Mengenal Para Poliglot dari Indonesia

 Mengenal Para Poliglot dari Indonesia

Naviri.Org - Poliglot, atau kemampuan berbicara dalam berbagai bahasa yang berbeda, bisa dibilang kemampuan langka, karena hanya sedikit yang menguasai. Giuseppe Mezzofanti adalah salah satu orang yang sangat fenomenal terkait poliglot, karena menguasai lebih dari 70 bahasa. Adakah orang-orang poliglot dari Indonesia?

Raden Mas Panji Sosrokartono disebut-sebut sebagai poliglot pertama di Indonesia. Kakak lelaki Raden Ajeng Kartini ini diketahui menguasai sekitar 17 bahasa asing, antara lain Belanda, Belgia, Austria, Prancis, Inggris, India, Mandarin, Jepang, Arab, Sansekerta, Rusia, Yunani, dan Latin.

Selain Raden Mas Panji Sosrokartono, tokoh Indonesia lain yang menyandang predikat poliglot adalah Soekarno. Presiden pertama Indonesia itu setidaknya menguasai bahasa Jawa, Sunda, Bali, Arab, Belanda, Jerman, Prancis, Inggris, dan Jepang. Selain itu, nama lain adalah Agus Salim, Menteri Luar Negeri Indonesia ke-3, yang setidaknya menguasai sembilan bahasa, antara lain Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, Arab, Turki, dan Jepang.

Fenomena poliglot kembali ramai diperbincangkan ketika Gayatri Wailissa muncul. Wanita asal Ambon itu mampu berbicara dan menulis dalam 14 bahasa, antara lain bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Prancis, Korea, Jepang, India, Rusia, dan Tagalog. Ketertarikannya terhadap pembelajaran aneka bahasa dimulai sejak berusia 7 tahun. Pada waktu usia itu, ia sudah menguasai 6 bahasa secara otodidak.

Menurut pengakuan sang ayah, Deddy Darwis Wailissa, dalam wawancaranya di Kick Andy, ia kerap mendengar anaknya berbicara sendiri dalam bahasa Jepang, kemudian secara tiba-tiba kembali dengan dialek lain bahasa Cina. Karena keahliannya itu, Gayatri pun sering mendapat tawaran sebagai juru bicara dari lembaga tingkat internasional seperti PBB, Unicef, Unesco, WTO, dan juga terpilih sebagai Duta Anak Tingkat ASEAN. Menurut pengakuan sang ayah, Gayatri pun sempat direkrut oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

Sayang, wanita jenius itu tutup usia pada 23 Oktober 2014, tepat saat usianya masih 19 tahun. Dokter menemukan telah terjadi pecah pembuluh darah di otak akibat kelelahan berolah raga.

Baca juga: Giuseppe Mezzofanti, Poliglot Paling Terkenal di Dunia 

Related

Insight 8130834556594853065
item