Apa Investasi yang Menguntungkan Saat Ekonomi sedang Resesi?

Apa Investasi yang Menguntungkan Saat Ekonomi sedang Resesi?  naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Risiko resesi telah meningkat tajam akhir-akhir ini khususnya saat pandemi Covid-19. Berinvestasi di masa sulit memang membutuhkan pertimbangan.

Meski begitu, ada beberapa hal bijak yang mungkin dapat mengubah Anda. Pada dasarnya, semua jenis investasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Ada sejumlah instrumen yang bisa dijadikan opsi. Salah satunya adalah saham. Beberapa sektor yang terkena dampak Covid-19 bisa menjadi pertimbangan karena harganya yang berada di bawah harga normal. Namun, memilih saham jenis lain pun tetap bisa menguntungkan.

"Ada dua strategi utama saat membeli saham. Pertama, beli saham yang bisnisnya nggak terkena dampak. Contoh mi instan (emiten ICBP), perusahaan telkom. Kita yakin nggak bangkrut karena penggunanya banyak. Cuma jangan harap diskonnya banyak karena aman," kata CEO Investor Muda Jason Gozali, beberapa waktu lalu.

"Kedua, teman-teman cari yang benar-benar bisnisnya terdampak, contoh travel, Garuda Indonesia atau properti yang punya banyak mal harga jatuh luar biasa. Tinggal pilih mana yang asumsi nggak ada omzet, namun perusahaannya bertahan. Ketika pulih mereka balik lagi, teman-teman dapat yang berlipat-lipat," lanjutnya.

Bukan hanya saham, ada juga instrumen lain yang bisa menjadi pilihan. Misalnya obligasi atau surat utang. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa waktu lalu juga mengeluarkan Surat Berharga Negara Ritel, yakni Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI 017.

"Kalau kita tipe konservatif, takut pergerakan harga, kita bisa masuk ke obligasi pemerintah ritel 017. Pemerintah butuh bantuan kita atasi dampak pandemi Covid-19. Salah satunya ORI 17 dikasih bunga 6,4% setahun. Sebelum pajak 15%.

“Menurut saya itu lumayanlah buat yang pasti-pasti aja. Apa bisa gagal bayar? Menurut saya secara teori bisa, tapi agak kecil peluangnya untuk sebuah pemerintah gagal bayar obligasi," ujar Jason.

Related

Money 7900019271552111586

Recent

item