Asal Usul Gelar Habib dan Sejarahnya di Indonesia (Bagian 1)


Selain Habib Rizieq Shihab dan Habib Bahar bin Smith, ada banyak habib yang populer karena dakwahnya. Sebut saja Habib Ali Kwitang (pemimpin Majelis Tak'lim Kwitang), Habib Luthfi bin Yahya (pendakwah Nahdlatul Ulama), Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan (Pengasuh Ponpes Al-Fachriyah Tangerang), Habib Hasan bin Ja'far Assegaf (Pemimpin Majelis Taklim Nurul Musthofa Jakarta), Habib Novel Alaydrus (pengasuh Majelis Ar-Raudhah Solo), dan masih banyak Habib lainnya yang mempunyai pengaruh besar. 

Banyak yang bertanya-tanya dan tak sedikit yang salah kaprah memahami gelar Habib tersebut. Apa dan siapa sebenarnya Habib, dan bagaimana sejarahnya di Indonesia? 

Sebelum becerita jauh tentang sejarahnya, ada baiknya kita telaah dulu apa yang dimaksud dengan Habib. 

Secara tekstual, Habib berarti “kekasih”. Terkadang orang Arab menulisnya dengan Habeeb yang berarti “yang tercinta" atau "yang terhormat”. Ada juga yang menyebut bahwa Habib berasal dari kata Habaib, yang artinya adalah keturunan Rasulullah SAW yang dicintai. 

Habib adalah gelar kehormatan yang ditujukan kepada para (dzurriyah) keturunan Nabi Muhammad SAW yang tinggal di lembah Hadhramaut (Yaman), Asia Tenggara, dan pesisir Afrika Timur. 

Selain gelar Habib, ada juga julukan lain yang bermakna serupa yaitu Sayyid dan Syarif. Adapun keturunan Nabi yang berasal dari jalur Husein disebut Sayyid, sedangkan keturunan Nabi dari jalur Hasan sering disebut Syarif. 

Ciri khas para Habaib dikenal dengan penampilan yang indah dan wajah bercahaya. Pakaian mereka tak pernah lepas dari Imamah (penutup kepala), sorban dan jubah (gamis) putih. Terkadang mereka membawa tongkat, dan di jari kelingking kanan mereka menempel cincin perak yang semuanya merupakan sunnah Nabi. 

Menurut dai lulusan Institute of Arab Studies Kairo Mesir Ustaz Dr Miftah el-Banjary, istilah Habib terambil dari bahasa Arab yang berarti “Kekasih” atau “Orang yang Dikasihi”. Dalam bentuk jamak biasa disebut “Habaib”. Habib merupakan gelar kehormatan bagi keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Sayyidina Husein. 

“Di Indonesia, istilah Habib lebih populer sering digunakan ketimbang sebutan Syarif atau Sayyid meski keduanya sama-sama ditujukan untuk menyebut garis keturunan Rasulullah SAW (Ahlu Bait),” terang Ustaz Miftah. 

Sebutan “Sayyid” atau “Syarif” merupakan gelar kehormatan yang dikhususkan bagi keturunan al-Faqih Muqaddam. 

Ustaz Miftah menceritakan, di beberapa negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir, Maroko, Yordania, Libia, Tunisia yang notabene merupakan anak keturunan Rasulullah dari jalur Sayyidina Hasan, sebutan “Habib” tidak terlalu populer. Mereka lebih dikenal dengan sebutan “al-Hasani” untuk menegaskan bahwa mereka memiliki jalur nasab yang mulia. 

Di Persia (Iran) lebih dikenal dengan sebutan “Ahlu Bait”. Pada umumnya, anak cucu keturunan Rasulullah di Hadramaut (Yaman) yang notabene merupakan keturunan Sayyidina Husein lebih senang menisbahkan kelompok keluarga mereka pada sebutan Bani ‘Alawiyyin, sebab merujuk pada ‘Alwi bin Abdullah bin al-Muhajir bin Isa yang pertama mendapat gelar “Alawi”. 

Sejarah Kehadiran Habib di Indonesia 

Asal muasal kehadiran para Habib di Indonesia sebenarnya telah ada sejak dulu sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Mereka datang dari Hadhramaut (Yaman). Di Indonesia, ada satu organisasi yang bertugas menghimpun WNI keturunan Arab, khususnya yang memiliki keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW atau keluarga Alawiyyin. Lembaga ini berkantor pusat di Jakarta. 

Dikutip dari Gana Islamika, Ketua Dewan Pimpinan Rabithah Alawiyah Habib Zein bin Umar bin Smith mengungkapkan, dzurriyah (keturunan) Nabi ini dapat ditelusuri dari pendirinya, yaitu Ahmad bin Isa (wafat tahun 345 H). Pria yang dikenal dengan nama Al-Imam Ahmad bin Isa atau al-Imam al-Muhajir ini adalah generasi ke-8 dari keturunan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra. 

Ahmad bin Isa melakukan hijrah dari Basra ke Hadhramaut (Yaman) bersama keluarganya pada tahun 317 H untuk menghindari Dinasti Abbasiyah yang berkuasa saat itu. Mereka hijrah dari Basrah ke Hadhramaut mengikuti kakek buyutnya, yaitu Muhammad Rasulullah SAW yang hijrah dari Mekah ke Madinah. 

Baca lanjutannya: Asal Usul Gelar Habib dan Sejarahnya di Indonesia (Bagian 2)

Related

Moslem World 2314116063675151022

Recent

item