Mengenal Baby Boomers, Generasi Orang Tua Kita

Mengenal Baby Boomers, Generasi Orang Tua Kita

Naviri.Org - Baby Boomers adalah istilah untuk menyebut orang-orang yang lahir antara tahun 1945 sampai 1965. Mereka adalah para orang tua kita. Setelah Baby Boomers, generasi selanjutnya disebut Generasi X. Di bawah Generasi X ada Generasi Milenial, sementara di bawahnya lagi ada Generasi Z.

Berbeda dengan Generasi Milenial atau Generasi Z yang sudah akrab dengan teknologi maju dan canggih, Generasi Baby Boomers tidak mengenal kecanggihan semacam itu. Di masa mereka hidup, khususnya saat masih muda, teknologi canggih yang ada hanya sekitar televisi, radio, dan telepon rumah. Tiga hal itu bahkan tidak setiap rumah memiliki.

Bandingkan itu dengan Generasi Milenial atau Generasi Z, yang sudah kenal ponsel, internet, dan segala macam kecanggihan teknologi, bahkan sejak masih kecil. Karena latar belakang itu pula, Generasi Baby Boomers pun kadang atau bahkan sering mengalami kegagapan dalam menghadapi perubahan, khususnya yang terkait dengan teknologi.

Dalam urusan naik ojek, misal, Generasi Baby Boomers masih lebih nyaman naik ojek pangkalan, meski sekarang ada ojek online yang lebih mudah dan lebih murah. Masalahnya bukan soal tidak bisa mendapatkan ojek online, melainkan lebih karena faktor kenyamanan. Mereka, karena usia yang berbeda, lebih nyaman menggunakan “cara lama”, meski mungkin bagi kita sudah dianggap kuno.

Tapi benarkah demikian?

Karina Tama, manajer senior dalam bidang pemasaran digital, menilai kalau kesulitan Baby Boomer mengikuti perubahan teknologi bukan cuma karena faktor usia. Menurutnya, generasi ini sebenarnya cukup ramah dengan teknologi, hanya saja para ahli pemasaran terlalu fokus pada Milenial, dan kini Generasi Z. Alhasil, target konsentrasi pemasaran cenderung melupakan kebutuhan para Baby Boomer, yang mungkin memang berbeda dari generasi saat ini.

Mesin pencari bakal menemukan 49,5 juta artikel dalam waktu 0,39 detik ketika kata kunci ‘Millennials’ dimasukkan. Bahkan, dalam 0,22 detik, ia bisa menemukan 5,08 juta berita yang mengandung kata ‘Millenials’. Isi artikel-artikel ini beragam: dari definisi Millennials, riset-riset yang membaca dan menerjemahkannya, sampai iklan yang khusus mengincar mereka.

Untuk waktu yang relatif sedikit lebih lama, yakni 0,65 detik, mesin pencari justru menemukan artikel lebih sedikit untuk kata kunci "Baby Boomers": hanya 14,9 juta. Obrolan tentang Milenial memang lebih ingar-bingar di era ini, karena mereka adalah generasi dengan anggota berbasis usia yang paling berjubel di dunia.

Semua tetek bengek tentang generasi dalam rentang umur 23-37 tahun ini memang menarik dibicarakan. Mereka memang dikenal sebagai generasi yang paling narsis.

Padahal, menurut Karina, Baby Boomer adalah pangsa pasar yang baik. Pertama, karena jumlahnya masih besar. Ia mencontohkan, di Amerika Serikat, angkanya sampai 70 juta orang, dan menguasai 40 persen pasar. Sebanyak 70 persennya memengaruhi pendapatan sekali pakai, dan mewariskan sekitar 13 triliun juta dolar untuk anak-anaknya.

Mereka juga cukup tech-savy—asyik dengan teknologi—sebab 96 persen menggunakan mesin pencari, 95 persen punya email, dan 60 persen menghabiskan waktunya membaca blog dan artikel online. Sementara 70 persen menikmati menonton video produk dan layanan. Lewat Facebook, para generasi kakek-nenek atau orang tua kita ini tetap berinteraksi membagikan foto atau rekomendasi mereka atas suatu hal, termasuk berita.

Angka-angka ini jadi penting bagi para produsen untuk memikirkan kebutuhan Baby Boomers.

Sementara Generasi X—generasi di antara Milennial dan Baby Boomer—tidak punya perbedaan tabiat yang terlalu mencolok dengan Milennial. Dalam survei yang dilakukan AdReaction pada tiga generasi: X, Y (Milenial), dan Z di 39 negara, termasuk di Indonesia, tabiat ketiganya dalam mengonsumsi media tidak terlalu berbeda. Misalnya, dalam pemakaian ponsel, ketiganya memanfaatkan perangkat tersebut lebih dari 1 jam dalam sehari: Milenial paling unggul karena 91 persen melakukannya, sementara Gen Z hanya 80 persen, dan Gen X 70 persen.

Untuk konsumsi teve, radio, dan media cetak, sesuai prediksi, Gen X masih paling unggul dengan total 83 persen.

Jika jumlahnya digabung—antara Baby Boomer dan Gen X—keduanya bisa jadi pangsa pasar besar, yang sebenarnya kebutuhannya juga perlu dipikirkan.

Baca juga: Romantika Hidup Serumah dengan Mertua

Related

Relationship 1363916908712117847

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item