Kebiasaan dan Gaya Hidup yang Membuat Sulit Tidur

Kebiasaan dan Gaya Hidup yang Membuat Sulit Tidur

Naviri.Org - Ada banyak hal yang bisa menyebabkan sulit tidur. Namun, disadari atau tidak, gaya hidup modern merupakan salah satu faktor terbesar yang menjadikan banyak orang menghadapi masalah sulit tidur.

Di masa lalu, orang lebih mudah tidur, karena gaya hidup mereka masih sangat sederhana. Meski televisi mungkin sudah ada, tapi di masa lalu tidak setiap rumah memiliki televisi. Kalau pun orang memiliki televisi, acara di televisi belum sebanyak dan semenarik sekarang.

Selain televisi, di masa lalu juga belum ada ponsel dan internet yang membuat orang bisa terus asyik terhubung dengan dunia maya sampai lupa tidur. Karena gaya hidup mereka masih sederhana, mereka pun lebih mudah tidur. Sebaliknya, orang zaman sekarang menghadapi gaya hidup yang jauh berbeda, dan perbedaan itu tampaknya ikut mempengaruhi pola hidup hingga pola tidur.

Bisa jadi, selama seharian kita telah bekerja dan beraktivitas, hingga merasa lelah dan letih. Tetapi, malam hari, saat seharusnya tidur, kita justru asyik menikmati acara televisi sampai larut malam, atau berselancar di internet sampai berjam-jam, atau terhubung dengan orang-orang di sosial media hingga lupa untuk tidur. Akibatnya, tidur kita pun berkurang, dan hasilnya kita bangun tidur dalam keadaan masih letih, karena kurang tidur.

Berkaitan dengan gaya hidup, setidaknya ada tiga hal yang sering menjadi akar penyebab orang-orang modern sulit tidur. Karenanya, jika Anda kebetulan mengalami masalah sulit tidur, perhatikan tiga hal berikut ini untuk introspeksi.

Alkohol dan minuman berkafein

Dibanding di masa lalu, sekarang alkohol lebih mudah didapatkan, dan konsumennya juga lebih banyak. Sebagian orang menganggap alkohol dapat membantu memudahkan mereka untuk cepat tidur. Memang ada benarnya, tapi efek alkohol justru membuat Anda tidak bisa tidur dalam atau tidak benar-benar terlelap. Akibatnya, kualitas tidur pun menjadi buruk.

Selain alkohol, minuman berkafein juga telah menjadi bagian dari gaya hidup orang modern. Bahkan, sebagian orang sampai menggantungkan diri pada minuman berkafein untuk menunjang produktivitasnya. Minuman berkafein tidak sebatas pada kopi. Minuman semacam cola atau minuman berenergi juga mengandung kafein.

Minuman berkafein memang dapat membantu menyingkirkan kantuk, sehingga orang dapat terus bekerja. Tetapi, yang perlu dipahami, minuman itu tidak membantu meningkatkan kemampuan otak. Dengan kata lain, meski kita tidak mengantuk, namun otak kita sebenarnya sudah perlu istirahat sehingga tidak bisa bekerja secara optimal. Jika tujuannya adalah produktivitas, cara yang lebih baik sebenarnya adalah dengan mengatur pola tidur dan pola konsumsi kafein.

Kafein akan bekerja selama 9-15 jam di tubuh kita. Karena itu, sebaiknya tidak mengonsumsi kafein—dalam apa pun bentuknya—setidaknya 10 jam sebelum tidur, agar kita tidak mengalami masalah sulit tidur.

Olah raga malam

Di masa lalu, orang-orang biasa berolah raga pada pagi hari, atau setidaknya sore hari. Di pagi hari, saat udara masih segar dan bersih, orang-orang biasa berjalan-jalan tanpa alas kaki, atau berlari-lari, hingga tubuh menjadi bugar dan pikiran terasa segar. Hasilnya, saat siang, mereka dapat bekerja dan beraktivitas dengan baik. Saat malam tiba, mereka pun bisa tidur dan beristirahat dengan tenang dan lelap.

Berbeda dengan zaman sekarang. Kesibukan makin banyak, dan ada sangat banyak yang perlu dilakukan. Akibatnya, banyak orang tidak punya lagi waktu untuk berolah raga pada pagi hari, karena mereka lebih memilih untuk melakukan hal lain. Untuk kebutuhan olah raga, mereka pun melakukannya sewaktu-waktu, ketika sedang tidak sibuk, yang biasanya terjadi pada malam hari. Olah raganya pun tidak di luar ruangan, tapi di dalam ruangan gym.

Banyak orang modern yang biasa olah raga pada malam hari. Alasanya beragam—karena malam lebih adem, atau karena kesibukan mereka mulai berkurang setelah malam. Yang menjadi masalah, olah raga pada malam hari bisa membuat kita sulit tidur. Memang benar, tubuh menjadi capek karena olah raga.

Tetapi, olah raga juga meningkatkan adrenalin. Akibatnya, kita lebih terjaga dan sulit mengantuk, meski tubuh sudah capek. Untuk itu, sebaiknya lakukan olah raga pada pagi hari, atau setidaknya sore hari. Agar malam harinya kita bisa tidur dengan lebih baik.

Pola tidur yang kacau

Tampaknya, orang-orang zaman dulu lebih teratur dalam tidur, dibandingkan orang zaman sekarang. Di masa lalu, saat malam telah cukup larut, aktivitas pun terhenti, dan orang-orang memilih untuk beristirahat dan tidur. Hal itu jelas jauh berbeda dengan kehidupan modern. Sekarang, malam hari bahkan bisa dibilang nyaris tak beda dengan siang hari.

Ada banyak hal yang buka 24 jam, sementara hiburan malam ada di mana-mana, menggoda siapa pun untuk mendatanginya. Di rumah, televisi kadang menyiarkan pertandingan sepak bola pada tengah malam, dan itu membuat banyak orang rela begadang demi bisa menyaksikan.

Karena kenyataan itu, orang modern pun kerap menikmati malam hari untuk hal-hal lain, dan mengorbankan waktu tidur. Hal itu pulalah yang kemudian mengacaukan pola tidur banyak orang.

Selain aktivitas dan hiburan malam hari yang mudah didapatkan, tumpukan pekerjaan juga banyak membuat orang modern sulit tidur. Tidak jarang, orang membawa pekerjaan dari kantor untuk dikerjakan di rumah pada malam hari. Meski tujuannya baik, tapi kebiasaan itu pelan-pelan mengacaukan pola tidur kita.

Jika sebelumnya kita biasa teratur tidur pada pukul 21:00, misalnya, hal-hal semacam itu mulai mengubah jadwal tidur menjadi pukul 22:00, lalu tidak menutup kemungkinan menjadi pukul 24:00 dan seterusnya. Pada akhirnya, kita mulai mengalami masalah sulit tidur dan insomnia.

Mungkin terdengar berlebihan jika kita disarankan untuk sama sekali tidak menonton pertandingan sepak bola di televisi tengah malam, atau menghindari sama sekali pekerjaan lembur. Namun, ada baiknya untuk selalu mengingat bahwa hal-hal semacam itu—meski perlahan-lahan—dapat mengacaukan pola tidur kita, yang dapat berujung pada masalah insomnia.

Kuncinya, tentu saja, adalah kesadaran diri. Lakukan seperlunya, dan selalu ingat prioritas. Menonton bola mungkin penting, tapi bekerja dengan tubuh dan pikiran segar tentu lebih penting. Lembur sesekali mungkin penting, tapi kesehatan jangka panjang tentu lebih penting. Pola hidup yang baik selalu dimulai dari kesadaran.

Baca juga: Yang Terjadi pada Tubuh Saat Tidur Siang

Related

Health 2285473190818031062
item