Mengapa Harga Kendaraan Berbeda dengan Harga di Fakturnya

Mengapa Harga Kendaraan Berbeda dengan Harga di Fakturnya

Naviri Magazine - Ketika kita membeli kendaraan baru di dealer, entah sepeda motor atau mobil, kita akan mendapatkan faktur kendaraan yang dibeli. Faktur itu berfungsi sebagai dokumen yang mensahkan pembelian kita, sekaligus menjadi bukti bahwa kita memang pemilik kendaraan tersebut, sebelum BPKB dan STNK diterbitkan.

Jika kita perhatikan, di lembar faktur terdapat harga atau nominal dari kendaraan yang kita beli. Yang membingungkan, harga di lembar faktur tidak sama dengan harga yang kita bayar. Umpama kita beli sepeda motor dengan harga Rp15 juta, nominal harga yang tertera di faktur bisa jadi hanya Rp7 juta atau Rp8 juta.

Bagaimana dan mengapa perbedaan harga semacam itu bisa terjadi?

Pada faktur kendaraan bermotor, tercantum harga dasar kendaraan sebelum dikenai tarif bea balik nama (BBN), penerbitan STNK dan BPKB, serta pajak kendaraan. Harga yang tertera di faktur merupakan nominal yang dibayar dealer ke pabrikan.

Mengutip artikel US News berjudul "What Is Dealer Invoice Price?", harga kendaraan di dealer merupakan nilai MSRP (manufacturer’s suggested retail price) atau harga retail yang ditetapkan oleh pabrikan. Selisih antara “harga faktur” dengan MSRP menghasilkan keuntungan buat dealer dari setiap kendaraan yang terjual.

Namun, tidak keseluruhan selisih itu terserap menjadi keuntungan dealer. Disebutkan Motorcyclist, ada biaya pengiriman serta berbagai ongkos perawatan yang harus dikeluarkan dealer. Dalam konteks dealer di Indonesia, selisih harga faktur dengan harga on the road mencakup biaya penerbitan dokumen kendaraan.

Harga pada faktur pun tidak benar-benar merepresentasikan “harga pabrik” produk sepeda motor atau mobil. US News menyebut, dealer bisa mendapatkan keringanan untuk membayar produk tertentu dengan nilai di bawah harga faktur. Dengan begitu, mereka bisa menjual produk dengan banderol lebih murah atau memperbesar keuntungan.

Kompensasi harga dari pabrikan juga membuat dealer punya ruang untuk menjalankan strategi pemasaran. Mereka bisa membuat program cashback atau memberikan bonus aksesori kendaraan, untuk menggaet pembeli tanpa harus waswas kehilangan untung.

Dalam artikel US News dijelaskan, “Semakin usang (model) kendaraan yang dijual, ketertarikan pembeli untuk membeli dengan harga normal MSRP berkurang, dan dealer pun tidak membayar penuh sesuai harga faktur (kepada pabrikan). Berapa banyak pengurangan harga yang mereka bayar? Itu rahasia yang tidak pernah dibeberkan kepada Anda, dan tidak akan kalian temukan di situs manapun di internet."

Strategi potongan harga biasanya dilakukan untuk menjual produk yang kurang laris atau menjelang pergantian model. Berbeda dengan produk yang tengah populer dan permintaannya sangat banyak, dealer tidak ragu untuk menaikkan harga jual dari MSRP.

Faktur sebagai dokumen adalah bagian penting dari kendaraan. Bagi pemilik kendaraan, penting saat akan menjual secara kredit kendaraannya. Bagi pembeli, sangat penting untuk memastikan historis hingga jenis transmisi yang ada pada kendaraan yang akan dibeli. Sehingga menjaga dan menyimpannya patut diperlakukan seperti BPKB maupun STNK.

Baca juga: Hati-hati, Telat Perpanjang STNK Sampai 2 Tahun Bisa Berbahaya

Related

Business 9127417534371254608
item