Asal Mula Dinasti Rothschild Menguasai Amerika

Asal Mula Dinasti Rothschild Menguasai Amerika

Naviri Magazine - Amerika Serikat adalah negara besar, namun juga memiliki utang yang sama besar. Kepada siapa Amerika Serikat berutang? Kepada Federal Reserve alias The Fed, bank sentral di negara tersebut. Lalu siapa pemilik Federal Reserve? Pertanyaan itu menarik diajukan, karena jawabannya juga tak akalah menarik. Pemilik The Fed, dipercaya banyak orang, adalah Keluarga Rothschild.

Karena latar belakang itu, Keluarga Rothschild pun bisa mengendalikan dan menguasai Amerika, karena merekalah yang membiayai negara tersebut.

Di Amerika, Keluarga Rothschild dapat mengendalikan uang negara itu lewat Alexander Hamilton (utusan mereka di kabinet George Washington), ketika mereka mengatur sebuah bank sentral di Amerika Serikat yang disebut First Bank of the United States. Bank ini didirikan dengan perjanjian 20 tahun masa operasi.

Kondisi ini jelas berhubungan erat dengan pernyataan Mayer Amschel Rothschild pada tahun 1790: "Jika saya yang menerbitkan dan mengendalikan uang suatu negara, saya tidak peduli siapa yang menulis hukumnya."

Setelah 20 tahun, piagam Bank of the United States milik Keluarga Rothschild kadaluwarsa, dan Kongres menentang pembaruannya. Hal tersebut membuat Nathan Mayer Rothschild (anak ke-4 Mayer Amschel Rothschild) mengeluarkan ancaman untuk memberi pelajaran kepada orang-orang Amerika, dan membuat status mereka menjadi kolonial lagi.

Dengan didukung uang Rothschild dan perintah dari Nathan Mayer Rothschild, Inggris menyatakan perang terhadap Amerika Serikat. Tujuan penyerangan ini untuk membuat Amerika Serikat terlilit utang yang besar, sehingga menyerah kepada Inggris, dan piagam Bank of the United States kembali diperbarui.

Namun, karena Inggris masih sibuk melawan Napoleon, mereka tidak bisa mengalahkan Amerika, dan perang pun berakhir pada 1814 dengan Amerika tidak terkalahkan.

Kongres Amerika kemudian meluluskan sebuah rancangan undang-undang yang mengizinkan satu bank sentral yang dikuasai Rothschild, yang kemudian terkenal dengan sebutan Second Bank of the United States, dengan perjanjian hal itu berlaku selama 20 tahun.

Setelah 12 tahun kemudian, Second Bank of the United States membuat rakyat Amerika muak karena praktik manipulasi ekonomi dengan meraih keuntungan besar dan merugikan rakyat, sehingga mereka mendukung Senator Andrew Jackson dari Tennessee agar mencalonkan diri menjadi presiden.

Sialnya, bagi Keluarga Rothschild, Jackson memenangkan pencalonan presiden dan mulai memecat 2.000 orang dari 11.000 pegawai pemerintah Federal, sebagai aksi melawan bank Rothschild.

Perlawanan Presiden Jackson semakin terlihat, saat Second Bank of the United States yang dikuasai Rothschild meminta Kongres meluluskan pembaruan piagam, 4 tahun lebih cepat. Kongres menyetujui, namun Presiden Jackson memveto rancangan undang-undang tersebut.

Setelah itu, Presiden Jackson maju untuk kedua kalinya pada pencalonan presiden Amerika. Di sisi lain, Keluarga Rothschild menghabiskan lebih dari 3.000.000 dollar untuk membantu Senator Henry Clay dari Partai Republik untuk mengalahkan Jackson. Meski kemudian, Presiden Jackson memenangkan pemilu dengan selisih suara yang amat banyak pada November 1832.

Setelah terpilih kembali, Presiden Jackson mulai memindahkan deposito pemerintah dari Second Bank of the United States ke bank-bank yang langsung dipimpin oleh bankir-bankir mandiri. Peristiwa ini menjadi sejarah penting bagi Amerika, karena Presiden Jackson adalah satu-satunya Presiden yang pernah lunas membayar utang, dengan menebus angsuran terakhir utang negara.

Perseteruan antara Presiden Jackson dan Keluarga Rothschild mengakibatkan aksi pembunuhan terhadap Presiden Jackson. Tapi ajaib, pistol si pembunuh meleset. Belakangan, Presiden Jackson mengklaim tahu bahwa Keluarga Rothschild bertanggung jawab atas usaha pembunuhan tersebut.

Bahkan si pembunuh bayaran, Richard Lawrence, yang dianggap tidak bersalah dengan alasan gangguan jiwa, belakangan membual bahwa orang-orang kuat di Eropa telah menyewa dia, dan berjanji akan melindungi kalau dia tertangkap.

Presiden Andrew Jackson berhasil melempar bank sentral Rothschild keluar dari Amerika setelah masa kontrak berakhir, dan tidak diperbarui kembali.

Baca juga: Dinasti Rothschild di Balik Pembunuhan Abraham Lincoln 

Related

Insight 6009256305755046881

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item