Ini Sumber Kekhawatiran Masyarakat di Berbagai Belahan Dunia

Ini Sumber Kekhawatiran Masyarakat di Berbagai Belahan Dunia

Naviri Magazine - Pew Research Global Attitudes Project mengadakan survei opini publik mengenai kekhawatiran terbesar masyarakat dunia. Kira-kira, apa yang menjadi ancaman terbesar bagi dunia? Survei ini dilakukan di 44 negara dan melibatkan 48.643 responden berusia minimal 18 tahun, dengan wawancara metode tatap muka dan lewat telepon.

Ada 5 hal yang dijadikan isu besar ancaman bagi dunia, yakni kebencian agama dan etnis, ketimpangan, polusi dan lingkungan, senjata nuklir, dan AIDS serta penyakit lainnya. Berikut ini adalah hasil dari survei tersebut:

Dengan semakin meningkatnya kekerasan agama dan etnis, orang-orang di Timur Tengah menganggap isu tersebut sebagai ancaman utama bagi dunia. 34% responden di Timur Tengah menganggap kebencian berbasis agama dan etnis sebagai ancaman terbesar, diikuti dengan senjata nuklir dan ketimpangan.

Sementara orang-orang Eropa dan Amerika Serikat menganggap isu ketimpangan sebagai ancaman paling utama. Sebanyak 32% responden di Eropa dan 27% responden di Amerika Serikat menganggap isu ketimpangan sebagai kekhawatiran utama bagi mereka. Tampaknya, isu ketimpangan sangat terasa bagi masyarakat yang tinggal di negara maju.

Bagi masyarakat Asia dan Amerika Latin, isu polusi dan lingkungan serta senjata nuklir menjadi hal yang paling mereka khawatirkan. Sementara bagi masyarakat Afrika, isu AIDS dan penyakit lainnya menjadi kekhawatiran utama mereka, diikuti isu kebencian agama dan etnis.

Masyarakat Eropa secara umum melihat isu ketimpangan sebagai masalah utama, kecuali Inggris dan Perancis yang menganggap kebencian agama dan etnis sebagai ancaman. Namun Perancis juga menganggap isu ketimpangan setara dengan kebencian agama dan etinis.

Kekhawatiran terbesar terhadap ketimpangan terjadi di Spanyol, dengan 54% responden di negara tesebut mengatakan demikian. Diikuti oleh Yunani dengan 43% responden. Dua negara tersebut masuk dalam kelompok negara PIGS (Portugal, Italy, Greece, Spain) yang terkena dampak paling parah dari krisis utang Eropa, di mana negara mencabut berbagai jaminan sosial demi menekan utang pemerintah yang sudah terlalu tinggi.

Di Rusia dan Ukraina yang sedang bersitegang, masyarakat menganggap senjata nuklir sebagai ancaman terbesar mereka. Sementara itu, lima dari tujuh negara di Timur Tengah yang disurvei menganggap kebencian agama dan etnis sebagai ancaman utama.

Masyarakat Thailand, Filipina, Tiongkok, dan Vietnam, yang negaranya memiliki upah buruh murah dan menjadi tujuan perusahaan membuka pabrik, menganggap isu polusi dan lingkungan sebagai ancaman utama. Sementara itu, bagi masyarakat Malasyia, Indonesia, Bangladesh, dan India, kebencian berbasis agama dan etnis menjadi kekhawatiran utama.

Jepang, sebagai satu-satunya negara yang pernah dijatuhi bom atom, menganggap senjata nuklir sebagai ancaman utama bagi dunia. Ada 49% responden Jepang menyatakan senjata nuklir merupakan ancaman utama, tertinggi dibanding negara-negara lain.

Menariknya, hanya 12% responden Jepang yang menganggap ketimpangan sebagai ancaman. Ini berbeda dengan negara-negara ekonomi maju lainnya.

Masyarakat Pakistan juga memiliki kekhawatiran yang sama seperti Jepang, yaitu senjata nuklir. Sebanyak 30% responden Pakistan menganggap senjata nuklir sebagai ancaman utama. Hal ini tidak terlepas dari persaingan senjata nuklir negara tersebut dengan rival tetangganya, India.

Sedangkan bagi masyarakat Korea Selatan, ketimpangan merupakan ancaman utama, dengan 32% responden Korea Selatan menganggap ketimpangan antara orang kaya dan orang miskin sebagai kekhawatiran utama mereka. Hal ini senada dengan tipikal masyarakat negara ekonomi maju lainnya, kecuali Jepang.

Kekhawatiran masyarakat Amerika Latin terbagi menjadi tiga isu utama: senjata nuklir, polusi dan lingkungan, dan ketimpangan. Masyarakat Chile, Venezuela, Brazil, dan El Salvador menganggap senjata nuklir sebagai ancaman utama.

Masyarakat Kolombia, Peru, dan Nikaragua menganggap polusi dan lingkungan sebagai isu utama. Masyarakat Meksiko menganggap senjata nuklir dan isu polusi dan lingkungan sebagai ancaman utama. Sedangkan bagi masyarakat Argentina, ketimpangan menjadi kekhawatiran utama mereka.

Bagi negara-negara Afrika seperti Uganda, Tanzania, Afrika Selatan, Kenya, dan Senegal, AIDS dan penyakit lainnya menjadi ancaman utama mereka.

Sementara itu, bagi masyarakat Nigeria, kebencian agama dan etnis adalah ancaman utama. Ada 38% masyarakat Nigeria menganggapnya demikian. Hal ini kemungkinan terkait dengan keberadaan milisi Boko Haram di negara tersebut. Sementara itu seperempat responden Ghana menyatakan ketimpangan adalah isu utama yang mereka hadapi.

Secara umum di seluruh dunia, kekhawatiran terhadap kebencian berbasis agama dan etnis meningkat dari 17% pada 2007 menjadi 24% pada 2014. Sedangkan ancaman polusi dan AIDS menurun.

Terkait dengan krisis utang yang menerpa, masyarakat Eropa secara umum lebih khawatir terhadap isu ketimpangan karena kekhawatiran dicabutnya berbagai jaminan sosial. Sedangkan bagi masyarakat Timur Tengah yang dilanda konflik agama dan etnis, kekhawatiran terhadap kebencian berbasis agama dan etnis meningkat.

Sementara itu, dalam 12 tahun terkahir, kekhawatiran masyarakat Amerika Serikat berubah-ubah tergantung kondisi yang mereka hadapi. Pada 2002, kekhawatiran terbesar mereka (sepertiga responden) adalah senjata nuklir. Ini terkait serangan 11 September dan isu senjata pemusnah massal yang dimiliki Irak.

Pada 2007, setelah mengalami perang di Irak dan Afghanistan, kekhawatiran terbesar mereka (28% responden) adalah kebencian agaman dan etnis. Lalu pada 2014, enam tahun setelah resesi besar, kekhawatiran terkait ketimpangan yang dominan (27% responden).

Di beberapa negara, usia dan ideologi responden mempengaruhi kekhawatiran mereka. Di Jepang, responden berusia 18-29 tahun tidak terlalu peduli dengan isu senjata nuklir, sementara yang berusia di atas 50 tahun sangat peduli. Ini karena generasi muda tidak merasakan kengerian dampak bom atom yang dijatuhkan di negara tersebut pada Perang Dunia II.

Di Kenya dan Afrika Selatan, responden berusia muda lebih perhatian terhadap isu AIDS ketimbang responden berusia tua.

Di Inggris, responden yang berhaluan politik kanan lebih peduli terhadap isu kebencian agama dan etnis, sementara responden yang berhaluan politik kiri lebih peduli pada isu ketimpangan.

Hal yang sama ditemukan di Amerika Serikat. Responden yang Republikan lebih mengkhawatirkan masalah kebencian agama dan etnis, sementara responden yang Demokrat lebih menganggap ketimpangan sebagai masalah utama.

Di Indonesia, kekhawatiran terbesar masyarakat adalah kebencian berbasis agama dan etnis. Sebagai negara multi agama dan etnis, potensi tersebut memang tinggi, namun sekaligus sebagai tantangan yang harus diatasi. Tanpa kerukunan antar agama dan etnis, negara yang dihuni beragam agama dan etnis ini tidak akan dapat bertahan. Tantangan bagi pemerintahan baru untuk menyelesaikannya.

Baca juga: Seperti Ini Wujud Matahari Saat Kiamat Akhirnya Datang

Related

World's Fact 5899540024181408363

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item