Makanan yang Berisiko jika Dikonsumsi Ibu Hamil

Makanan yang Berisiko jika Dikonsumsi Ibu Hamil

Naviri.Org - Kondisi hamil memang kondisi yang tidak biasa. Dalam arti, meski seorang wanita dalam kondisi sehat, tetapi ada beberapa hal yang perlu diubah untuk menjaga agar kehamilannya dapat berjalan tanpa gangguan. Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam hal ini adalah konsumsi makanan, minuman, atau lainnya. Ketika hamil, maka seorang wanita tidak hanya berkewajiban menjaga dirinya atau fisiknya semata-mata, melainkan juga janin yang dikandungnya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya tidak dikonsumsi selama masa kehamilan:

Gula buatan atau sejenis gula berkalori rendah. Gula buatan/sintetis berupa saccharine dapat menyebabkan terjadinya risiko janin terkena kanker kandung kemih. Saccharine dapat masuk ke sirkulasi janin. Apabila sampai terjadi penimbunan, maka berisiko menimbulkan kanker kemih. Pemanis buatan lain yang juga harus dihindari adalah aspartam dan acesulfan yang biasanya ditambahkan pada softdrink, yoghurt, dan aneka permen.

Rokok dan alkohol. Banyaknya zat beracun yang terdapat dalam rokok cukup berbahaya bagi kesehatan janin. Begitu pula dengan minuman keras.

Jenis ikan laut tertentu, semisal swordfish, marilin, mackarel, atau tuna, karena dikhawatirkan adanya kandungan merkuri yang bisa menyebabkan terganggunya perkembangan syaraf janin.

Konsumsi daging setengah matang (daging sapi, ayam dan telurnya) atau bahkan mentah, karena dikhawatirkan mengandung virus toksoplasma yang dapat menyebabkan infeksi pada janin, selain juga dikhawatirkan mengandung escheria coli dan salmonella sp. Yang terakhir itu dapat menyebabkan diare hebat pada ibu hamil.

Jenis keju tertentu atau susu yang tidak dipasteurisasi. Keju lunak atau susu yang tidak dipasteurisasi berisiko mengandung sejenis bakeri listeria yang dapat menyebabkan infeksi janin dan keguguran.

Kafein. Konsumsi kafein dapat menimbulkan rasa panas pada lambung. Hal ini akan dapat mempengaruhi janin, karena proporsi besar perkembangan janin terjadi saat ibu hamil tengah tidur.

Herbal. Perlu berhati-hati apabila mengkonsumsi herbal (selain jahe, kelopak mawar, dan lemon).

Obat-obatan sembarangan. Selalulah berhati-hati mengkonsumsi obat-obatan yang tidak diresepkan oleh dokter.

Over multivitamin. Kelebihan vitamin juga tidak baik, khususnya bagi ibu hamil. Vitamin A dan D, misalnya, apabila kelebihan maka tubuh akan membuangnya. Namun, apabila tubuh tidak dapat membuang kelebihan itu, maka dapat menyebabkan risiko cacat lahir.

Nangka dan nanas. Bisa dikonsumsi karena mengandung vitamin C, namun tidak berlebihan.

Air es. Secara umum, air es tidak berbahaya dikonsumsi, kecuali jika dicampur sirup. Kandungan karbohidrat dalam gula sirup dikhawatirkan dapat menyebabkan berat janin di atas normal. (Sekadar catatan: air kelapa memiliki khasiat yang baik terhadap air ketuban, juga mengandung elektrolit yang dapat membantu badan selalu bugar—karenanya, kalau Anda memang suka, lebih baik mengkonsumsi air kelapa daripada air es).

Baca juga: Bolehkah Makan Pedas dan Asam Selama Hamil?

Related

Pregnancy 2043090932408237926
item