3 Kasus Pemotongan Penis yang Paling Tragis di Dunia

3 Kasus Pemotongan Penis yang Paling Tragis di Dunia

Naviri.Org - Penis disebut alat vital bagi pria, karena fungsinya memang sangat vital alias sangat penting. Melalui penis, seorang pria bisa buang air kecil, yang artinya membuang racun-racun atau kotoran dalam tubuh. Melalui penis pula, seorang pria dapat melakukan hubungan seks dengan pasangannya.

Berdasarkan latar belakang itu, setiap pria tentu berupaya menjaga penis miliknya agar selalu sehat dan terawat, agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik, khususnya untuk buang air dan untuk berhubungan seks. Apa jadinya jika penis yang penting itu kemudian dipotong?

Meski kedengarannya mengerikan, kasus-kasus pemotongan penis cukup sering terjadi di dunia, dengan berbagai alasan. Tiga kasus berikut ini bisa dibilang sebagai kasus pemotongan penis dengan alasan yang konyol sekaligus tragis.

Suami ketahuan selingkuh

Perselingkuhan adalah hal yang biasanya dihindari, dan dikhawatirkan setiap pasangan dalam suatu hubungan. Alasannya cukup logis, karena selingkuh diartikan sebagai sesuatu yang melanggar komitmen alias tidak setia. Pandangan ini rupaya juga disepakati wanita bernama Shongpong Nammwan.

Ia mendapati suami yang dicintainya ternyata justru mengkhianati dengan cara berselingkuh. Mengejutkannya lagi, ternyata perselingkuhan yang dilakukan suaminya telah terjadi selama bertahun-tahun.

Merasa geram, Shongphong Nammwan memotong penis suaminya. Setelah terpotong, Shongphong Nammwan memberikan potongan penis tersebut kepada bebek peliharaannya. Ia menjelaskan, alasan memotong penis tersebut agar suaminya jera dan tidak akan melakukan perselingkuhan lagi.

Lelucon berakibat fatal

Di Cina, ada peraturan yang mengharuskan warga untuk cukup memiliki satu anak. Alasannya untuk menekan kepadatan penduduk. Rupanya, ada seorang pria di sana yang frustrasi karena telah memiliki 2 anak perempuan dan 1 laki-laki. Itu artinya ia harus membayar denda, karena melanggar aturan negara.

Suatu pagi, ia berangkat ke sawah dan meninggalkan 3 anaknya yang masih kecil. Sebelum pergi, ia sempat memberi lelucon bahwa penis adiknya bisa dihargai sangat mahal untuk membayar denda. Rupanya, lelucon tersebut berakibat fatal. Sepulangnya dari sawah, ia mendapati anak laki-lakinya mati mengenaskan karena penisnya dipotong oleh dua kakak perempuannya.

Merasa marah, ia langsung membunuh dua anaknya yang lain, lalu menyesali perbuatannya, dan memutuskan bunuh diri dengan meminum racun. Sang istri, yang baru tiba di rumah, sontak terkejut dan akhirnya depresi karena menyaksikan seluruh keluarganya mati mengenaskan.

Ditolak berhubungan dengan istri

Cerita lain dengan kasus serupa juga terjadi di Cina. Seorang pria berumur 44 tahun mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan. Organ vitalnya tidak dapat bekerja dengan baik, termasuk untuk berhubungan intim dan buang air. Kondisi ini mendorongnya untuk melakukan operasi transplantasi organ vital, agar istrinya bahagia.

Operasi pun dijalankan dan berhasil, namun ironisnya sang istri justru menolak berhubungan dengan suaminya, dengan alasan ia tidak mau berhubungan intim dengan penis milik orang lain yang telah ditransplantasikan pada suaminya tersebut.

Merasa depresi dengan penolakan serta pernyataan mengejutkan dari istrinya, pria itu pun memutuskan untuk memotong penisnya kembali.

Baca juga: Apa yang Terjadi jika Pria Kehilangan Penisnya?

Related

World's Fact 6436801289953631599

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item