Mengenang Celoteh Elon Musk yang Mengguncang Pasar Modal

Mengenang Celoteh Elon Musk yang Mengguncang Pasar Modal

Naviri Magazine - Siapa seseorang tampaknya memang berpengaruh terhadap dampak yang ditimbulkan dari ucapannya. Orang yang bukan siapa-siapa mungkin dapat ngoceh apa saja, dan orang-orang tidak akan terlalu menghiraukan, meski mungkin ocehannya sebenarnya penting. Sebaliknya, orang terkenal atau orang yang dianggap penting bisa saja ngoceh hal-hal biasa, tapi ucapannya didengarkan dengan saksama.

Ucapan orang penting yang memiliki pengaruh luas bahkan bisa menciptakan keguncangan. Setidaknya, hal semacam itu yang terjadi pada Elon Musk, ketika ia ngoceh di Twitter.

Pada 7 Agustus 2018, Chief Executive Tesla Inc, Elon Musk, tiba-tiba mengguncang pasar modal AS karena ocehannya. Melalui akun Twitter-nya, pengusaha muda berusia 47 tahun itu ingin Tesla Inc menjadi perusahaan tertutup, dari sebelumnya perusahaan terbuka.

“Sedang mempertimbangkan Tesla menjadi privat pada US$420. Pendanaan dijamin,” kata Elon. Selang tiga jam, ia kembali berkomentar, “Para pemegang saham bisa memilih menjual sahamnya pada US$420 atau menahannya, dan menjadi privat.”

Sontak, pelaku pasar modal bertanya-tanya, dari mana Tesla mendapatkan pendanaan untuk membeli kembali (buyout) dari para pemegang saham. Pasalnya, biaya untuk membuat Tesla menjadi perusahaan tertutup mencapai sekitar US$70 miliar.

Keheranan pelaku pasar modal bukan tanpa alasan. Pasalnya, kondisi keuangan Tesla saat ini memprihatinkan. Sejak melantai di bursa pada 8 tahun yang lalu, produsen mobil listrik ini sama sekali belum sekalipun menghasilkan keuntungan. Pada tahun lalu, Tesla mencatat rugi sebesar US$2,24 miliar.

Belakangan, Elon mengungkapkan Arab Saudi menjadi aktor di belakang pendanaan Tesla untuk buyout tersebut. Kabar Elon ini pun mengerek harga saham Tesla dari US$344 per saham menjadi US$355 per saham dalam sepekan terakhir.

Related

International 7834189341243987724

Recent

item