur padat, dan memadatkan mineral juga tidak sebentar. Pembentukan gigi adalah proses pembentukan struktur tubuh yang memakan waktu terpanjang setelah pembentukan tulang.

Jadi, dengan melewati proses pembentukan gigi, waktu untuk pengeraman telur juga dapat dipangkas. Dengan demikian, proses penjagaan telur juga tidak terlalu lama.

Jalur evolusioner seperti ini tampaknya sangat menguntungkan bagi unggas, karena penghilangan gigi pada paruh mereka cukup untuk para unggas mendominasi dinosaurus burung lainnya. Sampai pada akhirnya, unggas sangat dominan sehingga mereka masih bertahan saat dinosaurus burung yang lain telah punah.

Sebagai kompensasi atas hilangnya gigi, sejumlah unggas mengembangkan struktur yang mirip gigi, namun bukan gigi. Misalnya pada Pelagornis. Mereka memiliki paruh yang memiliki gerigi tajam. Beberapa spesies bebek dan angsa juga mengembangkan paruh dan lidah yang bergerigi.

Itulah alasan mengapa disosor bebek rasanya bisa menyakitkan.

Jadi, alasan mengapa unggas tidak memiliki gigi adalah karena ketiadaan gigi dapat mempercepat waktu pengeraman telur, dan ketiadaan gigi tidak memiliki konsekuensi terhadap hubungan kekerabatan unggas dengan dinosaurus.

Related

Science 8547567043755965476

Recent

item