Di Filipina, Koruptor Akan Dilempar dari Helikopter

Di Filipina, Koruptor Akan Dilempar dari Helikopter

Naviri.Org - Korupsi adalah masalah yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia, Cina, Filipina, dan lain-lain. Di Indonesia, koruptor terus ditangkapi dari waktu ke waktu, namun sepertinya para pejabat tak takut untuk melakukan hal serupa. Kenyataannya, KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) masih terus menangkapi koruptor-koruptor baru. Bisa jadi, tingginya angka korupsi di Indonesia dilatari hukuman yang tergolong ringan.

Di Cina, terdengar kabar bahwa para koruptor dihukum mati. Sementara di Filipina, koruptor diancam akan dilempar dari helikopter. Ancaman itu keluar dari presiden Filipina sendiri.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengancam tidak akan segan-segan melempar para pejabat korup dari helikopter, karena dia pernah melakukan tindakan ini sebelumnya.

"Jika Anda korup, saya akan bawa Anda ke Manila dengan menggunakan helikopter, dan saya akan lempar Anda keluar," kata Duterte yang tengah menggelar program pemberantasan korupsi dan perang melawan narkoba.

Pernyataan itu ia sampaikan saat memberikan sambutan di depan korban angin topan di Filipina tengah, dan videonya diunggah oleh staf kantor presiden. Tindakan itu akan ia lakukan jika ada pejabat yang menggelapkan dana bantuan kepada para korban serangan angin topan.

"Saya pernah melakukannya, dan saya akan melakukannya lagi. Mengapa tidak?" kata Duterte yang disambut tepuk tangan meriah.

Ia mengatakan bahwa orang yang ia lempar dari helikopter adalah penculik yang membunuh seorang sandera. Tidak disebutkan kapan dan di mana Duterte melempar orang dari helikopter.

Bukan sekali ini Duterte mengeluarkan 'komentar kontroversial'. Sebelumnya, ia juga pernah mengatakan 'mengeksekusi sendiri tiga orang tanpa melalui proses hukum' saat menjadi wali kota Davao.

Presiden Duterte berjanji memberantas korupsi dan peredaran narkoba di Filipina. Salah seorang juru bicaranya, Martin Andanar, belum lama ini mengatakan bahwa pernyataan Duterte 'harus dianggap serius namun jangan diterjemahkan secara mentah-mentah'.

Presiden Duterte sepertinya mengecilkan ancaman melempar pejabat korup dari helikopter tersebut. Di masa lalu, Duterte mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial seperti itu, namun kemudian membantahnya.

Kepada BBC, misalnya, ia pernah mengatakan menembak mati tiga tersangka penjahat saat menjadi wali kota Davao. "Saya membunuh mereka... saya tak tahu berapa peluru yang menembus mereka. Ini benar terjadi, dan saya tak berbohong."

Duterte menjabat sebagai wali kota Davao selama 20 tahun, dan ketika menduduki jabatan tersebut angka kejahatan menurun tajam, namun ia juga menghadapi tuduhan ikut mendukung pembentukan 'pasukan maut'.

Sebagai presiden, ia berjanji memberantas peredaran atau perdagangan narkoba, dan bertekad membasmi korupsi, jika perlu dengan membunuh jutaan warga. Hampir 6.000 orang dilaporkan tewas, baik oleh polisi, kelompok pengamanan swakarsa, dan kelompok bayaran, sejak Duterte menjadi presiden.

Partai-partai oposisi dan organisasi HAM menyerukan pemakzulan, namun ia tetap populer di mata rakyat yang ingin dirinya membersihkan Filipina dari korupsi.

Baca juga: Kisah dan Fakta Kelam Perang Narkoba di Filipina

Related

World's Fact 2487845994757148633

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item