10 Hal yang Bisa Menyebabkan Dada Tiba-tiba Sesak

10 Hal yang Bisa Menyebabkan Dada Tiba-tiba Sesak

Naviri Magazine - Jika kita baru berolah raga atau usai melakukan aktivitas/pekerjaan yang berat, lalu merasakan dada yang sesak, mungkin wajar. Kebanyakan orang juga mengalami hal serupa. Namun, jika Anda tidak sedang berolah raga atau tidak melakukan aktivitas berat, dan tiba-tiba Anda mengalami dada sesak, bisa jadi Anda khawatir atau bingung.

Bisa jadi, saat mengalami dada sesak tiba-tiba, hal pertama yang terbersit dalam benak adalah serangan jantung. Tapi tak selalu demikian. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan dada sesak.

Dada sesak dapat menyulitkan Anda menghirup atau mengembuskan udara dari paru-paru, sehingga lebih sulit untuk bernapas. Tapi apakah sensasi sesaknya terasa mengganggu namun cukup ringan, sehingga Anda masih bisa beraktivitas seperti biasanya? Atau mungkin sesak yang Anda rasakan begitu kuat menekan dada, membuat Anda kepayahan menjalani hari?

Anda perlu mengamati setiap gejalanya, untuk memudahkan dokter mencari tahu penyebab sebenarnya dari keluhan Anda. Untuk itu, ada baiknya Anda lebih dulu mempelajari berbagai alasan yang mungkin menyebabkan dada terasa sesak. Berikut ini adalah 10 hal yang bisa menyebabkan dada terasa sesak.

1. Gangguan pencernaan

Dada sesak dapat diakibatkan oleh gangguan pencernaan, seperti refluks asam lambung (GERD). Ketika makanan tidak dicerna dengan baik, sisa makanan bisa kembali naik ke atas kerongkongan, yang menyebabkan dada terasa panas terbakar, dan rasa asam tajam di mulut.

Sensasi dada sesak dan perut mulas dari refluks asam lambung ini bisa terasa mirip, karena jantung dan esofagus (kerongkongan) terletak dekat satu sama lain, dan berbagi jaringan saraf.

Gangguan pencernaan bisa menjadi hasil dari pola makan yang buruk, stres, atau kebiasaan merokok dan minum miras. Hal ini juga dapat disebabkan oleh kelebihan kafein dan makanan pedas atau berlemak.

2. Asma

Jika dada terasa sesak dan diikuti oleh suara mengi (napas berbunyi ngik-ngik), sesak napas, dan batuk-batuk (terutama di malam hari), itu bisa menjadi pertanda asma.

Asma erat kaitannya dengan penyakit bawaan sejak kecil, tapi orang dewasa yang sama sekali tidak memiliki riwayat asma bisa terkena serangan asma untuk pertama kali di usianya sekarang. Asma menyebabkan saluran udara membengkak dan menyempit, sehingga menimbulkan sensasi sesak saat menarik napas.

3. Serangan panik atau kecemasan

Dada terasa sesak tiba-tiba, tapi tidak sedang melakukan aktivitas fisik berat, bisa menandakan gejala serangan kecemasan atau serangan panik.

Umumnya, serangan panik atau kecemasan akan mengakibatkan seseorang mengalami hiperventilasi. Hiperventilasi adalah kondisi di mana Anda menghirup banyak oksigen, dan mengembuskan napas dengan cepat dan dangkal dalam satu waktu.

Hal ini menyebabkan kadar karbondioksida merosot dramatis dalam tubuh, sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memasok darah segar ke paru-paru dan otak. Ketika ini terjadi, Anda akan merasa sesak dan “melayang”.

Dalam hal ini, Anda perlu tahu bahwa sesak dada yang disebabkan oleh panik atau kecemasan sama sekali tidak berbahaya.

4. Angina

Angina adalah penyebab dada terasa sesak karena otot jantung Anda tidak menerima cukup asupan darah yang kaya oksigen. Gejala angina yang paling umum adalah nyeri dada, yang terasa seperti ditekan atau diremas kuat-kuat. Anda juga mungkin akan merasakan sakit dan nyeri di sekujur tubuh—bahu, leher, lengan, rahang, atau punggung.

Kondisi ini dapat dipicu olahraga berat atau stres, dan akan mereda hilang dengan istirahat. Tapi angina bukan penyakit. Ini adalah gejala dari masalah jantung yang mendasari, biasanya penyakit jantung koroner.

5. Emboli paru

Gejala emboli paru biasanya dimulai tiba-tiba. Emboli paru paling sering disebabkan oleh trombosis vena dalam, yaitu penggumpalan darah di pembuluh vena. Penyumbatan yang menyebabkan emboli paru, paling sering dimulai di kaki atau panggul. Ketika gumpalan bergerak menuju paru, vena di paru-paru jadi tersumbat, yang kemudian bisa menimbulkan masalah pernapasan serius.

Emboli paru menyebabkan aliran darah ke salah satu atau kedua sisi paru menjadi sangat terbatas, sehingga membuat dada terasa sesak dan detak jantung meningkat, yang membuat Anda kesulitan bernapas. Peradangan pada jaringan pembungkus paru-paru dan dinding dada (pleura) juga bisa menyebabkan nyeri dada yang terasa tajam.

6. Tuberkulosis

Tanda dan gejala tuberkulosis biasanya berkembang secara perlahan, bisa bulanan hingga tahunan, dan seringnya dikaitkan dengan kondisi lain. Ketika bakteri penyebab TB menyerang paru, TB paru biasanya menyebabkan batuk kronis (terus-menerus) yang dapat menghasilkan dahak berwarna putih di pagi hari—bisa kuning atau hijau, tapi kasusnya sangat jarang.

Gejala umum lain dari TB adalah dada yang terasa sesak. Gejala ini mungkin muncul sebagai akibat dari efusi pleura—penggenangan cairan di antara selaput pembungkus paru, dan lapisan pelindung dinding dada.

7. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

PPOK dapat menyebabkan batuk kronis yang mengeluarkan dahak, suara mengi (napas berbunyi), sesak napas, dan gejala lainnya. Merokok adalah penyebab utama PPOK. Paparan terhadap zat iritan lain, seperti polusi udara, asap kimia, atau debu, juga dapat memicu PPOK—terutama jika dihirup dalam jangka panjang.

Dada terasa sesak akibat PPOK juga disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan saluran napas. Dada sesak dapat menyulitkan paru-paru untuk mendapatkan atau mengeluarkan udara, sehingga lebih sulit untuk bernapas.

8. Bronkiektasis

Kerusakan jalan napas awal yang menyebabkan bronkiektasis sering dimulai pada masa kanak-kanak. Namun, tanda dan gejalanya bisa tidak muncul bulanan hingga bertahun-tahun, setelah Anda mulai mengalami infeksi paru berulang.

Bronkiektasis dapat menyebabkan batuk berdahak kronis, yang terjadi setiap hari selama bulanan atau tahunan; dahak hadir dalam jumlah besar, berlendir, dan mungkin mengandung nanah; sesak napas dan suara mengi; nyeri dada; dan clubbing finger (daging di bawah kuku tangan dan kaki jadi menebal).

9. Pneumonia

Tanda dan gejala pneumonia bervariasi, dari ringan sampai berat, tergantung dari banyak faktor seperti jenis kuman penyebab infeksi, dan usia, serta kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Pneumonia seringnya datang tiba-tiba, menyebabkan serangkaian gejala yang mirip flu dan pilek, namun bertahan lebih lama—demam, menggigil, dan batuk berdahak (pada kasus yang lebih parah, bisa disertai nanah).

Infeksi paru ini juga menyebabkan nyeri dada pleuritik. Artinya, Anda memiliki peradangan atau iritasi pada lapisan paru yang menyebabkan dada terasa sesak dan sakit tajam saat Anda bernapas, batuk, atau bersin.

10. Kanker paru

Sebagian besar kanker paru-paru tidak menimbulkan gejala apapun, sampai tumor ganasnya telah menyebar, tetapi beberapa orang dengan kanker paru dini bisa menunjukkan gejala.

Gejala yang paling umum dari kanker paru adalah batuk kronis yang tidak sembuh-sembuh atau makin parah (mengeluarkan ludah atau dahak berdarah atau berwarna karat); dada terasa sesak yang makin parah saat bernapas panjang, batuk, atau tertawa; suara serak; berat badan turun drastis dan tidak selera makan; sesak napas; lemah, letih, lesu; memiliki infeksi seperti bronkitis dan pneumonia yang tidak menghilang atau terus kambuhan; suara mengi.

Jika Anda segera pergi ke dokter begitu mencurigai gejalanya, kanker mungkin bisa terdiagnosis pada tahap awal, yang akan jauh lebih mudah untuk diobati.

Baca juga: Waduh, 1,4 Miliar Orang di Dunia Terancam Penyakit Serius

Related

Health 8965153725053870095

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item