Menjadi Kaya-Raya Tak Bisa Cepat, karena Butuh Proses Panjang

Menjadi Kaya-Raya Tak Bisa Cepat, karena Butuh Proses Panjang

Kenapa harus jadi kaya secara pelan-pelan, atau get rich slowly? Jawabannya lugas, sebab meraih sukses finansial memang membutuhkan proses yang acapkali panjang dan melelahkan.

Sebuah hasil akhir yang epik selalu dibangun melalui serangkaian proses yang panjang, konsisten, penuh problem dan kendala di tengah-tengahnya, lalu mencoba cari solusi untuk mengatasi kendala itu, lalu mentok karena solusinya gagal meraih hasil yang diharapkan, kemudian kembali berjibaku menemukan jalan keluar lain yang lebih efektif, untuk pelan-pelan mulai mendapat hasil akhir yang diharapkan, dan terus tekun menjalaninya hingga akhirnya meraih hasil yang layak.

Proses perjalanan yang panjang, dan acap penuh kegagalan dan problem yang terus menghadang, adalah jembatan yang mesti ditapaki dengan segenap ketekunan dan daya resiliensi yang tinggi, demi meraih sukses finansial yang mengesankan.

Sebab memang tak pernah ada hasil akhir yang menggetarkan, yang dicapai tanpa perjuangan konsisten dan penuh ketekunan. Tak pernah ada sukses akhir finansial yang bisa direnggut secara instan, dan seketika, atau mendadak turun dari langit.

Sayang, di era ledakan smartphone ini, mentalitas instan yang serba ingin mendapatkan secara cepat justru makin merebak. Kenapa bisa begitu? 

Sejumlah pakar digital behavior menyebut bahwa kebiasaan seseorang tiap hari scroll-scroll layar smartphone ternyata pelan-pelan menumbuhkan insting ingin selalu mendapatkan sesuatu secara seketika, persis seperti saat lagi main hape.

Penelitian tentang perilaku digital menunjukkan, kebanyakan orang jadi kecanduan smartphone karena kemampuan layar smartphone untuk membangun “instant gratification” atau mampu memberikan kenikmatan secara instan.

Hanya dengan scroll-scroll, kita secara seketika bisa menikmati apa yang ingin kita lihat, kita dengar, dan kita baca. Hanya dengan tap dan klik, kita bisa segera mendapatkan yang kita inginkan.

Dengan smartphone dalam genggaman, seolah apa saja yang ingin kita nikmati bisa hadir secara seketika. Kekuatan menghadirkan instan gratification inilah yang jadi kunci kenapa produk smartphone dengan segenap app di dalamnya jadi salah satu produk paling fenomenal dalam sejarah bisnis sepanjang masa.

Namun kemampuan smartphone menghadirkan instant gratification ternyata menimbulkan dampak yang tak terduga. Penelitinya menulis, kebiasaan seseorang scroll-scroll layar hape, pelan-pelan melatih sel saraf orang itu untuk selalu mengharapkan hasil seketika, persis seperti yang biasa didapatkan ketika main hape.  

Melalui kebiasan scroll-scroll layar hape, sel saraf pelan-pelan dilatih dan didorong untuk terus memburu instan gratification. Dalam jangka panjang, realitas ini menyisakan dampak yang muram: mentalitas instan, atau selalu ingin mendapatkan secara seketika.

Pada sisi lain, para peneliti perilaku digital juga menunjukkan kebiasaan banyak orang yang selalu bergegas saat main hape. Bergegas artinya selalu melompat-lompat dari satu channel ke channel lain dengan serba cepat. Klik ini, klik itu. Tap ini, tap itu. Scroll, scroll layar secara cepat, berhenti, klik ini, lalu scroll lagi, lalu klik itu, begitu terus, polanya diulang-ulang setiap hari. 

Pola semacam ini pelan-pelan juga melatih orang untuk melakukan sesuatu secara bergegas, serba melompat, serba cepat, persis seperti kebiasaan scroll layar hape.

Akibatnya, attention span atau rentang atensi orang yang gemar main hape jadi makin pendek. Hanya dalam hitungan detik, orang bisa berpindah-pindah menikmati beragam konten yang ada di layar hape. Attention span yang amat pendek membuat kebanyakan orang tidak lagi bisa fokus, menikmati sesuatu secara mendalam.

Pola perilaku yang bergegas dan attention span yang makin pendek, membuat orang kesulitan menumbuhkan konsentrasi yang panjang dan mendalam. Pola perilaku main hape yang serba bergegas, membuat orang jadi kurang sabaran, dan mudah bosan saat menghadapi proses yang panjang dan melelahkan.

Demikianlah dampak muram tak terduga dari kebiasaan dan perilaku digital anak-anak muda zaman sekarang. Kebiasaan scroll-scroll layar hape yang terus berulang tiap hari dijalani, ternyata menyisakan perilaku berikut ini:

Kegemaran untuk memburu instant gratification. Kebiasaan serba bergegas dan serba melompat-lompat ketika menikmati layar hape. Attention span yang makin pendek; dan kesulitan membangun fokus serta konsentrasi yang panjang dan mendalam.

Semua dampak itu merupakan antitesa atau musuh tangguh bagi upaya untuk menghargai proses yang panjang dan berliku demi meraih sukses finansial.

Sebaliknya, semua dampak itu justru akan sukses menumbuhkan mentalitas instan, yang serba ingin mendapatkan sesuatu secara cepat dan seketika; tanpa harus bersusah payah membangun fokus yang lama dan konsentrasi yang panjang serta membosankan.

Sayangnya, menjadi manusia yang kaya tidak semudah scroll-scroll layar hape.

Proses menjadi kaya secara pelan-pelan membutuhkan beragam elemen kunci yang sayangnya kini makin lenyap dihancurkan budaya smartphone. Elemen-elemen kunci untuk menjadi kaya secara pelan-pelan adalah:

Ketangguhan untuk melakukan “delayed gratification skills” (lawan dari instant gratification, atau keinginan mendapatkan nikmat secara seketika yang selalu bisa diperoleh ketika main layar hape).

Kecakapan untuk melakukan sesuatu secara terencana, terfokus, dimulai dari langkah pertama yang sederhana, namun dilakukan secara sistematis dan bertahap (lawan dari pola perilaku generasi smartphone yang serba bergegas dan melompat-lompat, persis seperti saat scroll-scroll layar  hape).

Kecakapan untuk membangun rentang atensi atau attention span yang panjang; mampu membangun fokus yang mendalam, dan bisa menumbuhkan konsentrasi yang panjang untuk menjalani sesuatu yang acapkali membosankan (lawan dari attention span yang makin hancur, ketidakmampuan membangun fokus, dan sikap mudah bosan, karena tiap hari diajari smartphone agar bersikap seperti ini).

Itulah tiga kecakapan krusial untuk menjadi kaya secara pelan-pelan.

Namun sayangnya, seperti yang telah diuraikan tadi, ketiga kecakapan penting itu pelan-pelan dihancurkan oleh kebiasaan main smartphone yang selalu bergegas dan selalu memburu konten yang sarat jebakan instant gratification.

Paradoks kelam lalu menyeruak perih: di kala kecepatan gadget kian gahar, kemampuan kita untuk menekuni proses yang panjang nan konsisten malah terkapar.

Related

Inspiration 1475546164447981067

Recent

item