Di Armenia, Permainan Catur Masuk Kurikulum Nasional

Di Armenia, Permainan Catur Masuk Kurikulum Nasional

Naviri Magazine - Masing-masing negara tampaknya memiliki ciri khas sendiri, khususnya yang terkait dengan kebanggaan. Indonesia, misalnya, lekat dengan kesan religius. Karenanya, pendidikan agama pun menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan. Sementara Armenia sangat bangga dengan kemampuan mereka dalam bermain catur, hingga memasukkan catur dalam kurikulum mereka.

Sejak 2011, semua anak di Armenia yang berusia enam sampai delapan tahun wajib belajar catur. Sebagaimana keharusan mereka mempelajari ilmu pengetahuan lainnya di sekolah, catur juga masuk kurikulum nasional.

"Armenia selalu menikmati hubungan yang kuat dengan catur, tetapi kemenangan Tigran (adalah tonggak) revolusi buat kami," ungkap Smbat Lputian, Presiden Akademi Catur Armenia.

Tigran Petrosian amat dikagumi oleh publik Armenia. Dikutip dari The Guardian, dia meraih gelar juara catur dunia dari tahun 1963 sampai 1969. Patungnya berdiri kokoh di pintu masuk Rumah Catur Yerevan, tempat anak-anak calon pecatur profesional berlatih.

Armenia memiliki lebih dari 3.000 guru catur andal yang tersebar di tiap sekolah. Melalui dedikasinya, seperti halnya keelokan Brasil dalam sepak bola, Armenia pun mendapatkan tempatnya di peta catur dunia.

"Kualitas catur yang paling penting adalah permainan yang adil, anak-anak muda mulai belajar permainan yang bersih dan terhormat, dan ini mengajarkan perilaku yang baik. Anak-anak tetap membuat keputusan strategis—menilai situasi sebelum melakukan gerakan," sanjung Lputian, membanggakan tradisi bagus negaranya.

Baca juga: Di Osaka, Semua Siswa Diwajibkan Berambut Hitam

Related

World's Fact 8723233324102339269
item