Semua Pasien Virus Corona di Vietnam Berhasil Sembuh, Bagaimana Mereka Mengatasinya?

Semua Pasien Virus Corona di Vietnam Berhasil Sembuh, Bagaimana Mereka Mengatasinya? naviri.org, Naviri Magazine, naviri

Naviri Magazine - Di tengah meningkatnya kasus virus corona Covid-19, Vietnam mengumumkan bahwa seluruh pasien yang terinfeksi di negaranya telah dikeluarkan dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh.

Terdapat 16 pasien yang sebelumnya dikonfirmasi positif Covid-19, termasuk pasien tertua berusia 73 tahun, telah sembuh dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit.

Melansir Al Jazeera, dalam 15 hari terakhir, pemerintah tidak mendeteksi kasus infeksi baru. Kasus terakhir dilaporkan pada 13 Februari lalu.

"Jika bertarung melawan Covid-19 adalah perang, maka kami telah memenangkan ronde pertama. Tetapi bukan seluruh perang, karena situasi dapat jadi sangat tidak dapat diprediksi," kata pihak Kementerian Kesehatan, mengutip Deputi Perdana Menteri Vu Duc Dam.

Hingga kini, jumlah kasus infeksi Covid-19 di dunia telah mencapai 86.986, dengan 2.979 kasus kematian dan 42.372 pasien sembuh.

Respons yang tepat adalah kunci

Pejabat Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan ahli kesehatan mengatakan bahwa respons yang cepat dari pemerintah dalam kondisi darurat ini bersifat krusial, terutama pada tahap awal.

Pemerintah Vietnam pun mengumumkan bahwa 16 pasien dan pasien terakhir yang terinfeksi virus telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit pada Rabu (26/2/2020).

Perwakilan WHO di Vietnam, Dr Kidong Park, menghubungkan kesuksesan pemerintah Vietnam sebagai akibat dari sikap proaktif dan konsistensi sepanjang respons yang dilakukan.

Sebelumnya, mimpi buruk wabah Covid-19 di Vietnam dimulai ketika dua warga negara China dikonfirmasi positif terinfeksi di Ho Chi Minh City pada 23 Januari lalu, saat hari pertama libur tahun baru Imlek dirayakan.

Lalu, pada 1 Februari 2020, Vietnam secara resmi mengumumkan epidemi virus corona, ketika jumlah kasus meningkat menjadi 6 kasus.

Pada 13 Februari 2020, kementerian memerintahkan seluruh penduduk Son Loi, sebanyak 10.600 jiwa, untuk tinggal dalam isolasi selama 20 hari, setelah lebih banyak kasus dikonfirmasi.

"Belum ada obat untuk virus ini. Kami bergantung dan mengandalkan prinsip-prinsip fundamental," kata Deputi Menteri Kesehatan, Nguyen Thanh Long, saat 10 kasus dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Pekerja kesehatan telah diperintahkan untuk mengikuti beberapa protokol untuk menguji infeksi dan tingkat keparahannya.

Selain itu, pemerintah juga mengungkapkan bahwa keamanan para pelajar harus diutamakan. Kementerian menginstruksikan sekolah-sekolah untuk melakukan pembersihan ruang kelas, sebelum murid-murid melanjutkan kelasnya.

Pelarangan ekspor hewan liar

Meskipun Vietnam telah berusaha mengontrol virus dengan baik, beberapa pihak meyakini perlunya upaya lain, terutama dalam perdagangan hewan liar.

Hewan-hewan liar telah diidentifikasi sebagai sebuah link yang memungkinkan penyakit mematikan berpindah ke manusia, serupa dengan apa yang terjadi saat wabah SARS terjadi pada tahun 2002 dan MERS pada tahun 2012.

Vietnam, sebagai tempat perdagangan dan konsumsi hewan liar, juga mengambil langkah serius dengan pertimbangan ini. Pada 28 Januari lalu, Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc memerintahkan pelarangan impor hewan liar ke Vietnam.

Departemen Perlindungan Hutan juga memberlakukan pelarangan sementara permintaan hewan liar keluar Vietnam, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"Saat ini, tidak ada pelarangan langsung untuk konsumsi hewan liar, yang merupakan faktor pendorong dari dilakukannya perdagangan ilegal," kata Dr Ben Rawson dari World Wildlife Fund.

Belum usai

Keberhasilan Vietnam untuk mengendalikan penyebaran virus disebut tidak menjadi alasan negara itu untuk menurunkan standar keamanannya seperti Korea Selatan.

Sejak Korea Selatan menjadi pusat virus corona terbesar di luar daratan China, Perdana Menteri Vietnam telah memerintahkan larangan kunjungan dari negara tersebut.

Pada hari Jumat (28/2/2020), Vietnam mengumumkan penangguhan sementara visa bagi warga negara Korea Selatan, mulai Sabtu (29/2/2020). Di waktu yang sama, Vietnam juga mengumumkan bahwa wisatawan dari Iran dan Italia harus menjalani 14 hari karantina setelah kedatangan.

Sementara, pihak WHO di Vietnam mengatakan bahwa pertarungan melawan virus di negara tersebut masih jauh dari kata selesai, menyuarakan peringatan akan adanya peningkatan penularan global.

"Kita sedang berada di titik kritis dari wabah. Negara-negara, termasuk Vietnam, harus menggunakan waktu ini untuk mempersiapkan kemungkinan dari penularan yang lebih luas," pungkas perwakilan WHO di Vietnam, Dr Kidong Park.

Related

News 8836015169143985678

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item