Mengatasi Mual dan Muntah Selama Hamil

Mengatasi Mual dan Muntah Selama Hamil

Naviri.Org - Kehamilan adalah keistimewaan yang dianugerahkan Tuhan untuk wanita, dan setiap wanita pun tentunya ingin menjalani masa kehamilannya dengan penuh keceriaan sekaligus ketenangan.

Namun, meski begitu, tidak setiap wanita dapat menjalani masa kehamilannya dengan lancar tanpa masalah. Karena adanya berbagai faktor, ada kalanya ibu hamil harus menghadapi beberapa masalah atau keluhan tertentu sepanjang kehamilannya.

Kehamilan menyebabkan banyak perubahan fisiologi pada tubuh wanita, dan perubahan yang disebabkan oleh berubahnya hormon tersebut menjadikan banyak sistem tubuh ibu hamil yang ikut berubah.

Sebagian ibu hamil ada yang mampu melakukan adaptasi atas kadar perubahan sistem tersebut dengan mudah dan cepat, namun ada sebagian lagi yang membutuhkan waktu cukup lama, yang dari sana biasanya muncul beberapa keluhan atau masalah tertentu. Keluhan atau masalah itu bisa dari yang ringan sampai yang berat. Meski demikian, perawatan yang lebih awal atas berbagai masalah itu akan dapat menyelamatkan ibu beserta kehamilannya.

Mual dan muntah

Ini biasa dialami para ibu hamil, khususnya pada awal-awal kehamilan atau pada trimester pertama. Gejala mual dan muntah atau yang biasa disebut morning sickness ini disebabkan oleh adanya perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil. Pada waktu hamil, tubuh wanita akan mengalami peningkatan kadar hormon chorionic gonadotropin (HCG) yang berasal dari plasenta (ari-ari). Hormon ini berfungsi untuk menjaga kecukupan produksi hormon estrogen dan progesteron dari indung telur, sehingga kehamilan dapat sehat dan lancar.

Disamping hormon HCG tersebut di atas, hormon estrogen juga dianggap turut menjadi penyebab mual dan muntah pada wanita hamil. Selain itu, mual dan muntah kadang juga terjadi karena si ibu hamil mencium aroma atau bau masakan tertentu.

Biasanya, gejala mual dan muntah tersebut akan hilang dengan sendirinya pada waktu memasuki trimester kedua kehamilan. Namun, meski begitu, mual dan muntah perlu diwaspadai, karena dapat menyebabkan kekurangan gizi, baik pada si ibu hamil maupun pada janin yang dikandungnya.

Trimester pertama kehamilan adalah masa kritis dimana janin berada dalam tahap awal pembentukan organ-organ tubuhnya. Apabila janin mengalami masalah, semisal kekurangan gizi tertentu, maka pembentukan organ yang sempurna dapat mengalami masalah atau kegagalan, selain juga dapat menimbulkan risiko lahir dengan berat badan rendah.

Mual dan muntah selama masa kehamilan adalah hal yang normal, apalagi jika berlangsung pada trimester pertama. Namun, meski begitu, ada kalanya terjadi kasus muntah yang sangat parah, yang disebut hiperemesis gravidarum. Problem ini dapat ditandai dengan adanya hal-hal berikut:
  • Berat badan turun 2,5 sampai 5 kilogram atau lebih selama trimester pertama.
  • Tidak dapat menelan makanan atau minuman apa pun selama 24 jam terakhir.
  • Air kencing (urine) berwarna kuning sangat gelap, atau tidak buang air kecil selama 8 jam terakhir.
  • Muntah sangat sering, kadang bisa setiap jam atau lebih.
  • Mual sangat hebat, sehingga selalu muntah pada waktu makan.

Apabila terjadi tanda-tanda sebagaimana disebutkan di atas, sebaiknya Anda mewaspadainya dan segera menghubungi dokter. Apabila dibiarkan dan masalahnya semakin serius, hal tersebut dapat mengakibatkan kematian bagi si ibu dan bayi lahir dengan berat yang rendah.

Untuk mengatasi mual dan muntah, Anda dapat mengikuti saran berikut:
  • Makanlah makanan yang diinginkan, ketika tubuh mampu menerimanya.
  • Makanlah dalam jumlah sedikit, namun sering, karena makan dalam porsi banyak akan menambah rasa mual. Usahakan agar Anda bisa makan dengan kondisi perut yang nyaman, dan upayakan untuk makan 5 sampai 6 kali (dalam porsi yang sedikit) untuk menghindari perut kosong.
  • Hindari banyak minum selagi makan. Akan lebih baik jika Anda menunggu terlebih dulu selama 30 menit setelah makan, baru kemudian minum air. Hal ini dapat menekan timbulnya rasa mual dan muntah. Namun, di luar itu, Anda tetap harus memperbanyak minum.
  • Makanlah makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan protein, dan perbanyak mengkonsumsi buah serta sayuran. Selain itu, perbanyak pula mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 seperti beras, sereal, pisang, atau apokat.
  • Hindari makanan yang banyak mengandung lemak, banyak bumbu, terlalu asam atau pedas. Begitu pula, hindari asap rokok, atau parfum yang berbau menyengat yang dapat menjadi pemicu rasa mual dan muntah.
  • Hindari makanan dengan aroma yang akan membuat Anda mual dan muntah.
  • Setelah makan, sebaiknya tidak langsung berbaring, meski mungkin Anda merasa lelah. Sebaiknya duduklah terlebih dulu dalam posisi tegak selama beberapa saat, agar perut tidak kembung atau mual.
  • Anda bisa mengkonsumsi suplemen makanan yang dapat mengurangi mual dan muntah, seperti vitamin B6, atau minuman jahe.
  • Untuk mengganti cairan yang hilang karena dikeluarkan selama muntah, dan untuk menghindari dehidrasi, perbanyaklah minum air putih. Selain itu, untuk menjauhkan Anda dari gangguan mual dan muntah, Anda bisa meminum segelas teh hangat.
  • Beristirahatlah yang cukup.
  • Apabila mual dan muntah terus berlanjut hingga usia kehamilan memasuki trimester kedua, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Baca juga: Makanan yang Harus Dijauhi Selama Menyusui

Related

Pregnancy 1099301202088142042

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item