Ini 4 Hal yang Bisa Mengganggu Fungsi Seksual Pria


Naviri Magazine - Organ seksual pria pada dasarnya dapat berfungsi dengan baik, jika pria bersangkutan memang tidak punya masalah terkait seks. Asalkan tubuh dalam kondisi fit (tidak sedang kelelahan), pikiran juga tidak sedang stres, dan tidak sedang dalam kondisi mengidap penyakit tertentu, biasanya mereka dapat melakukan aktivitas seks dengan pasangan tanpa masalah.

Karenanya, ketika mengalami kondisi di mana fungsi seks terasa terganggu, misal stamina seks berkurang atau kurang keras dalam ereksi, dan Anda merasa perlu mengonsumsi obat kuat atau obat-obatan semacamnya, ada baiknya untuk mengonsultasikan kondisi kesehatan ke dokter spesialis urologi, untuk memastikan apakah penggunaan obat kuat aman untuk digunakan. 

Sementara gangguan fungsi seksual pada pria dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya empat hal berikut ini:

Penyakit tertentu

Disfungsi ereksi kerap dipicu oleh penyakit tertentu, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis), diabetes, obesitas, sindrom metabolik, penyakit Peyronie (perkembangan jaringan parut di dalam penis), dan gangguan tidur.

Beberapa kondisi lain yang juga diketahui dapat menyebabkan gangguan ereksi adalah gagal ginjal, sirosis, kelebihan zat besi pada darah atau hemokromatosis, skleroderma (pengerasan kulit), serta penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), yang sering diderita oleh perokok.

Selain itu, penyakit yang menyerang sistem saraf juga mampu memengaruhi ereksi, misalnya epilepsi, stroke, multiple sclerosis, Alzheimer, Parkinson, dan sindrom Guillain-Barré.

Faktor psikis

Salah satu faktor penting saat ereksi adalah kesehatan mental. Otak memainkan peran penting dalam memicu ereksi. 

Ereksi dimulai dengan adanya gairah seksual saat terjadi rangsangan, namun hal ini bisa terganggu karena beberapa kondisi psikologis seperti stres, depresi, kecemasan, atau masalah pada hubungan dengan pasangan. Gangguan seperti ini dapat diatasi dengan bantuan konsultasi atau terapi psikologis.

Faktor usia

Usia dan tingkat stres dapat menjadi faktor-faktor penentu seseorang mengalami gangguan ereksi. Selain itu, pria dengan kepercayaan diri yang rendah juga dapat mengalami disfungsi ereksi.

Cedera

Ketika bagian penis, bagian saraf, atau pembuluh darah di bagian punggung mengalami cedera, maka perlu diwaspadai karena hal itu dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Cedera di sekitar penis, juga dapat memicu pembentukan jaringan parut serta posisi penis yang melengkung secara tidak normal selama ereksi.

Selain itu, kebiasaan tertentu yang dapat menekan area di sekitar anus, seperti mengendarai sepeda dalam waktu yang lama, diduga dapat memicu terjadinya disfungsi ereksi juga. Cedera pada panggul yang memengaruhi organ seksual pria juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Related

Sexology 1604150307393488300

Recent

item