Di Balik Kesuksesan Daniel Craig Memerankan James Bond

Di Balik Kesuksesan Daniel Craig Memerankan James Bond

Naviri.Org - Sebelum Daniel Craig terpilih untuk memerankan karakter ikonik James Bond, Pierce Brosnan menjadi aktor yang memerankan tokoh terkenal itu. Kenyataannya, Pierce Brosnan dipandang tepat dalam memerankan karakter James Bond, dan publik pun setuju dengan pilihan tersebut. Sampai kemudian, kontrak Pierce Brosnan berakhir, dan tokoh James Bond harus mendapatkan aktor baru untuk memerankannya.

Ketika pilihan jatuh pada Daniel Craig, tidak sedikit pihak yang meragukan. Ada berbagai alasan mengapa Daniel Craig tidak cocok atau tidak layak memerankan tokoh James Bond, dari tinggi badannya, hingga penampilannya. Tetapi, akhirnya, Daniel Craig mampu mengubah persepsi itu, dan membuktikan bahwa dia dapat mewujudkan sosok James Bond dengan sangat baik.

“Ini merupakan tantangan yang besar. Hidup adalah soal tantangan dan inilah salah satu yang terbesar selama kiprahku sebagai aktor,” ujar Daniel Craig saat pertama kali ditunjuk untuk memerankan James Bond, pada 2005 silam.

Dalam acara konferensi pers yang diadakan di London, Craig—sebelumnya bermain di Layer Cake (2004)—berharap agar ia mampu memainkan sosok Bond yang legendaris itu secara maksimal.

“Kami punya naskah yang luar biasa,” katanya. “Begitu aku membacanya, aku sadar bahwa aku tidak punya pilihan lain. Aku harus menjalaninya.”

Produser Michael Wilson mengaku telah mengaudisi lebih dari 200 aktor di seluruh dunia, guna mencari pemain yang tepat dalam memerankan sosok James Bond. Ia akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Daniel Craig.

Pemilihan Craig tak luput dari penolakan para penggemar Bond. Mereka menganggap Craig tidak terlampau menawan dan karismatik layaknya pemeran Bond terdahulu macam Roger Moore, Sean Connery, atau Pierce Brosnan.

Namun, Craig tak peduli terhadap kritik dan penolakan itu. Ia tetap fokus memerankan Bond sejak pertama kali ditunjuk. Upaya Craig pun berbuah manis. Selain laris di pasaran, performa Craig dipuji habis-habisan oleh kritikus.

Peter Travers dari Rolling Stone, misalnya, menyatakan Craig memberi penonton mengenai kesan lain akan tokoh James Bond. Lewat akting Craig, Bond terlihat tidak teratur, rentan terhadap kekerasan, dan bisa patah hati. Tapi, justru itulah yang membuat Bond lebih memesona.

Kritikus Roger Ebert mengeluarkan pendapat senada. Menurutnya, Craig berhasil menciptakan realitas baru untuk karakter Bond yang pendiam, kurang terobsesi dengan seks, hingga dapat terluka secara fisik dan perasaan.

Kedua pendapat tersebut ada betulnya. Masuknya Craig dalam semesta Bond seolah membuka perspektif baru mengenai agen spionase Inggris ini. Craig menjadikan Bond lebih manusiawi, masuk akal, serta peka secara emosional.

Singkat kata, Bond tak lagi terlihat seperti manusia super yang tak bisa berdarah sedikit pun. Bond versi Craig adalah manusia pada umumnya yang bisa hancur serta merasakan pahitnya asmara.

Dan semua pemandangan itu dapat kita jumpai lewat Casino Royale, film yang diadaptasi dari naskah perdana Ian Fleming tentang Bond dengan judul sama.

Baca juga: Ian Fleming, Sosok Pencipta Tokoh James Bond

Related

Entertaintment 5659370574717467410

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item