Mengenal dan Memahami Jenis-jenis Beras

Mengenal dan Memahami Jenis-jenis Beras

Naviri.Org - Beras adalah bahan baku untuk membuat nasi. Beras dihasilkan dari tanaman padi. Setelah dipetik (dipanen) dan diolah, maka jadilah beras. Meski sama-sama beras, ternyata masing-masing memiliki kandungan serta ciri dan bentuk berbeda, yang pada akhirnya menghasilkan wujud dan rasa nasi yang berbeda.

Beras mengandung pati, karbohidrat, juga polimer glukosa yang terdiri 2 struktur, yaitu amilosa dan amilopektin. Amilopektin merupakan polimer glukosa yang memiliki banyak cabang, sehingga strukturnya lebih kompak dan lebih kuat (lekat). Semakin tinggi kadar amilopektin, semakin rendah amilosanya. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah kadar amilosanya, semakin lekat beras tersebut.

Nasi lekat berkadar amilosa rendah akan lebih mudah digumpalkan. Harganya juga jauh lebih mahal dibandingkan beras umumnya. Contohnya, beras ketan yang memiliki kadar amilosa hanya 1-2 persen. Beras yang kadar amilosanya lebih besar dari 2 persen disebut beras bukan ketan atau beras biasa.

Berdasarkan kandungan amilosanya, beras (bukan ketan) digolongkan menjadi 4 golongan, yaitu beras beramilosa tinggi (25–33 persen), beras beramilosa sedang (20-25 persen), beras beramilosa rendah (9-20 persen) dan beras dengan kadar amilosa sangat rendah (2-9%).

Beras dengan amilosa rendah menghasilkan nasi yang tidak kering. Teksturnya pulen, tidak keras setelah dingin, rasanya enak, dan nasinya mengkilat. Semakin mengkilat nasi, semakin enak pula rasa nasi tersebut.

Beras jenis indica yang berasal dari daerah tropis seperti Indonesia, India, dan Filipina, memiliki kandungan amilosa cenderung berada di tingkat sedang sampai tinggi. Bentuk fisiknya berbulir panjang dan tidak lengket saat dimasak. Beras japonica, yang banyak tumbuh di Jepang, memiliki kadar amilosa rendah. Beras ini bertekstur agak lengket dengan bentuk bulir pendek dan bulat.

Baca juga: Minuman yang Baik Diminum Sebelum Tidur

Related

Food 5763824910977491759
item