Terkena Sindrom Sleeping Beauty, Gadis Ini Biasa Tidur Sampai Dua Minggu


Naviri Magazine - Louisa Ball adalah gadis berusia 15 tahun, yang tinggal di Worthing, Inggris. Sekilas, dia tidak jauh beda dengan gadis-gadis belia lain. Tapi Louisa Ball punya “kebiasaan” yang tidak umum, yaitu bisa tidur sampai berhari-hari, bahkan hingga dua minggu. Karenanya, keluarga dan teman-temannya pun menjuluki Louisa Ball sebagai “Sleeping Beauty”.

Yang menjadikan Louisa Ball sering tidur sampai berhari-hari bukan karena dia pemalas atau suka tidur, melainan karena mengidap sebuah penyakit langka yang disebut kleine-levin syndrome atau sleeping beauty disease. Penderita penyakit tersebut bisa tertidur lelap sampai berminggu-minggu.

Karena kondisi semacam itu, Louisa Ball sering tidak masuk sekolah, bahkan sering melewatkan ujian sekolah, kursus menari, dan tak bisa ikut berlibur bersama keluarga, karena ia benar-benar tertidur sangat lama.  

Lottie Ball, ibu Louisa Ball, menceritakan bahwa kelainan yang terjadi pada anaknya dimulai saat Louisa Ball terkena flu. “Waktu itu dia meminum obat flu selama sekitar seminggu, tapi tidak pernah sembuh benar dari penyakitnya,” ia menceritakan. “Kemudian, kami tahu itu menjadi awal dari kebiasaan barunya. 

Ia merasa lelah dan kondisinya tidak juga membaik. Ia mulai sering ketiduran di sekolah, dan melakukan hal-hal tak wajar seperti mengigau saat tidur. Ini benar-benar menakutkan. Kami tak tahu harus berbuat apa.”

Louisa Ball dibawa keluarganya untuk berobat ke Rumah Sakit Worthing, namun waktu itu konsultan anak di sana menyatakan tidak tahu pasti apa yang menimpa gadis tersebut. Yang jelas, sejak itu, Louisa Ball mulai sering tertidur sampai 10 hari. 

Dalam sehari, dia bisa tidur hingga 22 jam, kemudian orang tuanya harus berjuang keras memberinya makan dan mengantarnya ke toilet. Bagaimana pun, Louisa Ball tetap butuh makan dan minum, untuk mempertahankan hidup. Jadi, saat dia terjaga dari tidurnya, meski sesaat, orang tuanya akan mengusahakan dia makan dan minum. Setelah itu, Louisa Ball biasanya akan tertidur kembali. 

Richard Ball, ayah Louisa Ball, menceritakan, “Louisa tidak bisa berbuat apa-apa selain tidur. Dia tak bisa ke sekolah saat tertidur. Sulit sekali membangunkannya, tetapi kami harus memberi makan dan air minum. 

“Kami harus cepat-cepat memberi dia makan selagi ada kesempatan, tetapi dia selalu mengigau dan melakukan hal tak masuk akal. Misalnya, ketika tidur, ia berjalan dan berbicara saat kami mencoba membangunkannya. Setelah tertidur selama sepekan atau 10 hari, dia tidak mengingat kejadian itu.”

Masalah medis yang diderita Louisa Ball baru terungkap setelah keluarganya membawa gadis itu ke Rumah Sakit St. George di Tooting, Inggris, dan konsultan di sana memastikan kalau Louisa Ball mengidap kleine-levin syndrome.

Sindrom itu merupakan salah satu jenis kelainan langka yang kerap disebut hipersomnia periodik. Penderitanya dapat tertidur dalam jangka waktu yang lama secara periodik. 

Para ahli belum dapat mengungkap penyebab kelainan tersebut, meski penyakit itu diduga berkaitan dengan gangguan fungsi hipotalamus, bagian otak yang mengatur selera makan dan tidur. Kelainan itu lebih banyak dialami pria ketimbang wanita, dan biasanya dapat hilang ketika menginjak dewasa.

Sejauh ini, belum ada pengobatan definitif untuk penyakit kleine-levin syndrome, namun ada dokter yang memberikan obat stimulan pada pasien agar tetap terjaga.

Related

Health 1173366125916345745

Recent

item