3 Jenis Pria yang Tidak Boleh Mengonsumsi Obat Kuat


Naviri Magazine - Kita mungkin pernah atau bahkan sering menemukan berita tentang pria yang meninggal usai berhubungan seks. Biasanya, kasus-kasus semacam itu terkait dengan penggunaan obat kuat. Si pria biasanya mengonsumsi obat kuat sebelum berhubungan seks, lalu mengalami masalah sebagai dampak atau efek samping penggunaan tersebut.

Sebaiknya, jangan sembarangan membeli obat kuat di pinggir jalan. Obat yang dijual bebas semacam itu biasanya ilegal. Ada campuran sildenafil alias obat disfungsi ereksi, yang seharusnya dijualbelikan dengan resep.

Berdasarkan temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), 51 obat tradisional berbahan kimia, dan 42 di antaranya ilegal. Bahan kimia yang paling banyak ditemukan: sildenafil.

Andri Wanananda, dokter yang juga pengamat kesehatan seksual menegaskan, mengonsumsi sildenafil tanpa aturan pakai yang jelas bisa berbahaya. Tak tanggung-tanggung, maut mengintai di baliknya. Berikut ini adalah golongan pria yang dilarang minum obat kuat.

1. Usia 40 tahun ke atas yang mengonsumsi Isosorbide Dinitrate

Umur 40 tahun ke atas merupakan usia rawan untuk disfungsi ereksi. Di sisi lain, usia itu juga berbahaya jika mengonsumsi sildenafil.

Dijelaskan Andri, tidak semua pria berusia di atas 40 tahun bahaya mengonsumsi obat kuat. Itu hanya berlaku bagi mereka yang pada saat yang sama juga meminum Isosorbide Dinitrate, obat untuk jantung.

"Kalau tensinya bagus, harus di-wash out dulu. Tidak boleh minum obat itu (Isosorbide Dinitrate) selama tiga hari. Baru kasih sildenafil," ujarnya.

Meminum obat herbal untuk kondisi itu tidak banyak membantu. Sebab, herbal belum berpengaruh banyak terhadap disfungsi ereksi.

Herbal yang punya efek langsung, artinya sudah dibubuhi sildenafil dalam dosis tak tentu. Itu berbahaya bagi penderita jantung, terutama yang berusia di atas 40 tahun dan sedang mengonsumsi obat lain.

2. Orang berpenyakit jantung

Andri yang juga anggota Asosiasi Seksologi Indonesia menjelaskan, sildenafil mulanya digunakan untuk obat jantung. Fungsinya melebarkan pembuluh darah menuju jantung.

"Tapi peneliti melihat (pembuluh darah) yang melebar lebih banyak di penis," kata Andri. Peneliti pun merasa itu sebuah 'anugerah' bagi penemuan obat untuk disfungsi ereksi. "Ini revolusi di bidang kedokteran, untuk obat disfungsi ereksi yang benar-benar berkhasiat." 

Tetapi di sisi lain, sildenafil menjadi berbahaya bagi penderita jantung. Bahan itu akan menurunkan tekanan darah secara drastis, sehingga mengakibatkan berkurangnya aliran darah menuju jantung, dan memicu serangan jantung.

3. Orang bertekanan darah tinggi (hipertensi)

Kata Andri, ada cara mudah menguji apakah Anda tak boleh mengonsumsi obat kuat karena hipertensi. Coba naik tangga setinggi dua lantai. Jika Anda tersengal-sengal dan merasakan nyeri di bagian dada, itu berarti lampu merah untuk obat kuat.

"Hubungan intim juga meningkatkan tekanan darah," kata Andri menambahkan.

Jika obat kuat dikonsumsi lalu ditambah aktivitas seksual, itu akan memacu tekanan darah ke puncak. Penderita hipertensi pun bisa menjemput maut.

Related

Sexology 1600268288330585381

Recent

item