Tips Mempersiapkan Keuangan di Usia 30-an: Dari Dana Darurat sampai Asuransi


Naviri Magazine - Punya keinginan ini itu boleh-boleh saja. Tapi demi mencapai ketahanan sekaligus kemerdekaan finansial—hal yang juga kerap bikin galau orang-orang di usia 30-an—ada baiknya untuk menyiapkan dana darurat. 

Para pakar keuangan berpendapat, idealnya jumlah dana darurat adalah 6 kali jumlah pengeluaran bulanan. Seiring bertambahnya usia, anggaran untuk kebutuhan, tanggungan, dan cicilan wajib juga turut bertambah. Keberadaan dana darurat—yang jumlahnya bisa kamu tingkatkan melebihi batas ideal—akan membuatmu bertahan jika suatu saat berhadapan dengan situasi yang tidak diinginkan. 

Selain dana darurat, urusan lain yang boleh kamu pertimbangkan saat memasuki usia 30-an adalah punya tabungan dengan jumlah setara penghasilan setahun. Sebagai tabungan—dengan jumlah yang tidak kecil pula—finansial checklist dengan target seperti ini bukanlah perkara wajib, tapi akan lebih baik jika dimiliki. 

Dengan punya tabungan semacam itu, kamu akan lebih mudah mewujudkan keinginan tanpa perlu mengganggu dana darurat sepeser pun. Terdengar menyenangkan? 

Tentunya, merealisasikan itu akan lebih menyenangkan lagi. Jika memiliki tabungan dengan jumlah setara pemasukan setahun dianggap cukup sulit, kamu bisa mengupayakan hal tersebut dengan menambah jumlah penghasilan. Di usia 30-an, ketika kariermu mulai menanjak, skill dan relasimu juga turut berkembang, kan? 

Manfaatkan hal itu guna mendapatkan penghasilan tambahan, baik lewat menerima pekerjaan sampingan maupun membuka usaha anyar. Seiring bertambahnya jam terbang, kemampuanmu juga layak diuji dan dihargai, kan? 

Perkara berikutnya yang tidak boleh luput dalam daftar hal-hal yang harus kamu wujudkan di usia 30-an adalah perkara asuransi. Baik asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa. Meski secara fisik kamu belum merasakan sakit berat, ingat, kondisimu sekarang sudah jauh berbeda dengan kondisi tubuhmu satu dasawarsa silam. 

Saat memasuki usia 35, seseorang bahkan disarankan agar rutin melakukan medical check up, paling tidak setahun sekali. Sebab itu, perhatikan asuransi kesehatan yang kamu miliki, evaluasi premi dan nilai pertanggungannya, serta lakukan komparasi terhadap hasil medical check up terkini. 

Jika ada risiko kesehatan yang tampak bakal menyulitkan keuanganmu di kemudian hari, ada baiknya kamu meng-update asuransi kesehatan yang ada sedini mungkin. Adapun mengenai asuransi jiwa, layanan itu diperlukan sebagai proteksi agar saat terjadi hal-hal di luar rencana, secara finansial, keluargamu tetap terlindungi. 

Related

Tips 2212299233682643609

Recent

item