Di Prancis, Burung-burung Gagak Ikut Bekerja Membersihkan Sampah

Di Prancis, Burung-burung Gagak Ikut Bekerja Membersihkan Sampah

Taman hiburan bertema sejarah di Prancis meniru rencana pengumpulan sampah milik Game of Thrones. Enam burung gagak terlatih bergabung dengan staf di Puy du Fou untuk memungut puntung rokok dan sampah dari benteng replika abad pertengahan sampai desa viking beratap jerami.

Burung gagak terkenal cerdas, apalagi jenis rook—yang merupakan sepupu magpies, raven, dan jackdaw—yang kini bekerja di Puy du Fou. Burung ini mengenali wajah, bisa menggunakan alat-alat, dan melatih gagak lain untuk berperilaku sesuai perintah. 

Mereka kegirangan saat menggosokkan semut ke sayap mereka, dan mereka telah menyerang begitu banyak orang sampai-sampai peneliti memetakan semua insiden terkait burung gagak. Kecerdasan mereka membuat mereka menakutkan, siapa tak kaget melihat gagak Kanada ini mencuri perhatian warganet dengan pisaunya?

Tidak heran, kita bisa membayangkan mereka sebagai anggota masyarakat yang produktif, sebagai pemulung sampah terlatih. Dan ini mulai dilakukan dalam skala sebesar Puy du Fou yang luasnya sekitar 140 hektar.

Konsep melatih burung gagak untuk mengumpulkan sampah dipopulerkan oleh ahli teknologi Josh Klein pada sebuah TED talk, berdasarkan tesisnya di Interactive Telecommunications Program NYU. Dia menghabiskan lebih dari satu dekade merancang sistem pelatihan unggas dengan tingkat kesuksesan terbatas dalam lingkungan tertutup, seperti apartemennya di Brooklyn. 

“Kesulitan dari proposisi semacam ini adalah saat membangun sebuah mesin untuk mengidentifikasi sampah dan memisahkannya dari benda lain. Meyakinkan burung untuk menggunakan sistem itu juga sulit,” ujarnya.

Untuk sementara waktu, proses di balik burung-burung gagak Puy du Fou merupakan misteri. Taman hiburan ini belum menanggapi pertanyaan soal cara mereka melatih pegawai-pegawai bersayap mereka.

Klein juga menghubungi pihak taman hiburan, untuk menawarkan bantuan, dan belum mendapatkan tanggapan. 

Tetapi, dia punya sebuah teori. “Yang terpenting, menurut saya, adalah mereka menggunakan burung-burung terlatih. Jadi mereka bisa saja mempunyai keranjang sampah dan seorang pelatih dengan kudapan; dan hal ini menunjukkan betapa cerdasnya gagak rook. Mereka bisa mengidentifikasi dan mengumpulkan sampah supaya dapat hadiah,” ujarnya.

Direktur Puy du Fou, Nicolas de Villiers, menyampaikan kepada AFP bahwa taman hiburan itu tidak akan mengandalkan gagak-gagak semata. Menggunakan mereka sebagai pemulung sampah lebih merupakan pencapaian simbolik. 

“Tujuannya bukan hanya untuk membersihkan taman, karena sebetulnya pengunjung sudah lumayan membantu,” ujarnya. “Alam bisa mengajarkan kita untuk merawat lingkungan.”

Related

International 8384148809411844935

Recent

item