Di Malaysia, Bayi Baru Lahir Sudah Punya Banyak Utang

Di Malaysia, Bayi Baru Lahir Sudah Punya Banyak Utang

Naviri Magazine - Ketika pemerintah suatu negara berutang, untuk tujuan apa pun, utang itu akan ditanggung oleh negara bersangkutan. Artinya, semua penduduk di dalamnya ikut bertanggung jawab terhadap utang yang dilakukan pemerintah. Dalam hal itu, penduduk ikut berperan serta menanggung utang pemerintah dengan membayar pajak.

Memang terkesan tidak adil, karena pemerintah yang berutang tapi rakyat yang membayar. Karena itulah, sebagian pihak gencar menyerukan agar pemerintah berhenti berutang, agar jumlah utang negara tidak terus membesar. Tujuannya tentu agar rakyat tidak ditimbuni beban tanggung jawab utang tersebut.

Masalah ini begitu tampak di Malaysia. Negara itu mengalami krisis parah, akibat utang yang menumpuk. Tentu saja yang melakukan utang adalah pemerintah. Tetapi, mau tak mau, rakyat Malaysia harus ikut menanggung, termasuk bayi-bayi yang baru lahir.

Pemerintah Malaysia, mulai 31 Mei 2018, mengajak rakyat untuk ikut membantu melunasi utang negara. Dalam tempo 24 jam pertama sejak penggalangan dana massal atau crowdfunding, terkumpul donasi $1,76 juta.

Rakyat Malaysia, melalui Malaysia Hope Fund atau Tabung Harapan Malaysia, harus berjibaku untuk melunasi utang negara senilai RM1 triliun sekira $251 miliar atau mencapai 80 persen PDB.

“Rakyat secara sukarela ingin berbagi pendapatan mereka dengan pemerintah untuk membantu meringankan beban melunasi utang,” kata Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng, yang memastikan kontribusi dan donasi rakyat dikelola dan diatur baik oleh pemerintah.

Utang pemerintah yang begitu besar bahkan telah membuat bayi Malaysia yang baru lahir harus menanggung beban utang sebesar RM33.000. Untuk melunasi utang negara, gaji para menteri harus dipotong 10 persen, pemecatan 17 ribu pegawai kontrak serta mengenakan pajak terhadap barang dan jasa. Malaysia juga harus menunda pembangunan sejumlah proyek infrastruktur untuk melunasi utang.

Sebagai bentuk keprihatinan, Sultan Muhammad V membatalkan upacara resmi dan resepsi hari ulang tahun. Rumah Tangga Kerajaan mengumumkan, dana ulang tahun sang raja Malaysia dialokasikan untuk membayar utang negara. Raja Malaysia juga menyumbang 10 persen gajinya kepada Hope Malaysia Fund.

Baca juga: Kisah Rakyat Korea Selatan Membayar Utang-utang Negara

Related

World's Fact 7457552987063973980

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item