Ini yang Akan Terjadi Jika Serangga Hilang dari Bumi


Naviri Magazine - Di antara hewan-hewan yang kerap mengganggu manusia, serangga adalah salah satunya. Serangga sering kali berwujud hewan-hewan kecil, tapi keberadaannya terasa mengganggu. Seperti nyamuk yang menggigit hingga kita gatal dan bentol-bentol, atau lalat yang terbang ke sana kemari, lalu hinggap seenaknya di makanan kita, dan lain-lain.

Serangga atau insecta merupakan kelompok organisme tidak bertulang belakang, yang memiliki tiga bagian tubuh, yaitu kepala, thorax, dan abdomen. Serangga mempunyai sepasang antena serta tiga pasang kaki. Beberapa jenis serangga juga memiliki sayap. 

Jumlah spesies serangga berkisar antara 6 hingga 10 juta, dan berpotensi mewakili lebih dari 90% bentuk kehidupan hewan yang berbeda-beda di bumi. 

Jika dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengeluhkan keberadaan serangga, bagaimana jadinya jika mereka semua menghilang dari kehidupan kita? 

Sisi positif yang akan kita dapatkan jika serangga tidak ada dalam kehidupan kita adalah tidak akan ada lagi gigitan nyamuk yang menyebalkan, sengatan tawon yang menyakitkan, hinggapan lalat pada makanan kita, atau rayapan kecoa yang menjijikkan. Tidak ada lagi berbagai macam penyakit mematikan seperti malaria dan demam berdarah yang membunuh belasan ribu orang setiap tahun. 

Lalu, apa sisi negatifnya?

Perlu kita ketahui, serangga berperan penting dalam sistem rantai makanan. Sebagian besar jenis unggas, reptil, dan amfibi, menggantungkan hidup mereka dengan memakan serangga. 

Jika serangga tidak ada untuk dimakan, hewan-hewan tadi akan mati dan mengalami kepunahan. Hal ini sangat merugikan manusia sebagai salah satu konsumen puncak dalam rantai makanan, yang mana 78% populasi manusia adalah pemakan daging. 

Jika tidak ada daging untuk dimakan, bukankah kita bisa menjadi vegetarian? Tidak semudah itu! Buah dan sayur yang kita konsumsi turut dihasilkan oleh serangga penyerbuk. 

Lebah madu contohnya. Lebah madu mengantarkan serbuk-serbuk sari jantan dari satu tumbuhan ke bagian reproduksi betina pada tumbuhan lain. Hal inilah yang memicu terjadinya perkembangbiakan pada sebagian besar tumbuhan berbunga. 

Serangga juga berperan bagi kelangsungan hidup tanaman pangan, salah satunya dengan cara mengendalikan laju pertumbuhan gulma, serta memakan sisa-sisa organisme yang telah mati, sehingga membuat tanah kaya kandungan karbon, air, serta nitrogen. 

Serangga juga berperan membuat rongga-rongga udara di dalam tanah, yang berguna bagi kesuburan tanaman. Jika tidak ada serangga, dipastikan hampir semua jenis tumbuhan akan mengalami kepunahan. 

Apa yang akan terjadi pada kita?

Bila serangga benar-benar menghilang dari muka bumi, manusia harus berupaya keras untuk membudidayakan sumber makanan baru (bisa saja hewan serta tumbuhan laut, jamur, protista, bakteri, dan archaea). 

Pada akhirnya, kita tidak perlu mengeluh berlebihan terhadap kehadiran serangga. Karena, tanpa kita sadari, di balik kecilnya tubuh mereka, kehadiran serangga memiliki dampak yang besar bagi kehidupan kita.

Related

Science 4318699831739959539

Recent

item