Masalah Kesehatan Terkait Kebiasaan Sulit Tidur

Masalah Kesehatan Terkait Kebiasaan Sulit Tidur

Naviri.Org - Sulit tidur yang datang sesekali mungkin belum jadi masalah. Tapi sulit tidur yang selalu dialami setiap malam bisa menjadi insomnia, yaitu penyakit sulit tidur. Banyak penderita insomnia yang kesal dengan dirinya sendiri, karena setiap malam sering mengalami sulit tidur. Meski badan sudah lelah, dan mata sudah mengantuk, tapi tetap tidak bisa tidur. Yang lebih parah, insomnia juga mengundang berbagai masalah kesehatan.

Sebuah studi di Korea Selatan menunjukkan bahwa penderita insomnia lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan dibandingkan orang yang memiliki waktu tidur lebih cepat. Risiko itu tidak akan hilang meskipun mereka memiliki kuantitas (waktu tidur) yang sama. Penelitian yang melibatkan lebih dari 1.600 orang responden berusia 47 hingga 59 tahun itu menjalankan serangkaian tes untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka terkait kebiasaan tidur.

Dr. Nan Hee Kim dari Korea University College of Medicine di Ansan, Korea Selatan, yang memimpin riset itu, menyatakan, “Tidak peduli bagaimana gaya hidupnya, orang-orang yang sulit tidur memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan seperti diabetes atau penurunan massa otak, dibandingkan orang yang memiliki kebiasaan tidur normal. Ini kemungkinan disebabkan karena penderita insomnia memiliki kualitas tidur yang buruk dan memiliki kebiasaan yang tak sehat, seperti merokok dan makan di tengah malam.”

Para peneliti juga menemukan bahwa meski berusia lebih muda, para penderita insomnia memiliki tingkat lemak tubuh dan lemak dalam darah yang lebih tinggi dibanding orang yang memiliki jam tidur normal. Para penderita insomnia juga lebih berisiko menderita sarcopenia, yaitu kondisi tubuh kehilangan massa otot secara perlahan.

Selain itu, wanita yang kesulitan tidur cenderung memiliki tumpukan lemak lebih banyak di perut yang meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung, dan stroke, dibandingkan para wanita yang tidak menderita insomnia. Sedangkan pada pria, mereka yang menderita insomnia lebih berisiko terserang diabetes dan sarcopenia.

Studi ini menemukan kaitan antara penderita insomnia dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan. Karenanya, Dr. Nan Hee Kim menyatakan, “Di masa kini, semakin banyak kaum muda yang menderita insomnia. Karena itu, risiko-risiko yang terkait dengan kebiasaan tidur adalah masalah kesehatan yang harus diperhatikan dengan baik.”

Bagi Anda yang tidak terserang insomnia, hal yang perlu dilakukan adalah senantiasa menjaga gaya hidup yang baik, sehingga pola tidur juga selalu terjaga. Sedangkan bagi Anda yang kebetulan telah mengalami insomnia, ada baiknya untuk mulai menghubungi dokter atau ahli berkompeten untuk mendapatkan solusi yang baik.

Baca juga: Hati-hati, Ini Berbagai Masalah Kesehatan Akibat Begadang

Related

Health 5603958024131138
item