Asal Usul Gelar Habib dan Sejarahnya di Indonesia (Bagian 2)


Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Asal Usul Gelar Habib dan Sejarahnya di Indonesia - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Ahmad bin Isa wafat di Husaisah, salah satu desa di Hadhramaut, pada tahun 345 Hijriah. Beliau mempunyai dua putra yaitu Ubaidillah dan Muhammad. Ubaidillah hijrah bersama ayahnya ke Hadramaut dan memiliki tiga orang putra, yaitu Alwi (Alawi), Jadid, dan Ismail. 

Akhir abad ke-6 H, keturunan Ismail dan Jadid tidak mempunyai kelanjutan, sedangkan keturunan Alwi tetap berlanjut. Keturunan dari Alwi inilah yang kemudian dikenal dengan kaum Alawiyin. Maka secara khusus, istilah “Habib” mengacu kepada keturunan Alwi bin Ubaidillah (wafat awal abad ke-5 H). 

Penjelasan serupa juga diungkapkan Ustaz Dr Miftah el-Banjary. Ustaz yang berasal dari Banjar, Kalimantan Selatan ini menjelaskan, asal muasal keberadaan Habib dapat dilacak dari pendirinya, yaitu Ahmad bin Isa (wafat 345 H). Pria yang lebih dikenal dengan nama al-Imam Ahmad bin Isa atau Imam al-Muhajir ini adalah generasi ke-8 dari keturunan Ali bin Thalib dan Fatimah az-Zahra. 

Ahmad bin Isa diketahui melakukan hijrah dari Basra ke Hadramaut (Yaman) bersama keluarganya pada tahun 317 H untuk menghindari Dinasti Abbasyiah yang sedang berkuasa saat itu. Sebelum ke Yaman, Ahmad bin Isa diketahui pernah berhijrah ke dari Mekkah ke Madinah. 

Beliau memiliki tiga orang putra, yaitu Alawi, Jadid dan Ismail. Keturunan Alawi inilah yang kemudian dikenal dengan kaum ‘Alawiyyin. Maka secara khusus istilah “Habib” mengacu pada keturunan Alwi bin Ubaidillah (wafat awal ke-5 H). 

"Mengenai kedatangan kelompok Bani Alawiyyin ini ke Nusantara untuk pertama kalinya, tidak ada keterangan yang jelas siapa saja nama tokoh yang pertama kali datang dan berdakwah. Kapan pertama kali mereka datang? Apakah kedatangan mereka dalam misi dakwah yang secara sengaja diutus oleh penguasa ketika itu ataukah hanya dalam misi perdagangan?" sebut Ustaz Miftah. 

Berdasarkan catatan seorang penulis sejarah bernama Haji Ali bin Khairuddin di dalam bukunya, “Keterangan-keterangan Kedatengan Bongso Arab Ing Tanah Jawi Saking Hadramaut,” halaman 113, mengatakan antara lain, bahwa kedatangan orang-orang Arab di Kepulauan ini (Indonesia) terjadi pada akhir abad ke- 7 H. 

Mereka datang dari India, terdiri dari 9 orang yang oleh penduduk Jawa disebut “Wali Songo”, yakini Sembilan orang waliyullah. Mereka adalah bersaudara, antara lain: 1. Sayyid Jamaluddin 2. Sayyid Qamaruddin 3. Sayyid Tsanauddin 4. Sayyid Majduddin 5. Sayyid Muhyuddin 6. Sayyid Zainul ‘Alam 7. Sayyid Nurul ‘Alam 8. Sayyid ‘Alawi 9. Sayyid Fadhl Sunan Lembayung. 

Mereka semua putra Sayyid Ahmad Syah Jalal bin Abdullah Khan bin Abdul Malik bin Sayyid Alwi bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Khalli Qassam bin Alawi bin Muhammad bin Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa al-Bashry bin Muhammad an-Naqib bin Ali al-Uraidh bin Ja’far Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Imam al-Husain bin Abi Thalib. Mereka adalah dzurriyatun Nabi dari putri Rasululullah; Fathimah az-Zahra.

Related

Moslem World 5015215977824924629

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item