Misteri Mesin Pembuat Kiamat yang Tersimpan di Dasar Bumi


Naviri Magazine - CERN (European Organization for Nuclear Research), atau Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir, adalah sebuah kompleks laboratorium percepatan partikel terbesar di dunia, yang terletak di perbatasan antara Prancis dan Swiss, persis di sebelah barat Jenewa.

Konvensi yang menyetujui organsisasi ini ditandatangani pada 29 September 1954. Israel adalah negara pertama dan satu-satunya negara non-Eropa yang diberi keanggotaan penuh. Akronim CERN berasal dari Conseil Européene pour la Recherche Nucléaire, sebuah dewan yang didirikan untuk mendiskusikan pembangunan fasilitas penelitian fisika nuklir di Eropa.

Yang mungkin jarang diketahui, CERN memiliki mesin yang mampu menciptakan kiamat, yang disebut The Large Hadron Collider (LHC).

LHC adalah mesin raksasa yang dibuat para ilmuwan jenius di CERN, yang dirancang untuk memecahkan partikel yang diharapkan dapat menjawab beberapa pertanyaan dalam fisika kuantum. Mesin yang berbentuk lingkaran ini memiliki panjang 27 km, dan terletak di kedalaman 175 meter di bawah tanah perbatasan Prancis-Swiss.

Subjek pemecahan partikel telah menarik perhatian para ilmuwan dan penggemar science fiction di seluruh dunia, mengingat eksperimen ini juga dipercaya dapat menciptakan lubang hitam mini, yang sering dianggap sebagai cikal bakal mesin waktu. Walaupun dibantah oleh beberapa fisikawan ternama, seperti Michio Kaku.

LHC juga sempat diangkat dalam novel Dan Brown, berjudul Angels and Demons.

Saat ini, CERN mempekerjakan sekitar 8.000 ilmuwan jenius yang mewakili 580 universitas ,yang berasal dari 80 negara. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui kalau cikal bakal internet pertama kali bermula dari CERN.

Pada tahun lalu, LHC mengalami pemanasan yang berlebihan di beberapa bagian, setelah sebuah potongan kecil Baguette (sejenis roti) mendarat di sebuah peralatan yang ada di permukaan tanah, tepat di atas cincin akselerator. Potongan roti itu dijatuhkan oleh seekor burung.

Dr Mike Lamont, kordinator mesin LHC, mengatakan bahwa potongan kecil baguette itu dipercaya dijatuhkan oleh seekor burung yang lewat, dan telah menyebabkan suhu magnet superkonduktor naik dari -271.1 C menjadi -265 C, titik dimana magnet berhenti berfungsi.

Dalam teori, jika LHC beroperasi secara penuh, peristiwa ini dapat menjadi bencana besar. Namun, menurut para ilmuwan, mereka telah menyediakan sistem keselamatan memadai, yang dapat mematikan mesin secara otomatis sebelum suhu naik lebih tinggi.

Apabila beroperasi, LHC akan menembakkan proton dan ion timah yang akan bergerak menyusuri rute berbentuk lingkaran, dengan kecepatan yang hampir menyamai kecepatan cahaya. Proton dan ion timah tersebut mengandung energi setara dengan kereta super cepat, yang bergerak dengan kecepatan penuh.

Tahun lalu, mesin seharga 10 miliar dolar Amerika ini justru menjadi rusak setelah energi super besarnya menjadi tidak terkontrol, dan menyebabkan kebocoran gas helium.

Kerusakan beruntun yang dialami oleh LHC telah menyebabkan sebagian ilmuwan berspekulasi bahwa mesin ini telah disabotase oleh partikel lintas waktu mereka sendiri, yang datang dari masa depan. Pendapat ini mirip dengan film terminator, dimana sesosok robot diutus untuk membunuh cikal bakal pemimpin pemberontakan masa depan.

Namun, eksperimen CERN ternyata tidak mendapat kata sepakat di kalangan ilmuwan. Menurut sebagian ilmuwan, jika lubang hitam mini tercipta, dan terjadi sesuatu di luar perhitungan, bisa saja lubang hitam tersebut membesar tanpa terkendali, dan menelan apa saja yang berada di dekatnya. Dengan kata lain, kiamat!

Seperti kita ketahui, lubang hitam memiliki gaya gravitasi super kuat, sehingga bahkan cahaya pun ditelan olehnya.

Karena itu, di sejumlah negara di Amerika dan Eropa, beberapa ilmuwan telah mengajukan gugatan hukum agar CERN menghentikan usaha untuk memecahkan partikel.

Apakah mungkin seekor burung dikirim dari masa depan untuk menggagalkan usaha CERN? Pertanyaan menarik. Paling tidak, ia tahu di mana harus menjatuhkan rotinya supaya mesin itu rusak.

Makin menarik kalau kita membayangkan bahwa seekor burung yang menjatuhkan remah rotinya dapat menggagalkan kejeniusan 8.000 ilmuwan, dengan mesin super rumit dan super mahal.

Related

Technology 2066433561092333202

Recent

item