Sejarah dan Asal Usul Softex di Indonesia

 Sejarah dan Asal Usul Softex di Indonesia

Naviri.Org - Softex adalah merek pembalut terkenal yang akrab dengan jutaan wanita di Indonesia. Apalagi wanita, bahkan kaum pria pun mengenal merek tersebut. Sebegitu populer merek Softex, sampai orang biasa menyebut nama itu ketika memaksudkan pembalut merek lain. Hal itu terjadi, karena kenyataannya memang Softex menjadi merek pembalut wanita pertama yang ada di Indonesia.

Awal perusahaan Softex diketahui dipimpin oleh Go Giok Lian alias Itjih Nursalim, yang merupakan istri Sjamsul Nursalim, pengusaha terkenal Indonesia.

Menurut laman resmi Softex, awal mula perusahaan berasal dari sebuah pabrik kaos singlet PT Mozambique di Jakarta bagian Barat. Pekerja perempuannya kerap membawa sisa kain yang tak terpakai pulang ke rumah. Kain itu mereka gunakan sebagai pembalut di kala haid. Hal ini diketahui pemilik pabrik, yang juga seorang perempuan.

“Dia melihat kenyataan ini sebagai peluang usaha. Dari situ maka lahirlah PT. Softex Indonesia, produsen pertama pembalut,” tulis web Softex.

Produk ini dianggap mulai ada sejak 1976. Tak disebut dengan jelas di situsweb Softex dan video terkait Softex, siapa nama perempuan yang jadi bos pabrik kaos singlet yang kemudian membuat Softex. Hanya saja, Robert Hornaday dalam Cases in Strategic Management (1994:242), menyebut, “tahun 1976, Itjih mendirikan Softex, sebuah perusahaan produk kertas yang tumbuh menjadi penghasil jaringan dan pembalut wanita terbesar di Indonesia.”

Era 1980-an adalah masa Softex berada di puncak. Produknya jadi raja di pasaran Indonesia. Kala itu nyaris tak ada tandingannya. Tahun 1986, “PT Softex Indonesia menguasai 65% pangsa pasar produk tersebut,” tulis majalah Informasi.

Softex sendiri jadi kata ganti untuk pembalut perempuan. Sebagian masyarakat Indonesia, bahkan hingga saat ini, masih menyebut softex untuk menyebut produk pembalut, apapun mereknya. Padahal, pada dekade 1990-an, telah ada Four Roses, Free Me, Honey Soft, Intex, Kotex, Modess, Soft and Easy, Sanisoft, Sister, Softex, Stay Free, Total Safe, dan Laurier, yang masuk pasar pembalut perempuan.

Setelah jadi raja di pasaran, tahun 1990-an Softex menghadapi masa suram setelah banyaknya saingan. Softex, yang awalnya tampil sebagai pemimpin produk tunggal di pasar, akhirnya tersalip oleh merek-merek macam Charm, Body Fit, Laurier dan Kotex.

Menurut majalah Kapital volume 2 (2000:14), “tahun 1995, Softex menguasai 35,7 persen pasar pembalut di Indonesia, pada 1996 penguasaan pasar Softex merosot menjadi 32 persen dan merosot lagi setahun kemudian menjadi hanya 30,47 persen.” Padahal di dekade sebelumnya, lebih dari separuh produk pembalut di pasaran adalah Softex.

Softex, menurut Franz Royan dalam Sun Tzu, Creating Distribution Strategy (2004:140), "terlambat menggantikan kemasan agar sesuai dengan tren masa kini. Omzet penjualannya sempat dikejar oleh perusahaan pembalut wanita lain yang tergolong baru." Dalam dunia industri, ganti kemasan itu hal biasa. Unilever melakukannya.

Menurut Hermawan Kertajaya, dalam Hermawan Kertajaya on Marketing Mix (2006:207-209), produk ini gagal mengadopsi segmen pasar dan terperosok. Generasi muda yang jumlahnya banyak adalah generasi yang harus terus dikawal kemauannya. Generasi ini adalah generasi yang sangat peduli pada tren.

Hal yang kuno dan tak berganti jelas membosankan generasi muda. Jika Softex terlihat kuno tentu akan ditinggalkan. Softex tampaknya sulit hilang dari pasar pembalut perempuan. Karena di banyak kepala orang Indonesia, Softex sudah jadi sebutan untuk pembalut, bahkan untuk merek lain sekali pun. Cukup dengan mengemas ulang produk dan meningkat kualitas, tentu dianggap cara untuk Softex bangkit lagi. Jagoan lawas ini nyatanya berusaha bangkit.

“Kini Softex membidik Socio Economic Status (SES) C & D (kelas menengah bawah),” tulis Hermawan.

Softex berusaha tampil kekinian. Kesan pembalut kuno hendak ditanggalkan dari opini masyarakat di pasaran. Pertengahan era 2000-an, Softex muncul dengan tagline baru yang terkenal hingga hari ini, “karena wanita ingin dimengerti.”

Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Indomie di Indonesia

Related

Business 2527320513703746153

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item