3 Cara Melakukan Konfrontasi Orang yang Ghosting Kamu


Tidak aneh jika kamu memutuskan untuk mengonfrontasi seseorang yang telah meng-ghosting kamu. Momen ini juga bisa dijadikan sebagai pembelaan terhadap diri kamu tanpa dianggap dramatis. Namun mengonfrontasi orang yang telah meng-ghosting kamu perlu beberapa cara agar terkesan kuat dan bisa membuatnya berpikir.

Saat kamu menghadapi seseorang yang tiba-tiba menghilang, kamu harus pastikan bahwa memang itulah yang terjadi sebelum kamu menyuarakan betapa sakitnya kamu. Jangan biarkan rasa sakit atau malu memengaruhi nada konfrontasi kamu. Mengutip Elite Daily, berikut cara konfrontasi sang ghoster.

1. Cari Tahu Terlebih Dahulu

Terkadang, ada orang yang lupa menanggapi pesan, apalagi jika sibuk. Bisa saja pekerjaan sedang banyak, dalam perjalanan dinas ke luar kota, atau keadaan darurat lainnya. Hal tersebut tidak lepas dari kemungkinan bahwa dia belum bisa kembali kepada kamu atau membalas pesan kamu. 

Jadi tindak lanjut yang sederhana bisa dilakukan dengan bertanya "Hai, apa kabar? Aku ingin tahu apakah chat terakhir aku diterima?” Pesan tersebut tidak menuduh dan juga memberi dia kesempatan untuk menanggapi tanpa merasa perlu membela diri.

Lalu beri dia waktu 24 jam untuk menanggapi. Percaya atau tidak, tidak setiap orang terpaku pada gawainya. Jika kamu mengirim chat pada siang hari, masuk akal jika dia tidak merespons saat bekerja. Tunggu satu hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mengabaikanmu dan kamu tidak tahan lagi.

2. Jujur dengan Singkat dan Cepat

Konfrontasi kamu harus fokus pada perasaan kamu, Dia bukan penjahat, jadi jangan mulai dengan penghinaan. Ghoster sebenarnya adalah orang biasa. Dia hanya tidak khawatir tentang konsekuensi dari berbicara atau berhubungan dengan seseorang. Dia mungkin tidak bermaksud menyakiti kamu dengan menghilang. Dia mungkin hanya tidak memikirkan kamu sama sekali.

Jadi ketika kamu mengonfrontasi dia, kamu ingin memastikan bahwa dia menyadari bahwa kamu adalah orang yang nyata dan tindakannya memiliki konsekuensi. Pesan sederhana yang menyampaikan kejujuran perasaan kamu akan memiliki kekuatan. Bahkan jika dia tidak membalas, itu mungkin akan membangkitkan respons emosional dalam dirinya.

3. Jangan Harap Dia Merespons

Jangan mengonfrontasi ghoster dengan harapan dia akan merespons kamu kembali. Jika kamu telah mencapai titik hendak mengonfrontasinya, itu berarti kamu tidak memiliki harapan atau keinginan untuk bertemu dia lagi. Jangan repot-repot menelepon jika hal itu akan menyebabkan tekanan emosional atau membuat kamu menunggu balasannya secara obsesif.

Begitu kamu berhasil melakukan konfrontasi terhadap pelaku ghosting, tugasmu sudah selesai. Faktanya, kamu harus menghapus semua tentangnya dari ponsel dan semua media sosial sepenuhnya.

Related

Relationship 4336242670847970916

Recent

item