Untuk Ibu Hamil: Tips Berpuasa Selama Masa Kehamilan


Penelitian yang dilakukan terhadap 13.250 bayi warga muslim di Inggris menyebutkan bahwa puasa Ramadhan yang dilakukan si ibu selama kehamilan tidak memiliki dampak secara drastis pada berat bayi pada waktu dilahirkan. 

Karenanya, jika Anda kebetulan mengalami masa kehamilan pada waktu bulan puasa, dan Anda ingin ikut berpuasa selama Ramadhan, Anda bisa menjalankannya.

Hanya saja, karena kondisi kehamilan yang sedang Anda jalani, maka diperlukan tip tersendiri, agar kewajiban puasa yang dijalankan tersebut tidak sampai mengganggu si ibu maupun bayi yang dikandungnya. Berikut ini beberapa hal yang bisa diperhatikan.

Pastikan kesehatan diri Anda

Agar Anda dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, pastikan terlebih dulu bahwa kehamilan Anda benar-benar normal. Artinya, Anda ataupun janin dalam kandungan Anda benar-benar sehat. Karenanya, sebelum melaksanakan puasa, periksakan terlebih dulu ke dokter untuk memastikan tidak ada masalah, baik pada diri Anda maupun pada si calon bayi.

Perhatikan makanan Anda

Jumlah makanan yang diasup selama puasa tentunya berbeda dengan waktu tidak puasa. Karenanya, perhatikan betul-betul makanan Anda, baik jenis ataupun jumlahnya. Untuk mendapatkan nilai gizi yang seimbang, Anda bisa mengasup padi-padian, sayur-mayur dan buah-buahan, serta daging.

Cukupkan konsumsi nutrisi

Jangan lupa mengkonsumsi vitamin dan mineral, di antaranya asam folat (yang bisa diperoleh dari sayuran hijau, daging, hati, dan telur), kalsium (yang bisa diperoleh dari susu dan produk olahannya, tahu dan tempe, serta aneka minuman yang difortifikasi dengan kalsium), serta zat besi (yang bisa diperoleh dari kacang-kacangan atau sayur-sayuran, serta daging, dan hati ayam atau hati sapi). 

Pilih karbohidrat kompleks

Pada waktu sahur, hindari mengkonsumsi karbohidrat sederhana semisal permen dan cokelat, karena akan merangsang produksi hormon insulin yang akan membakar gula dalam darah. Apabila kadar gula dalam darah turun, Anda bila lemas, pusing, dan perut terasa perih. 

Karenanya, sebaiknya pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi dan sayur, ikan pepes, telur rebus, atau tumis tauge. Jenis makanan seperti ini dapat menjadikan Anda merasa kenyang lebih lama. Selain itu, konsumsilah susu sebagai sumber protein, mineral, dan vitamin.

Penuhi kebutuhan cairan

Cukupi dan penuhi kebutuhan cairan, agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Karenanya, agar selama seharian berpuasa tubuh Anda tidak sampai mengalami “kekeringan”, usahakanlah untuk banyak minum di malam hari.

Ringankan kerja pencernaan

Pada waktu berbuka puasa, pilihlah makanan yang tidak langsung memberatkan kerja organ pencernaan. Artinya, sebaiknya jangan langsung berbuka dengan makan nasi, namun Anda bisa mulai dengan menikmati bubur kacang hijau, kolak, atau bubur susu yang ditambah buah segar. 

Olahraga jika memungkinkan

Apabila kehamilan Anda sehat dan normal, sebaiknya tetap menjalani olahraga. Tidak perlu melakukan olahraga yang berat dalam masa ini, karena tujuan olahraga selama hamil tidak bertujuan untuk menurunkan berat badan, namun untuk memelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Untuk itu, setidaknya Anda bisa melakukan latihan aerobik sekitar 20 menit secara rutin setiap hari.

Hentikan puasa jika tidak sehat

Apabila Anda merasa tubuh kurang enak atau tidak nyaman selama berpuasa, sebaiknya hentikan puasa Anda. 

Lebih baik membatalkan puasa, karena memaksakan puasa dengan kondisi tubuh yang tidak sehat mungkin dapat berisiko bagi kesehatan diri Anda sendiri maupun janin dalam kandungan. Selain itu, jika diperlukan, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. 

Related

Pregnancy 3353353687849441320

Recent

item