Penting! Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Jika Terinfeksi Omicron


Varian Covid-19 omicron telah terdeteksi di Indonesia. Beberapa kasus di antaranya diketahui berasal dari transmisi lokal.

Seperti diungkap para ahli, omicron dua kali lebih menular dibandingkan varian delta, yang artinya potensi omicron meluas cukup tinggi. Jika Anda terpapar omicron, ini adalah hal terpenting yang perlu Anda lakukan, menurut ahli:

1. Isolasi di rumah

Hal terpenting yang harus dilakukan jika positif omicron adalah melakukan isolasi di rumah. Pedoman baru dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengimbau agar mereka yang terpapar omicron untuk dikarantina selama lima hari. 

Kemudian, setelah lima hari tidak ada gejala atau gejalanya membaik Anda dianjurkan tetap memakai masker selama lima hari ke depan ketika berinteraksi dengan orang rumah atau keluar rumah.

2. Lindungi orang lain

Jika Anda tinggal dengan orang lain, sebisa mungkin tetaplah di ruangan tertentu dan jauh dari orang lain dan hewan peliharaan. Jika memungkinkan, sebaiknya menggunakan kamar mandi terpisah. 

“Jika ingin berkomunikasi dengan orang rumah atau hewan peliharaan, pakailah masker. Jangan lupa buka pintu atau jendela untuk meningkatkan ventilasi,” demikian saran CDC seperti dilansir di Eat This Not That.

3. Informasikan orang yang sempat kontak

Jika Anda dites positif Covid-19, CDC merekomendasikan untuk memberi tahu orang yang pernah kontak erat selama periode 24 jam. Kontak erat diartikan sebagai orang yang berbincang selama 15 menit atau lebih dalam jarak enam kaki.

"Bahkan saya akan khawatir jika kontak selama 6,5 menit,” kata professor of medicine di divisi penyakit menular University of North Carolina di Chapel Hill, David Wohl.

4. Konsultasi dengan dokter

Menurut CDC, kebanyakan orang yang tertular varian omicron mengalami gejala ringan dan dapat pulih sendiri di rumah. Tetapi para ahli menyarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter tentang pengobatan potensial untuk meredakan gejala.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) baru-baru ini menyetujui Paxlovid, obat antivirus yang menurut uji klinis mengurangi risiko rawat inap pasien yang tidak divaksinasi hingga 88 persen. Masalahnya, obat itu sangat baru sehingga persediaannya sangat terbatas. 

Tetapi jika Anda berisiko tinggi mengalami gejala parah, dokter mungkin dapat meresepkannya. Obat lain yang potensial seperti seperti inhaler dapat membantu mengurangi gejala pada saluran pernafasan.

5. Tetap waspada dengan gejala baru

Segeralah mencari perawatan medis darurat jika mengalami kesulitan bernapas, rasa sakit atau tekanan yang terus-menerus di dada, kebingungan, area bibir dan kulit kuku terlihat pucat dan berwarna biru.

Jika Anda masih sehat, tetaplah menaati protokol kesehatan demi menghindari penularan Covid-19 varian omicron. Dapatkan vaksinasi segera, jika belum divaksin; selalu mengenakan masker jika berkunjung ke daerah dengan tingkat vaksinasi rendah; hindari kerumunan dan jaga jarak fisik; tetap jaga kebersihan dengan membawa hand sanitizer ke mana pun.

Related

Health 1241055124420360093

Recent

item