Pelajar dan Dukun Santet Ikut Aksi Demo Tolak Omnibus Law di Banyuwangi

Pelajar dan Dukun Santet Ikut Aksi Demo Tolak Omnibus Law di Banyuwangi

Naviri Magazine - Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Banyuwangi, ikut meramaikan aksi demo menolak pengesahan UU Cipta Kerja Omnibus Law di Gedung DPRD. Tak hanya itu, salah satu pendemo bergaya menjadi dukun santet, lengkap dengan dupa dan menyan yang dibakar, ikut turun di lapangan.

Aksi dukun santet di aksi demo tersebut sempat membuat massa berkumpul. Mereka meminta dukun untuk mengirimkan ilmu santet kepada para anggota dewan yang berkhianat kepada rakyat.

“Kirimkan pasir dan batu ke perut anggota dewan yang setuju dengan Ombibus Law,” ujar salat satu pendemo.

Dalam aksinya para pelajar kompak menggunakan baju dan jaket berwarna hitam dan tidak segan membentangkan spanduk bertuliskan “STM Melawan”, di tengah–tengah ribuan ahasiswa dan masa dari berbagai elemen.

Bagus salah satu pelajar mengaku, mengetahui info adanya demo dari jejaring sosial, yang menyerukan siswa ikut bergerak membantu demo menolak UU Cipta Kerja dengan titik kumpul di depan gedung DPRD, dirinya hadir bersama beberapa temannya untuk ikut menyuarakan aspriasi penolakan UU Cipta Kerja.

“Banyak poster yang kami dapat dari grup Wa maupun media sosial lainnya, sehingga kami datang ke sini untuk ikut demo bareng kakak-kakak mahasiswa,” jelas Bagus kepada wartawan.

Bagus mengaku tidak tau secara detail, apa isi UU Cipta Kerja, dirinya bergerak bersama teman satu sekolahnya, sebagai aksi solidaritas atas seruan poster yang mengatas namakan pelajar Banyuwangi.

“Ini wujud solidaritas kami sebagai pelajar Banyuwangi, dan yang jelas UU Cipta Kerja sangat merugikan masyarakat kecil, utamanya para pekerja, karena orang tua saya adalah buruh kasar,” jelas Bagus.

Untuk diketahui, pada hari Senin (12/10/2020) hari ini, ribuan mahasiswa menggelar demo menolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Banyuwangi. Demo ini berlangsung kurang lebih selama 2 jam.

Selama demo, tidak ada kericuhan atau perusakan fasilitas umum yang terjadi. Massa hanya membakar ban dan melemparkan air dan botol mineral sebagai bentuk luapan emosi.

Melalui sejumlah tulisan poster dan orasi-orasi, demonstran menyuarakan keinginannya. Yakni, menolak UU Cipta Kerja dan mendorong Presiden RI untuk segera melakukan judicial review.

Mahasiswa juga mengancam, apabila keinginan ini tidak dipenuhi, mereka akan menggelar aksi serupa dengan massa yang jauh lebih besar.

“Kami minta DPRD Banyuwangi jangan hanya diam, duduk manis dan menikmati dinginnya AC. Tolong pikiran rakyat. Nasib kami. Kami minta agar pemerintah segera menghapus UU Omnibus Law ini,” teriak massa yang demo menolak UU Cipta Kerja di Banyuwangi.

Ribuan massa hanya berorasi dan memadati jalan di depan gedungDPRDBanyuwangi tanpa melakukan tindakan anarkis seperti aksi di daerah lain.

“Karena adik mahasiswa ini merupakan rekan kita dalam kegiatan demo. Jadi secara humanis kita juga perlakuan mereka. Alhamdulillah mahasiswa di Banyuwangi ini bisa bertindak cerdas sehingga tidak ada aksi anarkis. Sejak pagi kita sudah terjunkan sebanyak 1.150 personel gabungan,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin, usai mengamankan demo tolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Banyuwangi.

Kapolresta menambahkan, polisi membagikan minuman dan rokok kepada pedemo. Tak hanya itu, ada barisan Polwan pembaca Asmaul Husna, untuk meredam emosi para pedemo.

Related

News 8188632733859553319

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item