Memahami Cara Internet Memata-matai Penggunanya

Memahami Cara Internet Memata-matai Penggunanya

Naviri.Org - Perbedaan penting antara dunia maya dan dunia nyata adalah jejak yang kita tinggalkan. Di dunia nyata, ke mana pun kita pergi, bisa dibilang tidak dicatat siapa pun, bahkan oleh kita sendiri. Misalnya, pagi hari kita pergi ke kantor atau ke kampus. Siang hari kita makan di warung atau restoran, sore hari kita pulang ke rumah, dan malam hari kita menonton di bioskop. Semuanya tidak ada catatan.

Berbeda halnya dengan dunia maya atau internet. Semua yang kita lakukan akan tercatat dan meninggalkan jejak. Situs apa yang kita buka, barang apa yang kita cari, di mana kita mengakses internet, dan lain-lain, semuanya tercatat di dunia maya, entah kita sadar atau tidak. Dengan cara itulah, situs-situs di internet memata-matai penggunanya.

Biasanya, setiap kali pengguna mengunjungi sebuah situs tertentu, file teks kecil akan ditempatkan dalam folder di komputer pengguna. Teks kecil ini disebut cookies, yang merupakan log kapan Anda mengunjungi situs tersebut.

Cookie dirancang untuk mengingat item dalam troli belanja online, password, dan preferensi Anda, seperti bahasa dan zona waktu, dan sebagainya. Cookie membuat situs yang digunakan pengguna lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih menyenangkan. Tanpa cookie, misalnya, situs perbankan online akan membuat pengguna log off saat mereka browsing menggunakan akun mereka.

Cookie juga memungkinkan perusahaan membangun gambaran tentang siapa pengguna dan apa yang pengguna ingin lakukan, dan menciptakan riwayat browsing secara rinci. Informasi ini sangat dihargai oleh pemasang iklan yang menggunakannya, untuk menargetkan pengguna dengan iklan. Misalnya, Anda mencari satu set anting-anting di Google. Beberapa menit kemudian, di situs web lain, Anda mungkin menemukan ada iklan untuk produk tersebut atau yang serupa.

Pertanyaannya, apakah cookie melanggar privasi? Pada bulan Mei 2012, Uni Eropa mulai memberlakukan undang-undang yang mengharuskan pengguna internet untuk opt in sebelum cookie dibuat. Ini artinya, di browser ada pilihan apakah pengguna mau menerima cookie atau sebaliknya.

Namun demikian, pengguna sebenarnya dapat menonaktifkan cookie sama sekali, terlepas browser yang dipakai, apakah Internet Explorer, Firefox, Google Chrome, dan sebagainya. Pengguna juga dapat menghapus cookie yang telah ditinggalkan di komputer pengguna. Hati-hati bahwa menghapus cookie bisa membuat sulit dalam menggunakan beberapa situs, dan Anda mungkin kehilangan rincian login Anda.

Situs-situs media sosial lebih canggih dalam memata-matai pengguna. Tidak hanya cookie, tetapi juga dari profil yang diisikan oleh pengguna, seperti alamat, nomor telepon, agama, ras, dan banyak lainnya. Gambaran tentang pengguna kemudian dibangun untuk menampilkan iklan tetarget.

Baca juga: Apa yang Akan Terjadi jika Dunia Tanpa Internet?

Related

Internet 2399319370574788675

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item