Kasus Pembajakan Pesawat Paling Misterius di Dunia (Bagian 2)

Kasus Pembajakan Pesawat Paling Misterius di Dunia

Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Kasus Pembajakan Pesawat Paling Misterius di Dunia - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Fakta bahwa FBI merilis kembali sketsa wajah Cooper setelah 36 tahun, menunjukkan bahwa mereka tidak mau menyerah untuk membongkar kasus ini.

Keterangan resmi dari FBI baru-baru ini menemukan bahwa nama Dan Cooper ternyata berasal dari sebuah karakter komik terbitan Perancis tahun 1960. Jadi nama Cooper mungkin memang bukan nama asli.

Dalam perjalanan penyelidikan kasus ini, FBI menyusun daftar tersangka yang mencapai 1.000 orang. Dari 1.000 tersangka tersebut, ada tiga orang yang mungkin paling menarik perhatian. Yaitu Richard McCoy Jr, Duane L Weber, dan Kenneth P Christiansen.

Tidak berapa lama setelah kasus Cooper, pada 7 April 1972, seorang pria bernama Richard McCoy Jr naik ke pesawat milik maskapai United Airlines di Denver, dan menyerahkan catatan kepada pramugari yang berisi permintaan uang sejumlah $500.000 beserta empat parasut. Luar biasanya, ia berhasil lolos dengan cara yang sama seperti Cooper, terjun dari pintu buritan pesawat.

McCoy akhirnya ditangkap dua hari kemudian, setelah seorang temannya melaporkan, dan ia dihukum penjara 45 tahun. Pada Agustus 1974, McCoy ditembak mati setelah mencoba melarikan diri dari penjara.

Setelah peristiwa McCoy, mantan agen FBI bernama Russel Calame menerbitkan sebuah buku yang menyatakan bahwa DB Cooper dan McCoy adalah pria yang sama. Dalam buku itu disebutkan bahwa metode yang digunakan oleh McCoy sama persis dengan Cooper.

Namun teori ini dibantah, karena bisa saja McCoy hanya meniru apa yang dilakukan oleh Cooper. Lagi pula wajahnya tidak sesuai dengan deskripsi para saksi.

Lalu, pada tahun 2000, sebuah artikel di US News menyebutkan bahwa seorang janda bernama Jo Weber mengaku bahwa sesaat sebelum meninggal, suaminya, Duane L Weber, mengaku bahwa ia adalah Dan Cooper. Jo yang curiga lalu menyelidiki latar belakangnya, dan menemukan kesamaan-kesamaan yang menakjubkan dengan Cooper. Selain itu, Duane pernah mengakui cedera lutut yang dimilikinya akibat terjun dari pesawat.

Jo bercerita bahwa pada 1979, ketika sedang berkunjung ke sungai Columbia, Duane berjalan di tepi sungai sendirian, seperti sedang mengenang sesuatu. Lalu Jo juga menemukan tulisan tangan Cooper yang diberikan pada Ms Schaffer, persis dengan tulisan tangan suaminya.

Ia lalu menceritakan hasil penemuannya kepada mantan kepala FBI, bernama Himmelsbach, yang menyelidiki kasus Cooper. Himmelsbach setuju kalau kedua orang itu memiliki banyak kesamaan. Namun penyelidikan terhadap Duane Weber dihentikan karena FBI menemukan bahwa DNA dan sidik jari Duane tidak sama dengan sidik jari yang ditemukan di pesawat.

Pada 29 Oktober 2007, New York Magazine merilis sebuah artikel yang menyebutkan bahwa seorang pria bernama Kenneth P Christiansen telah diidentifikasi sebagai DB Cooper oleh sebuah biro penyelidik swasta.

Artikel ini juga menyebut bahwa Kenneth adalah mantan penerjun payung militer, mantan karyawan penerbangan, tinggal di Washington dekat lokasi pembajakan, dan kenal dengan karakteristik wilayah lokal dengan baik.

Yang paling mencurigakan adalah ia membeli sebuah properti, satu tahun setelah pembajakan. Ia juga suka minum bourbon dan merokok. Dan yang pasti, wajahnya sangat mirip dengan sketsa wajah Cooper. Namun FBI kemudian menolak teori ini karena tinggi badan, berat badan, dan warna matanya, tidak sesuai dengan deskripsi para saksi.

Setelah McCoy, Weber, dan Christiansen tidak lagi mendapat perhatian, pada tahun 2008 seorang pengacara dari Washington bernama Galen Cook muncul dengan teori yang luar biasa. Menurutnya, DB Cooper adalah seorang pria dari San Diego, bernama William Pratt Gosset.

Cook percaya bahwa uang tebusan yang diambil Cooper tersimpan di safe deposit Box di Vancouver, atas nama William Gosset yang meninggal tahun 2003. Pengacara itu juga menyebut bahwa sketsa yang dirilis FBI sesuai dengan wajah William Gosset.

Menurut Cook, Gosset pernah mengatakan pada tiga anaknya bahwa ia adalah DB Cooper, sambil menunjukkan sebuah kunci safe deposit box. Gosset juga pernah mengaku kepada seorang pensiunan hakim di Salt Lake City, bahwa ia adalah DB Cooper.

Hakim itu ingat saat Gosset bercerita kepadanya, "Pada tahun 1977, Gosset berjalan masuk ke kantorku dan menutup pintunya. Ia mengatakan bahwa ia mungkin sedang berada dalam kesulitan karena telah membajak sebuah pesawat dari Portland ke Seattle beberapa tahun yang lalu, dan tanpa sengaja telah meninggalkan sidik jarinya di situ. Ia mengatakan bahwa ia adalah DB Cooper. Aku segera mengatakan kepadanya untuk menutup mulut, dan jangan melakukan sesuatu yang bodoh, dan tidak lagi menyinggung masalah itu."

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari FBI mengenai William Gosset.

Sampai sekarang, Cooper masih belum ditemukan. Entah masih hidup atau sudah meninggal. Tapi peristiwa Cooper paling tidak telah merevolusi industri penerbangan di Amerika. Alat pendeteksi logam ditambahkan di banyak bandara. Beberapa peraturan baru ditambahkan.

Bahkan satu tahun setelah peristiwa Cooper, semua pesawat Boeing 727 diwajibkan memasang alat yang disebut "Cooper Vane", yang bisa mencegah pintu buritan dibuka selama penerbangan.

Dalam statusnya sebagai pelaku kejahatan yang misterius, boleh dibilang DB Cooper telah mencapai status sama seperti yang dimiliki Jack The Ripper. Namun, luar biasanya, tidak ada yang pernah melihat wajah Jack the Ripper sehingga sangat wajar jika ia tidak pernah tertangkap. Soal Cooper, sekitar 40 orang menyaksikan wajahnya di dalam pesawat, dan tetap saja FBI gagal menangkapnya. Inilah yang membuat ia menjadi legenda luar biasa.

Kasus Cooper, yang juga diberi kode "Norjak", sampai sekarang adalah satu-satunya kejahatan pembajakan pesawat yang tidak berhasil dipecahkan oleh FBI.

Related

World's Fact 6253796190625777430

Recent

item