Cinta di Dunia Maya (2)

Cinta di Dunia Maya

Naviri.Org - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Cinta di Dunia Maya ~ 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Sebenarnya, dia tidak mempersoalkan kalau ada cewek-cewek yang menyukai puisinya, atau bahkan dirinya. Orang naksir atau suka kan hal biasa, dan bisa terjadi pada siapa saja. Tapi kalau sampai tahap mengejar-ngejar seperti itu, tentu bisa membuat siapa pun jadi tertekan. “Lagian, aku nggak tahu siapa dia,” lanjut Fariz.

Sejujurnya, Fariz mengakui, dia sempat penasaran pada cewek tersebut. Fariz sudah mencoba mencari informasi mengenai cewek itu—siapa tahu bisa menemukan akun Facebook atau Twitter-nya. Tapi tidak ada. Cewek itu juga tidak punya blog.

Setiap berkomentar di blog Fariz, cewek itu tidak pernah mengisi kolom nama blog (kotak komentar di Wordpress menyediakan kolom nama blog yang bisa diisi link blog si pengomentar). Selain itu, nama cewek tersebut juga tidak jelas—kemungkinan hanya nama samaran. Jadi, ketika Fariz mencoba meng-googling nama cewek itu, hasilnya nol. Tidak ada informasi apa-apa.

“Bagaimana aku bisa tertarik kepadanya?” ujar Fariz. Kemudian, dengan sangat serius, dia menjelaskan, “Kita fair sajalah. Dia mungkin jatuh cinta sama aku karena tulisanku. Fine. Tapi kalau dia minta aku menerima cintanya, apa daya tarik yang bisa dijadikan alasanku untuk menerimanya? Nama dia tidak jelas. Foto tidak ada. Hasil karya nihil. Kenapa aku harus tertarik kepadanya?”

Penjelasan Fariz mungkin terdengar vulgar. Tetapi penjelasan itu menyadarkan saya pada sesuatu yang sebelumnya tidak sempat saya pikirkan. Bahwa daya tarik dan ketertarikan orang di dunia maya ternyata lebih rumit daripada yang mungkin kita sangka. Kita mungkin tertarik pada seseorang yang kita temukan di dunia maya. Tetapi, tidak pernah ada jaminan orang itu juga akan tertarik pada kita, jika kita tidak punya “nilai tawar” yang jelas.

Cinta adalah urusan hati—mungkin benar. Tetapi hal pertama yang terjadi sebelum munculnya cinta adalah ketertarikan. Dan untuk membuat orang lain tertarik, kita harus memiliki sesuatu yang menarik.

Di dunia maya, jujur saja, hanya ada dua hal yang bisa diandalkan untuk membuat orang lain tertarik. Sosok kita, atau karya kita. Memang, dalam kasus tertentu, dua orang bisa saling tertarik dan jatuh cinta karena insiden tak terduga. Tapi insiden semacam itu sepertinya tidak bisa diandalkan, karena sifatnya tidak pasti.

Karenanya, untuk bisa menarik di mata orang lain di dunia maya, hanya dua hal yang bisa diandalkan. Khususnya bagi orang yang memang ingin menemukan pasangan di dunia maya, atau yang sedang naksir seseorang di dunia maya. Yaitu kita memiliki penampilan yang mempesona, atau memiliki karya yang mempesona. Oh, ini mungkin terdengar kasar. Tapi jujur sajalah, dua hal itu yang menjadi daya tarik terbesar yang mampu menggerakkan orang tertarik di dunia maya.

Kalau kita keluyuran di dunia blog, kemungkinan besar kita akan menemukan fenomena semacam itu. Ada blog-blog yang bisa dibilang tidak terlalu bagus, biasa-biasa saja. Tetapi pemilik blog itu cantik atau ganteng, yang dibuktikan dengan foto-fotonya yang banyak menghiasi blog. Meski tulisannya biasa-biasa saja, tapi banyak orang mengunjungi blog itu, semata-mata karena tertarik pada si pemilik blog. Khususnya lagi kalau si pemilik blog tergolong ramah dalam berinteraksi dengan pengunjung blognya.

Sebaliknya, ada blog-blog yang sosok penulisnya tidak jelas. Tidak ada foto atau identitas apa pun yang berhubungan dengan sosok si penulis, sehingga pengunjung blog tidak pernah tahu atau melihat seperti apa penulis/pemilik blog itu. Tapi tulisannya bagus dan memiliki daya tarik. Meski tidak ada foto apa pun, banyak orang mengunjungi blog itu secara rutin, semata-mata karena tertarik pada tulisannya. Blog milik Fariz, seperti yang diceritakan di atas, bisa menjadi salah satu contoh.

Kenyataan semacam itu dengan jelas menunjukkan bahwa memang hanya dua hal yang bisa dijadikan daya tarik utama jika kita ingin membuat orang lain tertarik di dunia maya. Tampilan kita, atau kualitas karya kita. Jika kita tidak pernah mengunggah foto sama sekali hingga tidak bisa dikenali orang lain, sementara karya kita juga biasa-biasa saja (atau bahkan tidak punya karya sama sekali), bagaimana orang lain akan tertarik?

Coba lihat di Twitter. Ada akun-akun yang di-follow ratusan ribu orang, padahal sosok pemilik akun tidak jelas. Mengapa sampai di-follow banyak orang? Jawabannya sangat gamblang—karena orang tertarik pada isi tweet-nya. Sebaliknya, ada akun-akun yang juga di-follow banyak orang, padahal isi tweet-nya biasa saja. Kenapa? Sering kali karena si pemilik akun punya daya tarik. Sekali lagi, ini mungkin terdengar kasar. Tetapi, sayangnya, kenyataan itulah yang terjadi.

Secara teori, mencari dan menemukan pasangan di zaman sekarang jauh lebih mudah dibanding masa lalu. Tetapi, ternyata, kenyataannya tidak semudah itu. Di dunia nyata maupun di dunia maya, seleksi alam tetap berlaku. Orang hanya tertarik jika kita memiliki sesuatu yang menarik, tepat seperti semut yang rela datang berbondong-bondong setiap kali menemukan sesuatu yang manis.

Bahkan, kalau dipikir-pikir, menemukan pasangan di dunia maya tampaknya jauh lebih sulit dibanding di dunia nyata. Meski kita mengunggah foto yang sangat mempesona sekali pun, selalu ada kemungkinan orang lain menganggap itu hasil Photosop. Dan meski kita menghasilkan karya sehebat apa pun, selalu ada kemungkinan orang lain berpikir, “Ah, belum tentu orangnya sehebat tulisannya.”

Kenyataannya dunia maya memang bukan dunia nyata. Di dunia maya, segalanya bisa dipoles. Orang yang gagap di kehidupan nyata bisa jadi sangat fasih dan indah ketika menulis, sebagaimana orang yang kikuk dan malu-malu bisa tampak tertawa-tawa ceria di foto-fotonya. Kita tidak tahu. Kita tidak pernah tahu. Karena ini dunia maya.

Karenanya, jatuh cinta di dunia maya adalah cinta yang berisiko. Khususnya jika kita memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi.

Bayangan kita terhadap seseorang yang kita kenal di dunia maya bisa saja keliru. Karenanya, naksir atau jatuh cinta pada seseorang di dunia maya bisa dibilang cinta yang berisiko, khususnya jika kita memiliki ekspektasi tertentu, yang ternyata tidak sesuai kenyataan.

Karena itulah, dalam berinteraksi dengan siapa pun di dunia maya, jalan paling aman adalah mendahulukan pertemanan, dan membiarkan hubungan berlangsung alami. Dalam berteman, orang cenderung tidak mengajukan syarat macam-macam. Orang berteman dengan orang lainnya, semata-mata karena merasa cocok dan nyaman. Meski kita mungkin tidak terlalu cakep, atau tidak punya karya hebat, tapi orang tentu mau berteman kalau kita bisa membuatnya nyaman.

Di dunia nyata maupun di dunia maya, orang suka berteman dengan siapa pun, kalau memang cocok dan merasa nyaman. Kenyataannya, manusia tetap makhluk sosial, di mana pun tempatnya. Jadi, di dunia maya, tunjukkan saja sikap bersahabat, tidak usah jaim-jaiman, dan yang penting jangan sampai mengejar-ngejar. Di dunia maya, sikap paling bijak dan paling aman adalah memperlakukan siapa pun sebagai teman.

Sikap bersahabat menjadikan orang lain nyaman. Kenyamanan membuat orang mau berteman. Pertemanan adalah sarana paling mudah untuk mengenal satu sama lain. Saling mengenal akan membuka mata kita untuk melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan kenyataan itu tidak menutup kemungkinan untuk membuka hubungan yang lebih serius, kalau memang diinginkan.


Related

Relationship 7328755546919420744

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item