Apa yang Disebut Prime Time atau Jam Tayang Utama?

Apa yang Disebut Prime Time atau Jam Tayang Utama?

Naviri.Org - Kita pasti sering mendengar istilah “prime time”. Misalnya, sinetron X tayang pada jam prime time. Apa sih yang disebut prime time?

Dalam industri televisi, prime time adalah istilah untuk menyebut masa utama tayangan televisi, atau “jam tayang utama”. Kamus Merriam-Webster mengartikan prime time sebagai periode waktu di televisi atau radio yang memiliki jumlah pemirsa terbesar.

Setiap negara punya prime time berbeda. Di Amerika Serikat, misalnya, jam tayang utama (prime time) berlangsung pukul 19.00-22.00 dan pukul 20.00-23.00, tergantung zona waktu. Pada 2013, rata-rata 107 juta orang AS menonton televisi di saat prime time. Di Indonesia, jam tayang utama atau prime time berlangsung sejak pukul 18.00-23.00.

Karena selama waktu-waktu itu paling ramai pemirsa, maka jam tayang utama atau prime time pun diinginkan oleh banyak pemasang iklan. Karenanya wajar kalau tayangan yang masuk di waktu prime time akan memiliki lebih banyak iklan.

Di AS, misalnya, belanja iklan terbesar kala prime time ada pada segmen sinetron/drama (jumlahnya sekitar 35 persen) dan diikuti tayangan olahraga (29 persen).

Hal tak jauh beda juga terjadi di Indonesia. Pada jam prime time, yang biasanya diisi tayangan sinetron, mampu mendatangkan iklan dalam jumlah besar. Dari data Adstensity, SCTV menjadi stasiun televisi yang pendapatannya paling besar, Rp318,5 miliar, dalam kurun 8 Mei hingga 14 Mei 2017. Dari tiga sinetron unggulannya, SCTV sudah mendapatkan Rp103 miliar dalam satu minggu. Posisi kedua adalah RCTI yang mendapatkan Rp278 miliar dalam kurun yang sama.

Pelbagai produk berlomba untuk bisa memasang iklan di stasiun TV besar di jam tayang utama. Belanja iklan paling besar datang dari XL, yang menggelontorkan Rp41 miliar. Diikuti Walls yang merogoh kocek iklan sebesar Rp39 miliar. Di luar nama-nama itu, kita bisa melihat merek rokok, sandal, pasta gigi, permen, koyo, ponsel, produk perawatan rambut, obat batuk, kosmetik, selai, dan kopi.

Baca: Kisah Legenda Kuntilanak di Pontianak

Related

Insight 4730568017985159115
item