Mengapa Banyak Wanita Jepang Menjadi Artis Film Porno?

Mengapa Banyak Wanita Jepang Menjadi Artis Film Porno?

Naviri.Org - Jepang adalah salah satu negara produsen film porno terbesar di dunia. Di Jepang, film porno disebut JAV atau Japan Adult Video. Namun, pembuatan film porno di Jepang tidak melanggar hukum, karena pemerintah Jepang memang melegalkan industri pornografi. Bagi Jepang, industri JAV tidak jauh beda dengan industri film biasa, meski mungkin ada aturan tersendiri yang lebih spesifik.

Karena industri film porno dilegalkan, maka industri pornografi pun tumbuh subur di Jepang. Seiring dengan itu, banyak wanita di sana yang terjun ke dunia film dewasa tersebut, hingga dunia kemudian mengenal Maria Ozawa, Risa Kasumi, Yui Tatsumi, dan lain-lain. Rata-rata wanita itu memiliki wajah cantik dan tubuh yang seksi, bahkan kadang berpendidikan tinggi. Kenapa mereka mau menjadi artis film porno?

Ada banyak jawaban untuk pertanyaan tersebut. Pertama, yang perlu disadari, pembuatan film porno atau JAV diizinkan di Jepang. Artinya, membuat atau memerankan film semacam itu tidak melanggar hukum di sana. Karena itu pula, banyak orang, termasuk wanita, yang tidak segan untuk terjun ke dalamnya.

Di masa lalu, setidaknya era 1990-an, ketika masyarakat Jepang masih konservatif, industri pornografi memang belum terlalu menarik banyak minat. Banyak wanita di masa itu yang berpikir bahwa mereka akan sulit lepas dari industri tersebut, karena orang-orang akan telanjur mencap mereka sebagai artis film porno. Namun, sekarang, keyakinan semacam itu sudah bergeser. Karena kenyataannya banyak pula artis yang semula menjadi bintang JAV kini dapat melanjutkan hidup dengan baik, meski tidak lagi aktif di industri tersebut.

Itu latar belakang pertama, yang menjadikan banyak wanita Jepang tidak segan terjun menjadi artis film JAV, yaitu karena legalitas dari pemerintah, sekaligus kenyataan bahwa mereka dapat meninggalkan profesi itu kapan saja tanpa harus merasa tertekan.

Kedua, karena uang. Bayaran untuk artis wanita pemeran film JAV tergolong besar, yang sulit didapatkan dari profesi atau pekerjaan lain. Bagi wanita yang pendidikannya tidak terlalu tinggi, dan kemampuan atau skill-nya terbatas, mencari pekerjaan di Jepang bisa dibilang sulit, apalagi mendapat pekerjaan dengan penghasilan besar. Karena itu, menjadi artis JAV kemudian menjadi pilihan.

Dengan menjadi artis JAV, wanita-wanita itu tidak membutuhkan ijazah perguruan tinggi, selain wajah dan tubuh, juga kesediaan untuk bercinta di depan kamera. Bagi mereka, bisa jadi itu pekerjaan yang mudah dilakukan, khususnya jika dibandingkan pekerjaan lain yang membutuhkan syarat pendidikan dan lain sebagainya. Di samping itu, mereka dapat memperoleh bayaran besar dengan bermain dalam film JAV.

Honor atau bayaran untuk pemain wanita dalam film JAV lebih tinggi dibanding honor pemain wanita. Karena itu, banyak wanita Jepang yang masuk industri JAV dengan maksud untuk mengumpulkan uang. Setelah aktif bermain film JAV beberapa kali atau beberapa puluh kali, dan setelah berhasil mengumpulkan uang dalam jumlah banyak, mereka pun keluar dari industri itu, dan menjalani kehidupan berbeda.

Alasan ketiga, karena kesenangan. Selain karena bayaran yang tinggi, banyak pula wanita di Jepang yang menjadi artis JAV karena kesenangan, atau karena memang menyukai aktivitas bercinta dengan banyak pasangan. Karena itu pula, banyak bintang JAV yang memiliki ijazah perguruan tinggi, dan memiliki kecerdasan yang sama tinggi, namun memilih menjadi artis JAV. Karena mereka memperoleh kesenangan sekaligus uang, yang tidak bisa mereka dapatkan dari profesi atau pekerjaan lain.

Kenyataan itu pula yang melatari banyak artis JAV yang terus melakoni pekerjaan itu, meski telah puluhan tahun. Misalnya Yumi Kazama. Wanita itu telah terjun ke industri JAV ketika usianya 18 tahun, dan sampai saat ini masih menjadi artis JAV ketika usianya hampir 40 tahun. Selama itu pula, dia telah membintangi lebih dari 1.000 film JAV, dengan pasangan berbeda yang tentu jumlahnya juga sangat banyak.

Yumi Kazama adalah salah satu artis JAV yang sangat populer, bahkan lebih dulu populer sebelum Maria Ozawa. Dari film-film JAV yang dibintanginya, tentu dia juga telah mengumpulkan banyak uang. Tapi Yumi Kazama masih terus aktif menjadi artis JAV. Alasannya karena kesenangan. Dia senang bercinta dengan banyak pasangan, sekaligus mendapat banyak uang atau penghasilan.

Setidaknya, itulah tiga alasan atau latar belakang kenapa banyak wanita di Jepang menjadi artis film JAV. Yaitu karena legalitas di negaranya, karena uang, dan karena kesenangan.

Di luar itu, tentu saja, ada pula yang memiliki motivasi ingin terkenal. Setelah menjadi bintang JAV dan terkenal, tidak menutup kemungkinan mereka dilirik produser untuk bermain film biasa (bukan JAV). Dalam pikiran mereka, itu tentu bisa menjadi batu loncatan menuju kesuksesan. Maria Ozawa bisa dijadikan contoh, karena bahkan film produksi Indonesia pun sampai mengundangnya untuk bermain film di sini, karena popularitasnya.

Baca juga: Yumi Kazama, Legenda Film Porno Jepang

Related

Entertaintment 789313953232735650

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item