Benarkah Pria Berotot Lebih Menarik di Mata Wanita? Ini Kata Penelitian


Memiliki tubuh berotot tampaknya menjadi dambaan bagi sebagian pria. Karena itu, banyak dari mereka yang rela menghabiskan waktu berjam-jam di gym untuk latihan angkat beban, hingga bagian tubuhnya terbentuk. Ada pria yang menginginkan bagian perutnya berotot, lengan terlihat lebih besar dan kekar, hingga bagian bahu lebih bidang dan lebar. 

Selain alasan kesehatan dan kebugaran, salah satu alasan mengapa pria seolah 'terobsesi' untuk memiliki tubuh berotot adalah demi terlihat menarik di hadapan lawan jenisnya. 

Sebuah penelitian berjudul 'Why Is Muscularity Sexy? Tests of the Fitness Indicator Hypothesis' yang ditulis oleh Martie Haselton dan David Frederick mengatakan bahwa pria dengan tubuh berotot menempati urutan pertama dalam hal tingkat ketertarikan seksual. 

Selain itu, pria berotot menganggap bahwa mereka lebih merasa percaya diri terutama dalam hal mendekati perempuan, lebih tangguh dan disegani pria lainnya yang tidak berotot. 

Benarkah demikian? 

"Tak ada satu orang pun yang terkejut dengan pemikiran bahwa pria berotot lebih menarik. Bukan rahasia lagi bila perempuan suka pria yang kuat dan berotot," jelas Dr Aaron Snell, peneliti sekaligus psikolog dari Griffiths University Queensland, Australia, dalam laporan penelitiannya seperti dikutip dari The Sun. 

Aaron dan timnya melakukan penelitian tentang tingkat ketertarikan perempuan kepada pria berotot. Mereka membuat database yang berisi foto-foto 190 pria tanpa busana yang merupakan mahasiswa pria di University of California Santa Barbara, Amerika Serikat. 60 pria di antaranya merupakan mahasiswa jurusan olahraga, sedangkan 130 sisanya adalah mahasiswa jurusan psikologi. 

Foto-foto tersebut sengaja tidak menunjukkan wajah para pria, kemudian diperlihatkan kepada 150 mahasiswi perempuan dari Oklahoma State University AS dan Griffith University Australia. Mereka diminta untuk memberikan peringkat seberapa kuat pria-ria ini atau seberapa menarik bentuk tubuh para pria di mata mereka. 

Hasilnya, para perempuan memilih tubuh pria yang terlihat sedikit berotot hingga yang sangat berotot memiliki daya tarik tersendiri karena dianggap kuat. 

"70 persen daya tarik pria berasal dari tingkat kekuatan mereka. Sedangkan pengaruh tinggi dan berat badan pada pria menunjukkan bahwa perempuan masih merespons aspek kesehatan," jelas Dr Aaron. 

Bila ditilik lebih jauh, ketertarikan perempuan dengan pria berotot sebenarnya sudah ada sejak zaman nenek moyang dahulu. Kala itu, pria yang terlihat berotot dan bugar secara fisik dianggap lebih mungkin menang dalam pertarungan dan bisa menjadi 'tempat berlindung' bagi yang lemah. 

"Perempuan memilih pria berdasarkan tanda-tanda dari kualitas genetik pada tubuhnya serta kemampuannya untuk menghasilkan keturunan. Di antara nenek moyang kita, ada satu variabel yang bisa memprediksikan kualitas genetik seorang pria, termasuk kesuburannya," tambah Dr Aaron lagi. 

Ia menyimpulkan, hingga saat ini perempuan di zaman modern masih menjadikan tubuh pria yang berotot sebagai calon pasangan tepat untuknya. "Kekuatan tubuh menjadi salah satu aspek penting dari kemampuan pria dalam bertarung," demikian tutup Dr Aaron Snell. 

Related

Relationship 8941227539390139919

Recent

item