WEF, Pertemuan Orang-orang Paling Penting di Dunia

WEF, Pertemuan Orang-orang Paling Penting di Dunia

Naviri.Org - World Economic Forum (WEF) adalah acara pertemuan yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Acara ini diikuti oleh orang-orang yang dianggap paling penting di dunia, termasuk para pemimpin negara, pemimpin perusahaan-perusahaan besar, orang-orang kaya dunia, ilmuwan, inovator teknologi, pegiat, jurnalis, hingga artis-artis papan atas.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, WEF digelar di salah satu puncak Pegunungan Alpen di Swiss, tepatnya di Hotel Seehof Davos, Davos-Kloster, Swiss. Dalam acara itu, orang-orang paling penting sedunia akan membicarakan berbagai kebijakan terkait dunia dan kehidupan manusia pada masa sekarang dan masa mendatang.

Perhelatan WEF ke-48 digelar mulai 23 Januari hingga 26 Januari 2018. Pidato pembukaan diisi oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi. Perubahan iklim, terorisme, dan serangan balik globalisasi menjadi tiga topik utama yang disampaikan Modi.

"Keseimbangan antara kemampuan ekonomi dan kekuatan politik berubah sangat cepat seiring dengan kekuatan baru yang muncul," ucap Modi.

Sementara penutupan akan dilakukan oleh Donald Trump. Trump menjadi sosok yang dinantikan dalam WEF 2018. Setelah drama penutupan sementara kantor layanan pemerintah AS yang nyaris membatalkan kehadirannya, Trump juga merupakan presiden pertama Amerika Serikat yang hadir di WEF dalam 18 tahun terakhir.

Banyak yang menyebut kehadiran Trump mengalihkan sorotan mata yang seharusnya diarahkan pada Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pemimpin liberal yang mendukung perdagangan bebas. Financial Times bahkan menyebut, WEF tahun ini seharusnya menjadi pekan "anti-Trump".

Banyak yang memprediksi Trump akan membawa agenda lamanya: proteksionisme AS. Agenda Trump itu yang kemudian menjadi kontroversi atas pendekatan pro-globalisasi yang dibawa WEF tahun ini. Namun, di antara Modi, Macron, dan Trump, masih ada ratusan sosok penting lainnya yang mengisi gelaran eksklusif itu.

Sebut saja pesohor Shah Ruh Khan dan Cate Blanchett; pegiat Malala Yousafzai; pemimpin negara seperti Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dan Perdana Menteri Theresa May; Bill Gates, hingga George Soros.

Para panitia WEF akan mengecek seluruh latar belakang Anda, dan mencari tahu apa yang Anda punya dan akan lakukan untuk membuat dunia menjadi lebih baik.

Peserta yang hadir di WEF hanya dibatasi hingga 2.500 orang yang seluruhnya mewakili sekitar 100 negara di dunia. Jumlah itu sudah termasuk para petinggi negara.

Keeksklusifan acara ini juga bisa terlihat dari tanda pengenal yang dikenakan tiap peserta. Delegasi khusus akan mengenakan tanda pengenal dengan label berwarna putih. Itu pun belum menjamin Anda bisa mengikuti semua sesi panelnya.

Sebab, akses paling eksklusif yang bisa membuat Anda bebas masuk ke semua panel adalah tanda pengenal berstiker hologram yang jumlahnya akan sangat terbatas.

Apa saja yang didapat dari WEF? Selain arah kebijakan, sejumlah rujukan seperti indeks pertumbuhan ekonomi, indeks daya saing, hingga indeks negara paling layak ditinggali, dihasilkan di sana.

Panel Bitcoin cukup alot

Salah satu topik panel yang diprediksi akan ramai adalah pembahasan tentang mata uang kriptografi, khususnya Bitcoin.

Pada salah satu sesi panel bertema "Gelembung Aset Mata Uang Kriptografi" pada Kamis (25/1/2018), penerima Nobel Ekonomi Robert Shiler secara khusus mengakui kehebatan teknologi blockchain. Padahal, Shiler pernah menyebut bahwa Bitcoin adalah mata uang yang ambisius.

"Teknologi blockchain menyebar begitu cepat di semua lini, banyak orang yang menyukainya. Tapi, aku rasa sudah saatnya teknologi blockchain dikembangkan untuk hal lain," sebut Shiler dalam lansiran coindesk.

Namun, Wakil Gubernur Bank Sentral Swiss, Jennifer Zhu Scott, tidak sependapat dengan Shiler. Menurutnya, Bitcoin adalah mata uang yang sangat payah.

Senada dengan pernyataan banyak gubernur bank sentral dunia, termasuk Indonesia, Scott mengatakan Bitcoin—dan juga mata uang kriptografi lainnya—tidak memenuhi kriteria sebagai alat pembayaran yang sah.

"Mereka bisa disebut sebagai aset, tapi sebagai mata uang mereka tidak stabil. Mereka terlalu cepat berfluktuasi, dan Anda tidak bisa menggunakannya sebagai alat pembayaran," sambung Scott.

Pernyataan cukup keras juga datang dari Direktur Utama UBS, Axel Weber. Ia mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan pernyataan tegas terhadap seluruh nasabahnya, bahwa mereka tidak diizinkan berinvestasi di Bitcoin.

"Klien ritel, yang tidak sepenuhnya mengerti tentang produk (kriptografi) ini harus dilindungi. Karena, ketika mereka mendapat risiko pada masa depan, maka yang akan disalahkan adalah pihak banknya yang membiarkan mereka berinvestasi di sektor ini," sebutnya.

Kepentingan warga dunia

Banyak analisis yang menyebut pertemuan WEF tahun ini begitu penting karena mengangkat isu globalisasi.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bersama pegiat hak asasi manusia (HAM) dari Pakistan, Malala Yousafzai, sepakat untuk mengangkat pentingnya kesetaraan bagi perempuan dan minoritas dalam kesempatan yang muncul dari perdagangan terbuka.

Namun, kritikan atas perhelatan eksklusif ini juga mengalir. Pengamat kebijakan kesetaraan Oxfam International, Max Lawson, mengatakan, kritik utamanya adalah acara ini bentuk imajinasi nyata yang gagal.

"Para peserta WEF, dari tahun ke tahun, tak pernah luput dari pembahasan ketimpangan si kaya dan miskin... tapi tak pernah ada aksi nyata untuk ini. Pada akhirnya, ini adalah bentuk mobilisasi publik yang berujung pada perubahan yang progresif," sebutnya.

Sebuah laporan yang dirilis Oxfam beberapa hari sebelum WEF digelar menunjukkan bahwa separuh dari seluruh populasi di dunia tidak menerima sepeser pun dari kekayaan yang dibuat orang-orang kaya di dunia.

Sebaliknya, kekayaan para hartawan justru meningkat hingga total US $762 miliar pada 2017, yang sebenarnya cukup untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Baca juga: Donald Trump dan Kontroversi Perubahan Iklim

Related

News 2352044994241091083

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item