Apakah Asam Lambung Bisa Menyebabkan Jantung Berdebar?


Jantung berdebar bisa menjadi pertanda banyak hal, dari reaksi atas peristiwa lazim sehari-hari yang bisa terjadi pada siapa saja, hingga penyakit serius yang memerlukan penanganan segera. 

Gugup karena bertemu dengan gebetan, misalnya. Pasti jantung langsung dag-dig-dug. Perasaan gembira karena mendapat hadiah juga bisa memicu jantung deg-degan. Tapi ada kalanya jantung berdebar terjadi karena penyakit tertentu.

Mengenal Jantung Berdebar

Jantung berdebar adalah kondisi ketika detak jantung terasa lebih cepat dan melompat-lompat tak teratur, seolah-olah berhenti berdetak sesaat. Jantung juga terasa seperti berkepak-kepak layaknya sayap burung yang terbang. Detak jantung ini juga lebih kuat daripada biasanya.

Sering kali jantung berdebar-debar karena kejadian tertentu yang menimbulkan rasa gugup, cemas, khawatir, atau justru senang. Dalam kasus ini, perubahan detak jantung jadi lebih cepat tidak membahayakan. Berbeda jika laju detak jantung tiba-tiba meningkat tanpa penyebab jelas. Bisa jadi ada penyakit yang melatari.

Salah satu penyakit yang disebut punya gejala jantung berdebar adalah asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit asam lambung adalah kondisi ketika cairan lambung naik ke kerongkongan hingga tekak atau langit-langit di bagian belakang mulut. Cairan ini mengandung asam dan pepsin yang diproduksi lambung. Pepsin adalah enzim yang berfungsi mencerna protein di perut. 

Ketika cairan itu naik, akan muncul sensasi terbakar dan iritasi pada saluran kerongkongan. Tak jarang gejala ini disertai detak jantung yang jadi lebih cepat. Tapi hingga kini belum ditemukan hubungan langsung antara GERD dan jantung berdebar.

Jantung berdebar lebih berkaitan dengan penyakit jantung, terutama aritmia atau gangguan irama detak jantung. Orang yang mengalami aritmia bisa merasakan gejala berupa detak jantung tak beraturan. Aritmia sering kali tidak membahayakan. Tapi, jika irama detak jantung sering tak teratur, bisa jadi ada masalah pada jantung yang butuh penanganan medis untuk mencegah risiko lebih lanjut.

Kondisi Seseorang Mengalami Jantung Berdebar-debar

Kondisi orang yang merasakan jantungnya berdebar-debar tergantung apa yang menjadi penyebabnya. Bila penyebabnya adalah penyakit jantung, biasanya jantung berdebar diiringi gejala lain seperti:
Nyeri dada
Sesak napas
Pusing
Kehilangan kesadaran
Keringat dingin

Adapun jantung berdebar yang disebut terjadi karena asam lambung tidak memiliki gejala spesifik seperti daftar di atas. Walau begitu, hanya dokter yang bisa menegakkan diagnosis dan menentukan apakah deg-degan yang dialami itu disebabkan oleh penyakit jantung, asam lambung, atau lainnya.

Penyebab Jantung Berdebar-Debar

Ada beragam penyebab jantung jadi berdebar-debar, antara lain:

1. Faktor gaya hidup
Melakukan olahraga berat
Kurang tidur
Minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan minuman energi
Konsumsi alkohol
Merokok
Menggunakan obat-obatan terlarang
Makanan pedas

2. Faktor emosional atau psikologis
Gembira atau gugup
Stres atau cemas
Serangan panik (rasa cemas atau takut luar biasa yang disertai munculnya keringat dan tubuh gemetar)

3. Faktor obat
Inhaler asma
Obat tekanan darah tinggi (hipertensi)
Obat alergi
Antibiotik
Antidepresan
Obat antijamur

4. Faktor hormon
Menstruasi
Kehamilan
Menopause

5. Faktor masalah jantung
Aritmia
Kelainan katup jantung
Pembesaran jantung
Penyakit jantung bawaan
Gagal jantung

6. Faktor medis lain
Kelenjar tiroid terlalu aktif
Tingkat gula darah rendah
Anemia
Suhu tubuh tinggi
Dehidrasi
 
Jantung Berdebar-debar Karena Asam Lambung

Belum ada bukti medis bahwa bisa muncul gejala jantung berdebar-debar karena asam lambung. Asam lambung tidak menyebabkan jantung berdebar-debar karena sumber penyakit ini ada pada lambung, bukan jantung. Alasan kenapa orang yang mengalami asam lambung juga merasakan jantungnya berdebar adalah lokasi lambung dan jantung yang berdekatan.

Jadi ketika cairan asam meluncur naik, ada tekanan dari lambung terhadap jantung. Hal ini bisa menimbulkan sensasi jantung berdebar dan tidak nyaman pada dada sehingga kerap disalahartikan sebagai gejala penyakit jantung.

Tak jarang orang yang datang ke rumah sakit dengan keluhan jantung berdebar ternyata tidak punya masalah jantung, melainkan GERD atau asam lambung. Penyakit itu baru diketahui setelah dokter menjalankan pemeriksaan, terutama dengan elektrokardiogram (EKG) dan tes darah.

Kapan Harus ke Dokter?

Jantung berdebar sering kali bisa reda sendiri, terutama jika dipicu oleh faktor non-medis. Ketika gugup, misalnya, detak jantung akan kembali normal jika kejadian yang memicu gugup sudah berlalu. Atau setelah minum kopi, biasanya jantung tak lagi berdebar begitu efek kafein berkurang.

Ada beberapa situasi terkait dengan jantung berdebar tak biasa yang membutuhkan pemeriksaan oleh dokter, misalnya: Jantung berdebar terus dalam waktu lama atau malah detak jantung makin kencang, pernah mengalami gejala penyakit jantung, dan ada kekhawatiran jantung berdebar yang dialami adalah gejala penyakit serius.

Dengan pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mengetahui lebih pasti apa yang memicu deg-degan yang tidak biasa itu. Terlebih bila ada gejala lain yang menyertai, seperti sulit bernapas, nyeri dada, pusing, hingga pingsan. Hal itu bisa menjadi indikasi masalah jantung yang bisa berakibat fatal jika tak segera mendapat pertolongan medis.

Related

Health 5921193002828579422

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item