Negara-negara yang Segera Gulung Tikar karena Utang


Naviri Magazine - Selama ini, kita mengenal istilah “negara maju” dan “negara berkembang”. Negara maju umumnya negara yang makmur, diukur dari tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Sementara negara berkembang adalah negara yang sedang melangkah untuk menjadi negara maju. Sayangnya, dalam proses itu, sebuah negara berkembang bisa saja malah bangkrut akibat terjerat utang.

Untuk menjadi maju, sebuah negara harus memiliki banyak faktor yang sama-sama kuat, meliputi politik, ekonomi, pertahanan negara, pendidikan, hingga kesehatan masyarakatnya. 

Dalam upaya membangun faktor-faktor itulah, sebuah negara sering terlibat utang yang ditujukan untuk memajukan ekonomi dan lain-lain. Masalah mulai terjadi, ketika utang itu tidak terkelola dengan baik.

Berikut ini adalah tiga negara yang saat ini sedang menghadapi masalah terkait krisis ekonomi yang menjerat mereka, sekaligus tumpukan utang yang kian membelit. Negara-negara berikut ini bahkan diprediksi akan segera gulung tikar jika tidak mampu memperbaiki diri.

Venezuela

Sepeninggal Hugo Chavez, negeri yang awalnya makmur dan berani menentang hegemoni Amerika Serikat ini sekarang terancam krisis moneter parah. Pada tahun 2018, Venezuela menjadi negara dengan kemunduran ekonomi paling besar.

Kemunduran ekonominya sangar besar, yakni -11,9 persen, yang menyebabkan mata uang nasional Venezuela tak laku dijadiakan alat jual beli. Bahkan saat ini masyarakat Venezuela melakukan sistem kuno, barter, untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan sehari-hari, termasuk jasa potong rambut.

Turki

Sebenarnya, Turki sudah mempunyai semua atribut untuk menjadi negara maju dan besar. Namun, Turki juga terancam kolaps dan menjadi negara bangkrut.

Hal itu disebabkan PM Turki, Erdogan, berani berinvestasi besar di bidang infrastruktur raksasa namun mengabaikan defisit keuangan negara. Masalah bertambah pelik ketika Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Turki yang menyebabkan turunnya nilai tukar mata uang Turki, Lira, sebanyak 34 persen terhadap dolar AS.

Hal itulah yang menyebabkan kebutuhan pokok masyarakat Turki naik, karena harga barang-barang ikut naik. Tak mau kalah gertak dengan AS, Erdogan kemudian melancarkan aksi boikot barang-barang impor dari AS, agar tak dibeli rakyat Turki.

Malaysia

Negara tetangga Indonesia, Malaysia, pernah jumawa dan mengklaim diri sebagai negara maju. Namun, kini, Malaysia malah terancam menjadi negara bangkrut di tahun 2018. Mega korupsi yang dilakukan mantan PM Najib Razak, saat dirinya menjabat, menjadikan Malaysia negara mundur dan korup.

Hasilnya? Utang negara membengkak menjadi 1 triliun Ringgit (Rp3.500 triliun).
Boleh dibilang di dompet negara Malaysia tidak ada uang untuk melunasi utang sebanyak itu.

Bahkan rakyatnya berbondong-bondong untuk iuran membayar utang negara, yang dipastikan tak akan cukup jika sudah terkumpul. Diprediksi, ekonomi Malaysia bakal menjadi sehat kembali selepas tahun 2055, itu pun jika tidak ada lagi skandal korupsi di pemerintahan.

Related

International 292084773805584108

Recent

item