Dua Misteri Kehidupan: Efek Kupu-kupu dan Angsa Hitam

Dua Misteri Kehidupan: Efek Kupu-kupu dan Angsa Hitam

Istilah butterfly effect pertama kali muncul pada artikel Joseph Smagorinsky, yang terbit di tahun 1969 (jadi bukan buatan Edward N. Lorenz). Istilah butterfly effect atau efek kupu-kupu merujuk kepada sensitivitas model cuaca, yang apabila nilai data masukannya berbeda sedikit saja, maka prediksi cuaca yang dihasilkannya akan berbeda sangat jauh. Perbedaan nilai yang tidak seberapa itu dimajaskan dengan "efek kepakan sayap kupu-kupu."

Secara matematis, efek kupu-kupu muncul pada sistem-sistem chaos (huru-hara). Mari kita lihat persamaan pemetaan logistik berikut:

xn+1=r·xn(1-xn).

Kurva yang dihasilkan saat r=3.56989 benar-benar berbeda saat r=3.569943, padahal perbedaan antara kedua nilai r tersebut hanya 0.000053. 

Dalam sejarah, efek kupu-kupu bisa ditemui pada banyak kasus. Peristiwa yang memicu efek kupu-kupu dinamai "Angsa Hitam" oleh Nassim Taleb. Efek kupu-kupu bisa ditemui saat kita mengingat-ingat beberapa "kebetulan" yang terjadi dalam hidup kita.

Misal orang menemukan pasangan hidupnya saat terkena penundaan terbang di terminal bandara, aksi bakar diri Mohamed Bouazizi mendorong terjadinya Arab Spring di seluruh belahan Timur Tengah, dan lain-lain semacamnya.

Kita tidak akan pernah tahu "Angsa Hitam" kita ada di mana, dari siapa, dan dalam bentuk apa. Namun "Angsa Hitam" ini akan memberikan "efek kupu-kupu" dalam kehidupan kita.

Related

Science 2258272596250848553

Ads

Topic

Recent

item