Smartscooter, Skuter Listrik yang Pintar dan Menawan

 Smartscooter, Skuter Listrik yang Pintar dan Menawan

Naviri.Org - Sejak motor matic populer, bentuk sepeda motor ini pun segera menjadi kendaraan sehari-hari banyak orang di berbagai negara. Selain bentuknya yang ringkas, motor matic juga lebih mudah dikendarai, karena tidak perlu menggunakan kaki untuk memindah gigi transmisi atau pun menginjak rem. Motor matic bisa secara penuh hanya dikendalikan tangan kanan dan kiri.

Dengan kepraktisan dan kemudahan saat dikendarai, motor matic pun kemudian menyisihkan motor bebek yang semula mendominasi pasar kendaraan. Mungkin, latar belakang itu pula yang menjadikan motor-motor listrik yang muncul belakangan juga mengambil wujud atau model seperti motor matic.

GESITS, misalnya, motor listrik produksi Indonesia, dibuat dengan bentuk seperti umumnya motor matic. Begitu pula Honda yang mulai memproduksi motor listrik, bentuk yang dihadirkan pun menyerupai motor matic umumnya. Belakangan, Gogoro, asal Taiwan, juga melakukan hal sama, meski secara spesifik mengarah ke bentuk skuter.

Gogoro Inc., perusahaan asal Taiwan, jadi perbincangan karena berhasil mengembangkan smartscooter atau skuter listrik cerdas. Semenjak peluncuran perdana smartscooter pada awal 2015, mereka sudah mengembangkan dua model skuter listrik masa depan dengan berhasil menjual 30 ribu unit dan membangun 400 stasiun pengisian baterai.

Skuter listrik ini bisa melaju 0-50 km per jam dalam tempo 4,2 detik saja. Kecepatan maksimalnya bisa digeber hingga 95 km per jam. Skuter Gogoro memiliki kemudahan dalam penggunaan baterai, baterai motor ini bisa ditukar seketika, bagi pengendara yang tak mau menunggu proses pengisian baterai.

Selain kemampuan berlari dan kemudahan operasi, skuter listrik ini sesuai dengan namanya mengusung "kecerdasan", Gogoro dapat terkoneksi dengan aplikasi pada ponsel pintar berbasis Android maupun IOS. Proses menutup atau membuka kunci bisa menggunakan Apple Watch. Aplikasi ini juga bisa mengetahui lokasi GoStation terdekat dan banyak fitur canggih lainnya.

Sebagai pendatang baru yang menawarkan bisnis skuter listrik masa depan, Gogoro telah memesona para pemodal untuk berinvestasi di bisnis kendaraan roda dua masa depan, termasuk menarik perhatian grup usaha Singapura, Temasek. Belum lama ini, Temasek bersama Generation Investment Management Inggris, Sumitomo Corporation Jepang dan ENGIE Perancis mengucurkan dana 300 juta dolar AS.

"Temasek terhubung dengan baik di Asia Tenggara dan ini adalah pasar utama bagi kami," kata Horace Luke, CEO Gogoro. "Asia Tenggara memiliki kemiripan yang sangat kuat dengan Taiwan. Kami telah melakukannya dengan baik di Taiwan, tapi pasarnya masih sangat terbatas."

Sebelum Temasek hadir di Gogoro, pendiri Tang Prize dan Chairman Ruentex Group, Dr. Samuel Yin, sudah dahulu menjadi investor bersama Panasonic Corp. Perusahaan-perusahaan ini sudah mengucurkan dana sebesar 130 juta dolar AS dalam pembiayaan ekuitas pada 2015.

Selain Gogoro, perusahaan pengembang skuter listrik Ather Energy juga mendapat suntikan dana dari berbagai investor. Salah satunya berasal dari Hero Motocorp yang mengakuisisi 30 persen saham Ather senilai Rs205 crore atau 31,8 juta dolar AS pada 2016. Investasi ini selaras dengan prioritas Hero Motocorp untuk mengembangkan manufaktur yang ramah lingkungan.

“Oleh karena itu, kami terlibat dalam ekosistem eksternal, termasuk para pemula di daerah yang berdekatan. Kami sangat percaya Ather akan menjadi salah satu pemimpin pada kendaraan listrik roda dua di India dan juga global,” kata CEO Hero Motocorp, Pawan Munjal.

Perusahaan Tiger Global yang berbasis di New York juga melirik pengembangan motor listrik di India. Pada 2013, mereka juga menggelontorkan 12 juta dolar AS. Serta perusahaan e-commerce terbesar di India, Flipkart juga mengucurkan 1 juta dolar AS untuk Ather.

Tarun Mehta, CEO dan salah satu pendiri Ather Energy mengatakan, "Kami percaya bahwa kendaraan listrik adalah masa depan dan India akan menjadi pemain global penting di dalamnya. Visi kami adalah bergerak cepat ke depan dan investasi ini akan membantu kami berpengalaman terkait otomotif."

Ketertarikan para investor untuk membenamkan modal motor listrik tak lepas dari keyakinan bahwa dunia sedang menuju produk kendaraan yang hemat energi dan ramah lingkungan. Kendaraan listrik dianggap sebagai salah satu jalan keluar terkait persoalan lingkungan.

Dari sisi konsumen, kenaikan harga bahan bakar minyak akan mendorong pembeli untuk meninggalkan segmen kendaraan energi fosil, dan beralih menggunakan skuter listrik karena lebih efisien. Sebab motor listrik hanya membutuhkan 1-3 dolar untuk mengisi penuh baterai guna menempuh jarak 128 km hingga 160 km.

Dari segi harga, motor listrik juga dijual dengan harga terjangkau mulai 400 dolar AS hingga 50.000 dolar AS. Skuter listrik buatan Cina bahkan ada yang dijual hanya 340 dolar AS dengan kecepatan maksimum 25 km per jam dan daya baterai yang bisa digeber hingga jarak 60 km untuk sekali isi.

Baca juga: Tata Nano, Mobil Fenomenal yang Berakhir Tragis

Related

Automotive 6225615082693463769

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item