Kisah-kisah Stuntman yang Tewas Saat Syuting Film (1)

Kisah-kisah Stuntman yang Tewas Saat Syuting Film

Naviri Magazine - Stuntman adalah tokoh penting dalam film, namun umumnya tidak dikenal penonton. Pasalnya, sosok stuntman memang tidak terlihat, karena fungsinya menjadi pemeran pengganti aktor utama. Keberadaan stuntman sangat penting dalam film, khususnya untuk film-film action yang banyak mempertontonkan adegan berbahaya.

Dalam proses syuting, adegan-adegan berbahaya dalam film biasanya akan diganti oleh stuntman. Meski yang tampak di layar film mungkin wajah si aktor utama, namun sebenarnya banyak adegan yang diperankan stuntman. Dalam proses itu, tidak jarang seorang stuntman harus mempertaruhkan nyawanya ketika syuting. Sebagian dari mereka ada yang mengalami kecelakaan, bahkan tewas di lokasi syuting.

Berikut ini adalah kisah-kisah para stuntman yang tewas dalam proses syuting film, yang akan memperlihatkan kepada kita bahwa peran mereka sangat penting, meski tak terlihat di film. Daftar ini dimulai dari syuting film-film lama sampai film-film terbaru.

William Hauber - The Aviator (1929)

Saat proses pengambilan adegan yang dilakukan lewat udara, sebuah pesawat—yang membawa kru kamera, Alvin Knechtel, dan William Hauber sang stuntman—jatuh hingga semua penumpangnya tewas.

Al Wilson - Hell's Angels (1930)

Tiga pilot tewas saat proses syuting berlangsung. Satu-satunya pesawat Sikorsky S-29-A milik Roscoe Turner, dengan tampilan seperti pesawat pengebom German Gotha, mengalami kecelakaan pada 22 Maret 1929, ketika pemeran pengganti pilot, Al Wilson, harus membuat pesawat yang dikemudikannya berputar-putar sebagai adegan akhir film Hell's Angels.

Naas, pesawat tidak dapat kembali dalam posisi normal. Dia sempat berupaya keluar dari pesawat dan mengubungi pihak mekanik, Phil Jones, yang berada di belakang pesawat, terlihat sedang berupaya menghentikan asap. Namun dia tidak mendengar panggilan Al Wilson, dan ikut mendarat keras bersama pesawat yang dinaikinya. Hanya satu adegan singkat pesawat Sikorsky berputar-putar tampil dalam film.

Errol Flynn - The Charge of the Light Brigade (1936)

Selama proses syuting rentetan adegan, seorang pemeran pengganti tewas ketika terjatuh dari kuda yang ditungganginya. Naasnya, pemeran pengganti tersebut mendarat mengenai pedang yang tertancap di tanah dalam posisi tegak. Arena pertarungan dalam naskah menceritakan ada sekelompok penunggang kuda yang berperang dalam arena tersebut. Sebanyak 125 kuda dilibatkan, dan 25 di antara kuda tersebut ada yang mati dan patah kaki.

Akibat kejadian ini, pihak yang bertanggung jawab dalam film mendapat tuntutan hingga berlanjut di Kongres Amerika, agar para pembuat film menjamin keselamatan hewan-hewan yang dilibatkan dalam film.

Berbeda dengan film yang mengikutsertakan Flynn, yang biasanya selalu ramai penonton, kali ini berbeda akibat kejadian tragis yang menimpanya, dan lebih dari 20 kuda mati di lokasi syuting. Rumah produksi Warner Brothers, yang menaungi film ini, tidak pernah merilis ulang film The Charge of The Light Brigade.

Fred Kennedy - The Horse Soldiers (1959)

Seorang pemeran pengganti berpengalaman, dan kadang terlibat peran sebagai aktor, Fred Kennedy, harus meregang nyawa ketika kuda yang ditungganginya jatuh saat pengambilan adegan berlangsung di Louisiana.

Sutradara John Ford merasa sangat terpukul akibat kejadian itu, dan dia menutup proses produksi film sementara waktu. Sisa adegan kemudian dilanjutkan di lembah San Fernando, dalam versi durasi adegan yang sudah dipotong.

Yevgeni Urbansky - Director (1969)

Aktor sekaligus stuntman berkebangsaan Uni Soviet, Yevgeni Urbansky, tewas dalam sebuah kecelakaan saat melakukan aksinya. Produksi film yang berlangsung tanggal 5 November 1965 berakhir tragis ketika sang pemenang nominasi "Aktor dengan Peran Terbaik" dalam Festival Film All-Union (1959) dan dihormati sebagai Aktor Rusia yang melegenda ini tewas saat melakukan adegan di jalanan berpasir.

Menurut skenario, mobil Aleksej Svorykin (karakter Urbansky) seharusnya berjalan melewati bukit pasir, mengambil alih mobil pengangkut barang dengan mendahuluinya. Salah satu pengambilan adegan paling sulit adalah membuat mobil memantul dengan memanfaatkan lompatan melalui bukit pasir.

Pengambilan adegan pertama berjalan baik, namun sutradara film menginginkan adegan itu sekali lagi, berharap mobil bisa melompat lebih tinggi. Adegan dilakukan kembali, namun kali ini tiba-tiba mobil berputar-putar, lalu terbalik. Yevgeni meninggal seketika saat kejadian itu.

Jose Marco - Shark! (1969)

Shark! merupakan salah satu film yang dikutuk akibat sering terjadi kecelakaan dalam proses produksinya, termasuk kematian tragis salah satu pemeran pengganti bernama Jose Marco.

Banyak yang mengatakan bahwa ada hiu putih yang merangsek masuk ke area produksi film, yang kebetulan dipenuhi air. Lokasi syuting berlangsung di sebuah Pantai Meksiko, dan hiu putih memangsa salah satu penyelam yang tidak lain adalah Jose Marco.

Charles Boddington - Von Richthofen and Brown (1971)

Pemeran pengganti yang bertugas sebagai pilot, Charles Boddington, tewas selama proses produksi film ketika pesawat bermesin ganda yang ia kendalikan jatuh di sebuah lapangan terbang Weston dekat Dublin, Irlandia. Tidak berhenti sampai di situ, hari berikutnya peristiwa serupa terjadi, mengakibatkan pilot Lynn Garrison dan aktor Don Stroud terluka.

Baca lanjutannya: Kisah-kisah Stuntman yang Tewas Saat Syuting Film (2)

Related

World's Fact 8485901313630069193

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item