Mengenal SSN, “Nomor Sakti” di Amerika Serikat

Mengenal SSN, “Nomor Sakti” di Amerika Serikat

Naviri.Org - Manusia, masing-masing kita, diwakili oleh angka. Pemerintah, misalnya, bisa jadi tidak mengenal kita dan tidak tahu siapa kita. Tetapi, melalui nomor tertentu, pemerintah atau siapa pun bisa melacak hingga mengetahui siapa kita, nama dan jenis kelamin kita, tanggal lahir kita, di mana alamat kita, dan lain-lain.

Di Indonesia, misalnya, ada NIK yang merupakan singkatan Nomor Induk Kependudukan. Nomor itu melekat pada setiap orang Indonesia sejak lahir sampai matinya. Dengan NIK tersebut, siapa pun bisa melacak si pemilik nomor, hingga bisa tahu identitas lengkapnya. Karenanya, seperti yang disebut tadi, manusia diwakili oleh angka. Mungkin terdengar pahit, tapi begitulah kenyataannya.

Jika di Indonesia ada NIK, di Amerika ada SSN yang merupakan singkatan Social Security Number. Sama seperti NIK di Indonesia, SSN di Amerika adalah “nomor sakti” yang akan terus melekat pada setiap pemiliknya, dari lahir sampai mati. Nomor itu tidak bisa diotak-atik, bahkan orang bisa ditangkap jika mencoba memalsukannya.

Pada 2014 lalu, misalnya, seorang pria Colorado, Amerika Serikat, bernama Wei Li, ditangkap pihak federal atas dugaan penggunaan Social Security Number (SSN) palsu. Tim gabungan FBI, Internal Revenue Service - Criminal Investigation (IRS-CI), Grand Junction Police Department, dan Mesa County Sheriff, bekerja sama menangkap Li.

SSN palsu yang digunakan Li dipakai untuk berbagai keperluan, ia membuat rekening bank, serta mengajukan surat izin mengemudi. Sayangnya, aksi penggunaan nomor SSN palsunya tersebut ketahuan aparat. Karena, setelah diperiksa, tak ada nomor SSN yang terdaftar seperti yang dituliskan Li.

SSN atau nomor keamanan sosial, merupakan nomor "sakti" bagi warga Amerika Serikat. Ia digunakan di hampir segala layanan yang ditawarkan pemerintah AS bagi warganya.

Merujuk laman resmi The United State Social Security Administration, lembaga yang menaungi SSN, SSN kali pertama diciptakan pada tahun 1936. Ia awalnya bernama Economic Security Act. SSN kali pertama hadir untuk digunakan untuk melacak pendapatan seorang pekerja AS. SSN merupakan nomor yang wajib dimiliki penduduk AS. Dalam aturannya, jika pemilik nomor SSN meninggal, nomor tak akan didaur ulang. Nomor selama-lamanya akan menghilang dari peredaran.

SSN merupakan nomor yang tersusun atas sembilan angka. Tiga angka pertama merupakan “Area Number.” Area Number berhubungan dengan wilayah geografis penduduk yang memiliki SSN. Setelah tiga angka pertama, ada angka keempat dan kelima, yang merupakan “Grup Number.” Grup Number merupakan nomor pengelompokan kecil agar mudah mengorganisir para pemilik SSN. Umumnya, Grup Number berhubungan dengan kelompok kantor pos masyarakat setempat.

Setelah itu, ada empat angka paling belakang SSN sebagai “Serial Number”, nomor acak unik yang diberikan pada tiap-tiap individu.

Pemerintah AS tidak main-main soal SSN yang dimiliki penduduknya, karena setiap nomor mewakili banyak aspek sehingga keamanannya sangat perlu dilindungi. Membuat akun di bank, mengakses layanan kesehatan, meminta pinjaman, dan berbagai kepentingan lain, memerlukan SSN.

Ini membuat data SSN penting dilindungi. Pada Oktober 1998, Presiden Bill Clinton menandatangani peraturan hukum yang bertujuan melindungi SSN, bernama Identity Theft and Assumption Deference Act. Aturan ini membuat siapapun bisa kena sanksi pidana bila menggunakan atau mentransfer SSN pada orang yang tidak berhak.

Baca juga: Ternyata, Bendera Amerika Didesain oleh Anak Sekolah

Related

Insight 3687380894067232895

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item